Notification

×

Iklan

Iklan

Biar Nggak Kalah Sama AI! Ini 3 Bekal Penting dari Vina Muliana Buat Mahasiswa

Mei 06, 2026 Last Updated 2026-05-06T12:18:27Z


Kehadiran Vina Muliana dalam acara iNews Media Group Campus Connect (ICC) di Universitas Jenderal Soedirman pada Rabu (6/5/2026) sukses menarik perhatian mahasiswa. Dalam sesi GenZone, ia membagikan wawasan penting tentang cara mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja yang kini semakin kompetitif, terutama di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan.


Menurut Vina, mahasiswa tidak bisa lagi hanya mengandalkan nilai akademik sebagai bekal utama. Ia menyoroti pentingnya kesiapan yang lebih menyeluruh, mengingat dunia kerja saat ini menuntut kombinasi kemampuan yang beragam. Bahkan, ia mengaku perjalanan kariernya tidak selalu linear dengan latar belakang pendidikan yang dimiliki.


Dalam sesi tersebut, Vina juga sempat berkelakar menyebut dirinya sebagai bagian dari “HMSJ” atau Himpunan Mahasiswa Salah Jurusan. Pernyataan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa kesuksesan tidak selalu bergantung pada jurusan, melainkan bagaimana seseorang mengembangkan diri selama masa kuliah.


Lebih lanjut, Vina membagikan tiga bekal utama yang wajib dimaksimalkan mahasiswa agar tetap relevan di era modern.


Pertama adalah pengetahuan. Ia menekankan bahwa proses belajar tidak berhenti di ruang kelas. Mahasiswa harus aktif mencari ilmu dari berbagai sumber, baik melalui pengalaman, diskusi, maupun platform digital.


Kedua, keterampilan. Pengalaman praktis seperti magang, Kuliah Kerja Nyata (KKN), hingga project-based learning dinilai sangat penting untuk membangun kemampuan teknis yang dibutuhkan di dunia kerja. Menurutnya, praktik langsung akan memberikan pemahaman yang jauh lebih kuat dibanding sekadar teori.


Ketiga, sikap. Aspek ini sering kali terbentuk dari aktivitas di luar akademik, seperti organisasi dan komunitas. Dari sana, mahasiswa bisa belajar kerja sama tim, kepemimpinan, hingga cara menghadapi perbedaan.


Vina menegaskan bahwa kombinasi antara pengetahuan, keterampilan, dan sikap menjadi kunci utama agar lulusan memiliki daya saing tinggi, termasuk dalam menghadapi tantangan dari teknologi seperti AI.


Pesan ini menjadi relevan di tengah perubahan dunia kerja yang semakin cepat. Mahasiswa dituntut untuk adaptif, terus belajar, dan mampu mengembangkan diri agar tidak tertinggal. (Rhz2797)