Kabar kurang menggembirakan datang untuk Persib Bandung setelah sukses mencatat sejarah dengan meraih gelar juara liga domestik tiga musim berturut-turut. Klub berjuluk Maung Bandung itu kini harus menghadapi sanksi dari FIFA yang berpotensi memengaruhi persiapan tim menghadapi kompetisi musim depan.
Berdasarkan informasi yang tercantum dalam daftar FIFA Registration Bans, Persib Bandung dikenai larangan untuk mendaftarkan pemain baru. Sanksi tersebut mulai berlaku sejak 29 Mei 2026 dan tercatat berstatus "until lifted" atau berlaku hingga ada keputusan pencabutan dari FIFA.
Larangan itu tidak hanya berlaku untuk tim senior putra, tetapi juga mencakup kelompok usia di bawahnya. Situasi tersebut tentu menjadi tantangan besar bagi Persib yang sedang mempersiapkan diri menghadapi kompetisi domestik musim 2026/2027 serta ajang AFC Champions League (ACL) 2.
Persib Terancam Sulit Perkuat Skuad
Dengan adanya sanksi tersebut, Persib tidak dapat melakukan registrasi pemain baru selama larangan masih berlaku. Kondisi ini membuat tim berpotensi mengandalkan skuad lama untuk menghadapi padatnya jadwal kompetisi musim depan.
Persoalan menjadi semakin rumit karena beberapa pemain disebut-sebut berpeluang meninggalkan klub. Sejumlah nama seperti Federico Barba, Patricio Matricardi, Sergio Castel, hingga Robi Darwis santer dikabarkan masuk dalam daftar pemain yang masa depannya masih belum pasti bersama Persib.
Jika sejumlah pemain benar-benar hengkang sementara larangan transfer belum dicabut, kedalaman skuad Persib bisa terdampak secara signifikan.
Dugaan Berkaitan dengan Sengketa Lama
Hingga saat ini, belum ada penjelasan resmi dari manajemen Persib mengenai penyebab pasti munculnya sanksi FIFA tersebut. Namun, perhatian publik kembali tertuju pada beberapa sengketa yang pernah melibatkan klub dalam beberapa tahun terakhir.
Salah satu kasus yang cukup menyita perhatian adalah sengketa antara Persib dan mantan pelatihnya, Luis Milla. Konflik tersebut bermula setelah pelatih asal Spanyol itu mengundurkan diri pada awal musim 2023/2024.
Persib kemudian membawa perkara tersebut ke Court of Arbitration for Sport (CAS) dengan dugaan adanya pelanggaran kontrak. Namun dalam putusannya, CAS menolak gugatan yang diajukan Persib dan menyatakan Luis Milla tidak melakukan pelanggaran kontrak sebagaimana yang dituduhkan.
Sebagai konsekuensi dari putusan tersebut, Persib diwajibkan membayarkan sisa hak finansial Luis Milla senilai sekitar 18 ribu euro atau setara ratusan juta rupiah beserta bunga yang ditetapkan dalam putusan.
Kasus Daisuke Sato Juga Kembali Disorot
Selain sengketa dengan Luis Milla, Persib juga pernah menghadapi persoalan hukum dengan mantan pemainnya, Daisuke Sato. Bek asal Filipina tersebut mengakhiri kerja sama dengan Persib lebih cepat pada pertengahan musim 2023/2024.
Setelah berpisah, Daisuke Sato diketahui mengajukan gugatan ke FIFA terkait hak-haknya sebagai pemain. Dalam proses tersebut, Persib disebut harus memenuhi kewajiban finansial yang nilainya mencapai miliaran rupiah.
Meski demikian, belum ada kepastian apakah sanksi FIFA yang saat ini dijatuhkan kepada Persib berkaitan dengan kasus Luis Milla, sengketa Daisuke Sato, atau persoalan administratif lainnya.
Menanti Penjelasan Resmi Persib
Sampai berita ini ditulis, manajemen Persib Bandung belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait penyebab maupun langkah yang akan ditempuh untuk menyelesaikan sanksi tersebut.
Para pendukung Persib kini menunggu kepastian dari klub mengenai status larangan transfer itu. Pasalnya, keputusan FIFA tersebut bisa berpengaruh besar terhadap strategi perekrutan pemain dan kesiapan tim dalam mempertahankan prestasi di kompetisi domestik maupun level Asia musim depan. (Rhz2797)
