Notification

×

Iklan

Iklan

Tragis! Serangan Israel di Gaza Tewaskan 5 Warga Palestina, 3 Di Antaranya Anak-anak

April 23, 2026 Last Updated 2026-04-23T00:19:02Z

 

Situasi di Jalur Gaza kembali memanas meski gencatan senjata telah diberlakukan sejak Oktober lalu. Serangan udara Israel di wilayah utara Gaza dilaporkan menewaskan lima warga Palestina, termasuk tiga anak-anak, pada Kamis (23/4/2026).


Badan pertahanan sipil Gaza menyebut serangan tersebut menyasar sekelompok warga sipil yang berada di dekat Masjid Al-Qassam, kawasan Beit Lahia, Gaza utara. Insiden ini kembali menambah daftar korban sipil di tengah konflik yang belum benar-benar mereda.


Dalam pernyataan resminya, lembaga penyelamatan yang beroperasi di bawah otoritas Hamas itu menjelaskan bahwa lima korban meninggal dunia langsung dievakuasi menuju Rumah Sakit Al-Shifa di Kota Gaza.


“Lima warga Palestina, termasuk tiga anak, tewas dalam serangan udara Israel yang menargetkan sekelompok warga sipil di dekat Masjid Al-Qassam di Beit Lahia,” demikian pernyataan badan pertahanan sipil Gaza.


Pihak rumah sakit Al-Shifa juga mengonfirmasi bahwa jenazah para korban telah diterima. Namun, hingga kini belum ada rincian lebih lanjut mengenai usia ketiga anak yang menjadi korban dalam serangan tersebut.


Sementara itu, militer Israel menyatakan masih melakukan pemeriksaan terkait laporan serangan tersebut. Hingga berita ini berkembang, belum ada keterangan resmi mengenai target operasi maupun alasan serangan dilakukan.


Meski gencatan senjata telah disepakati pada 10 Oktober, kekerasan di Gaza masih terus terjadi hampir setiap hari. Israel dan Hamas saling menuduh telah melanggar kesepakatan damai yang seharusnya menghentikan serangan bersenjata.


Gencatan senjata ini sebelumnya dianggap sebagai langkah penting untuk meredakan perang yang pecah setelah serangan Hamas terhadap Israel pada 7 Oktober 2023, yang kemudian memicu operasi militer besar-besaran di Jalur Gaza.


Namun, realitas di lapangan menunjukkan bahwa situasi masih sangat rapuh. Serangan sporadis, ledakan, hingga korban sipil masih terus dilaporkan dari berbagai wilayah.


Menurut data Kementerian Kesehatan Gaza yang berada di bawah otoritas Hamas, sebanyak 786 warga Palestina telah meninggal dunia sejak gencatan senjata dimulai. Data tersebut juga dinilai dapat dipercaya oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).


Korban anak-anak yang terus berjatuhan membuat perhatian dunia internasional kembali tertuju pada krisis kemanusiaan di Gaza. Banyak pihak mendesak penghentian total kekerasan serta perlindungan maksimal terhadap warga sipil, terutama perempuan dan anak-anak.


Peristiwa terbaru ini menjadi bukti bahwa perdamaian di Gaza masih jauh dari kata aman, sementara warga sipil terus menjadi pihak yang paling terdampak dalam konflik berkepanjangan tersebut.(Rhz2797)