Kecelakaan udara kembali mengguncang wilayah Kabupaten Sekadau. Sebuah helikopter milik PT Matthew Air dengan nomor registrasi PK-CFX dilaporkan jatuh di kawasan Kecamatan Nanga Taman. Seluruh kru dan penumpang yang berjumlah delapan orang dipastikan meninggal dunia.
Informasi ini disampaikan oleh Zainal Abidin yang ikut terlibat langsung dalam proses pencarian di lokasi kejadian. Ia menyebutkan bahwa seluruh korban telah ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa setelah upaya pencarian intensif oleh tim gabungan.
Hingga saat ini, lima jenazah korban berhasil dievakuasi dari lokasi jatuhnya helikopter. Jenazah tersebut telah dimasukkan ke dalam kantong jenazah untuk selanjutnya dibawa ke lokasi yang lebih aman. Sementara itu, tiga korban lainnya masih berada di dalam badan helikopter yang hancur dan terjepit puing.
Proses evakuasi tidak berjalan mudah. Medan yang terjal serta posisi bangkai helikopter yang sulit dijangkau menjadi tantangan besar bagi tim di lapangan. Untuk mengeluarkan korban yang masih terjebak, petugas harus menggunakan peralatan khusus guna memotong bagian badan helikopter.
Operasi penyelamatan ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari TNI, Polri, hingga Basarnas. Mereka bekerja secara terpadu demi mempercepat proses evakuasi di tengah kondisi alam yang cukup ekstrem.
Saat ini, fokus utama tim SAR gabungan adalah memastikan seluruh korban dapat segera dievakuasi dari lokasi kejadian. Namun, karena kondisi yang tidak memungkinkan, proses evakuasi lanjutan akan dilanjutkan pada hari berikutnya.
Peristiwa ini menjadi pengingat akan pentingnya keselamatan dalam transportasi udara, terutama di wilayah dengan medan yang menantang seperti pedalaman Kalimantan. Investigasi lebih lanjut terkait penyebab kecelakaan masih menunggu hasil dari pihak berwenang. (Rhz2797)
