Notification

×

Iklan

Iklan

Didatangi Belasan Orang, Putri Ahmad Bahar Ungkap Detik-Detik Diinterogasi di Markas GRIB Jaya

Mei 19, 2026 Last Updated 2026-05-19T07:11:32Z


Kasus yang melibatkan keluarga penulis buku Ahmad Bahar tengah menjadi sorotan publik setelah putrinya, F (33), mengaku sempat dibawa ke markas GRIB Jaya dan diinterogasi langsung oleh Ketua Umum GRIB Jaya, Rosario de Marshall alias Hercules.


Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu, 17 Mei 2026, setelah sejumlah anggota organisasi masyarakat itu mendatangi rumah keluarga Ahmad Bahar di kawasan Cimanggis, Depok, Jawa Barat. F kemudian dibawa menuju kantor GRIB Jaya dengan pendampingan ketua RW setempat.


Menurut pengakuan F, dirinya sempat dimintai keterangan terkait pesan WhatsApp bernada ancaman yang dikirim dari nomor miliknya kepada istri Hercules dan sejumlah pengurus GRIB Jaya. Namun, ia membantah pernah mengirim pesan tersebut dan mengaku akun WhatsApp miliknya sempat diretas beberapa hari sebelumnya.


Saat tiba di markas GRIB Jaya, F mengaku tidak langsung bertemu dengan Hercules karena yang bersangkutan masih memiliki agenda lain. Setelah bertemu, ia mengatakan suasana interogasi berlangsung tegas namun tidak disertai tindakan kekerasan.


F menjelaskan bahwa Hercules mempertanyakan siapa pihak yang menyuruh dirinya mengirim pesan ancaman. Meski telah mencoba menjelaskan bahwa akun WhatsApp miliknya diduga diretas, ia mengaku penjelasannya beberapa kali dipotong.


Selain itu, F juga diminta menghubungi ayahnya agar datang langsung ke markas GRIB Jaya. Namun saat itu Ahmad Bahar disebut sulit dihubungi. Percakapan antara F dan Hercules berlangsung sekitar 30 menit sebelum dirinya kembali dimintai keterangan oleh anggota lainnya.


F menegaskan selama berada di markas GRIB Jaya dirinya selalu didampingi ketua RW dan tidak mengalami kekerasan fisik. Ia hanya dimintai penjelasan terkait isi pesan serta video yang dikirim melalui nomor WhatsApp miliknya.


Kronologi WhatsApp Diretas


F mengungkapkan dugaan peretasan akun WhatsApp terjadi pada Kamis, 14 Mei 2026 sekitar pukul 18.00 WIB. Saat sedang mengobrol dengan temannya, tiba-tiba muncul permintaan kode OTP di aplikasi WhatsApp miliknya.


Karena merasa tidak pernah meminta kode tersebut, F memilih mengabaikannya. Tak lama kemudian akun WhatsApp miliknya mendadak keluar sendiri dan tidak bisa diakses kembali.


Ia sempat berulang kali mencoba login ulang hingga akhirnya menghubungi provider kartu seluler untuk meminta bantuan. Sekitar pukul 20.00 WIB, akun WhatsApp tersebut berhasil diakses kembali. Namun sesaat kemudian ia menerima pesan dari nomor asing yang marah-marah tanpa penjelasan jelas.


Tak berhenti di situ, pada malam harinya akun WhatsApp F kembali diblokir sementara oleh sistem WhatsApp untuk proses peninjauan selama 24 jam. Keesokan harinya, akun tersebut bisa digunakan lagi dan F menemukan dua nomor asing meminta klarifikasi soal pesan ancaman yang dikirim dari nomornya.


Saat diminta melihat ulang isi pesan tersebut, F mengaku terkejut karena terdapat video berbasis AI yang berkaitan dengan ayahnya. Dari situ ia mulai menyadari bahwa peretasan tersebut kemungkinan berkaitan dengan sosok Ahmad Bahar.


Rumah Ahmad Bahar Didatangi Massa


Sebelumnya, keluarga Ahmad Bahar mengaku rumah mereka didatangi belasan orang yang mengatasnamakan anggota GRIB Jaya pada Minggu siang. Kedatangan mereka disebut untuk mencari Ahmad Bahar terkait video yang dianggap menyinggung Hercules.


Karena Ahmad Bahar tidak berada di rumah, rombongan tersebut akhirnya membawa F ke markas GRIB Jaya. Istri Ahmad Bahar, Yenni Nur, mengaku saat kejadian dirinya sedang berada di luar kota, sementara suaminya tengah melakukan perjalanan untuk menyerahkan buku kepada Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan.


Yenni menyebut situasi saat itu cukup menegangkan karena rumah mereka didatangi banyak pria tak dikenal. Ia juga mengklaim rombongan tersebut sempat memeriksa isi rumah demi mencari keberadaan suaminya.


Meski demikian, pihak keluarga menyebut ketua RW setempat ikut mendampingi F selama berada di markas GRIB Jaya untuk memastikan kondisinya aman.


Penjelasan dari Pihak GRIB Jaya


Di sisi lain, pihak GRIB Jaya membantah tudingan melakukan pengepungan rumah Ahmad Bahar. Kabid Humas dan Publikasi DPP GRIB Jaya, Marcel Gual, menegaskan kedatangan anggota mereka hanya bertujuan meminta klarifikasi terkait video yang dinilai menyerang Ketua Umum GRIB Jaya, Hercules.


Menurut Marcel, narasi mengenai pengepungan dan penyanderaan dianggap tidak sesuai fakta di lapangan. Ia juga mengatakan pihaknya ingin menjaga ruang publik tetap diisi informasi yang faktual dan tidak memicu provokasi.


GRIB Jaya menegaskan bahwa kedatangan anggotanya merupakan bentuk keberatan atas video yang beredar dan bukan tindakan intimidasi seperti yang ramai diperbincangkan di media sosial.(Rhz2797)