Notification

×

Iklan

Iklan

Baru Pulang dari Luar Negeri? Kemenkes Minta Warga Waspadai Gejala Ebola Ini

Mei 18, 2026 Last Updated 2026-05-18T13:22:25Z


Kementerian Kesehatan Republik Indonesia meminta masyarakat yang baru kembali dari luar negeri, khususnya dari wilayah dengan kasus Ebola, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap gejala penyakit tersebut. Warga diminta memantau kondisi kesehatannya selama 21 hari setelah perjalanan.


Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes RI, Aji Muhawarman, mengatakan gejala Ebola bisa muncul secara mendadak dan berkembang menjadi kondisi serius apabila tidak segera ditangani.


Gejala awal Ebola umumnya meliputi demam tinggi, tubuh lemas, nyeri otot, dan sakit kepala. Dalam beberapa kasus, pasien juga dapat mengalami muntah, diare, hingga perdarahan.


“Masa inkubasi virus Ebola berkisar antara dua hingga 21 hari setelah terpapar,” ujar Aji, Senin (18/5/2026).


Kemenkes menjelaskan virus yang saat ini menjadi perhatian adalah Bundibugyo virus, salah satu jenis virus Ebola yang dilaporkan muncul di Republik Demokratik Kongo. Selain itu, kasus terkait perjalanan juga dilaporkan terjadi di Kampala, Uganda, serta Kinshasa.


Pemerintah menilai potensi penyebaran Ebola cukup tinggi seiring meningkatnya mobilitas internasional dan terbatasnya fasilitas kesehatan di sejumlah wilayah terdampak wabah.


Hingga kini, penanganan Ebola masih menjadi tantangan karena pilihan vaksin dan pengobatan yang tersedia dinilai terbatas. Tingkat kematian akibat penyakit ini juga tergolong tinggi dan mencapai lebih dari 30 persen.


Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO bersama pemerintah negara terdampak disebut telah mengambil langkah cepat untuk menekan penyebaran virus. Upaya yang dilakukan meliputi pengiriman tim ahli, penguatan surveilans, distribusi alat kesehatan dan obat-obatan, hingga peningkatan komunikasi risiko kepada masyarakat.


Kemenkes RI juga mengaku terus memantau perkembangan situasi global dan memperkuat sistem kewaspadaan nasional. Pengawasan diperketat di pintu masuk negara, termasuk bandara dan pelabuhan, terutama terhadap pelaku perjalanan dari negara dengan kasus Ebola.


Jika ditemukan pelaku perjalanan dengan gejala mencurigakan, petugas kesehatan akan melakukan rujukan ke rumah sakit sesuai prosedur penanganan penyakit menular.


Meski demikian, WHO saat ini belum merekomendasikan penutupan perbatasan atau pembatasan perjalanan internasional terkait wabah Ebola tersebut.


Masyarakat diimbau segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala seperti demam, nyeri otot, muntah, atau gangguan kesehatan lainnya setelah bepergian dari luar negeri, terutama dari wilayah yang sedang mengalami wabah Ebola.(Rhz2797)