Notification

×

Iklan

Iklan

Viral Modus “Kaki Terlindas” di Bekasi, Pengendara Dipalak Rp1 Juta di Bawah Flyover

April 24, 2026 Last Updated 2026-04-24T09:41:00Z


Sebuah kasus dugaan pemerasan dengan modus “kaki terlindas” viral di media sosial setelah seorang pengendara mobil mengaku menjadi korban aksi tersebut di kawasan bawah flyover Kranji, Kecamatan Bekasi Barat, Bekasi.


Korban bernama Dian Novita Ramadani (28) membagikan pengalamannya melalui akun Threads miliknya, @novitaramadani. Ia menjelaskan bahwa kejadian itu terjadi pada Rabu malam, 22 April 2026 sekitar pukul 20.00 WIB saat dirinya bersama suami dan kedua anaknya sedang melintas di lokasi.


Saat itu, mobil yang dikendarai suaminya tengah berhenti karena kondisi lalu lintas yang cukup padat. Namun secara tiba-tiba, seorang pria datang dari arah belakang dan langsung menghampiri kendaraan mereka sambil marah-marah.


Pria tersebut menuduh kaki miliknya terlindas oleh mobil korban. Situasi yang mendadak membuat keluarga Dian panik karena mengira insiden tersebut benar-benar terjadi. Suaminya pun berusaha menenangkan keadaan dengan meminta maaf dan mencoba berbicara secara baik-baik.


Namun, pria itu justru diduga bertindak agresif. Menurut pengakuan Dian, pelaku menendang mobil mereka dengan keras hingga kendaraan bergoyang, bahkan merusak spion mobil sampai patah. Ketegangan semakin meningkat ketika beberapa orang lain ikut mendekat ke lokasi kejadian.


Dian mengaku tidak mengetahui apakah orang-orang tersebut merupakan bagian dari pelaku atau hanya warga sekitar yang melihat keributan. Dalam suasana tertekan, keluarga korban diminta menepi agar masalah diselesaikan di pinggir jalan.


Setelah berhenti, pelaku diduga langsung meminta uang ganti rugi sebesar Rp1 juta. Karena merasa ada kejanggalan dan tidak yakin telah melakukan kesalahan, suami Dian menolak memberikan uang sebesar itu.


Namun demi meredakan situasi yang semakin memanas, terutama karena kedua anak mereka sudah ketakutan, Dian akhirnya memilih memberikan uang sebesar Rp500 ribu kepada pelaku.


Kecurigaan bahwa kejadian tersebut merupakan modus pemerasan semakin kuat ketika pelaku menolak saat ditawari untuk dibawa ke rumah sakit guna memastikan kondisi kakinya. Pelaku disebut hanya ingin menerima uang secara tunai dan tidak bersedia menyelesaikan masalah secara resmi.


Selain itu, Dian juga merasa ada kejanggalan karena mobil mereka saat itu dalam posisi diam akibat macet. Tidak ada benturan yang terasa maupun suara tabrakan dengan kendaraan pelaku yang disebut menggunakan sepeda motor.


Setelah menerima uang, pria tersebut langsung pergi dengan terburu-buru sambil menelepon seseorang. Warga sekitar yang mengetahui kejadian itu kemudian menyebut bahwa modus serupa diduga pernah terjadi sebelumnya di lokasi yang sama.


Beberapa warga bahkan menyarankan agar korban segera membawa kasus tersebut ke kantor polisi dan tidak memberikan uang secara langsung kepada pelaku.


Sementara itu, Kapolsek Bekasi Barat, Wahyudi, mengatakan pihak kepolisian belum menerima laporan resmi terkait kejadian tersebut. Meski demikian, polisi berjanji akan meningkatkan patroli dan melakukan penyelidikan di sekitar lokasi.


Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat agar segera melapor jika mengalami kejadian serupa. Langkah cepat dinilai penting agar dugaan aksi pemerasan seperti ini dapat segera ditindaklanjuti dan tidak menimbulkan korban berikutnya.