Notification

×

Iklan

Iklan

Djakarta Ennichi 2026 Mendadak Batal, Tenant Murka: Sudah Bayar Booth dan Booking Hotel

Mei 23, 2026 Last Updated 2026-05-23T08:05:39Z


Festival budaya Jepang Djakarta Ennichi 2026 yang rencananya digelar di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, resmi dibatalkan secara mendadak pada Sabtu (23/5/2026). Pembatalan mendadak tersebut langsung memicu kekecewaan para penyewa booth dan calon pengunjung yang sudah mempersiapkan diri sejak jauh hari.


Banyak tenant mengaku mengalami kerugian karena telah membayar biaya partisipasi, memesan penginapan, hingga membawa perlengkapan jualan ke lokasi acara. Hingga kini, para peserta juga mengaku belum mendapat kepastian soal pengembalian dana maupun penjelasan rinci dari panitia.


Salah satu penyewa booth asal Surabaya bernama Mario (bukan nama sebenarnya) mengaku sudah mendaftar sebagai tenant sejak Februari 2026. Ia bahkan telah memesan hotel di sekitar area Lapangan Banteng demi mengikuti festival budaya Jepang tersebut.


Namun, setibanya di lokasi acara, Mario justru mengetahui bahwa festival dibatalkan. Ia menilai sejak awal persiapan acara memang terlihat tidak matang karena panitia dinilai minim memberikan informasi kepada peserta.


Menurutnya, grup komunikasi tenant juga tidak memberikan kepastian terkait teknis acara. Bahkan menjelang hari pelaksanaan, para peserta masih kebingungan mengenai proses loading barang hingga penempatan booth.


“Harusnya kalau acara besar, persiapannya sudah sibuk dan terorganisir. Tapi ini malah tidak jelas dari awal,” ujarnya.


Tenant Keluhkan Minimnya Informasi


Mario juga mengungkapkan bahwa hingga acara dipastikan batal, belum ada penjelasan resmi mengenai mekanisme refund atau tindak lanjut bagi para tenant yang sudah membayar biaya sewa booth.


Ia berharap panitia menunjukkan itikad baik dengan memberikan penjelasan langsung kepada para peserta yang telah mengeluarkan banyak biaya.


Selain itu, Mario menyoroti kondisi area festival yang dinilai minim petunjuk teknis. Para tenant disebut kesulitan mencari lokasi booth masing-masing karena tidak ada penanda yang jelas di area acara.


Ia bahkan menyewa dua booth yang posisinya berjauhan sehingga proses persiapan menjadi semakin rumit. Menurutnya, koordinasi panitia terhadap tenant sangat buruk dan jauh dari standar acara besar.


Keluhan serupa juga disampaikan Andika (38), tenant lain yang sudah datang ke lokasi sejak Jumat sore untuk mempersiapkan dagangan bersama timnya.


Andika mengatakan pembatalan acara terasa sangat mengejutkan karena festival sebelumnya juga sempat mengalami perubahan jadwal dan lokasi. Namun kali ini, informasi pembatalan justru diumumkan secara mendadak saat peserta sudah berada di lokasi.


Ia mengaku sempat mencoba menghubungi panitia untuk meminta penjelasan lebih rinci. Namun jawaban yang diterima hanya menyebut adanya kendala teknis dan operasional.


“Minimal panitia menemui tenant dulu dan menjelaskan situasinya. Banyak yang sudah keluar biaya besar,” kata Andika.


Lapangan Banteng Sepi, Tenda Mulai Dibongkar


Pantauan di kawasan Lapangan Banteng menunjukkan suasana festival terlihat sepi tanpa aktivitas persiapan berarti.


Beberapa tenda putih yang sebelumnya disiapkan untuk tenant masih berdiri di sejumlah titik. Namun sebagian lainnya mulai dibongkar oleh petugas, menandakan acara dipastikan batal digelar.


Tenda utama di area depan Monumen Pembebasan Irian Barat juga tampak tidak beroperasi. Tidak terlihat adanya keramaian maupun aktivitas khas festival budaya seperti yang sebelumnya dipromosikan panitia.


Cuaca hujan yang sempat mengguyur kawasan tersebut turut menambah suasana lengang di lokasi acara.


Panitia Sebut Ada Kendala Teknis dan Operasional


Sebelumnya, pihak penyelenggara mengumumkan pembatalan Djakarta Ennichi 2026 melalui akun Instagram resmi mereka pada Sabtu dini hari sekitar pukul 02.00 WIB.


Dalam pernyataannya, panitia menyebut keputusan membatalkan festival dilakukan karena adanya kendala teknis dan operasional yang memengaruhi kesiapan acara secara menyeluruh.


Penyelenggara mengklaim pembatalan dilakukan demi menjaga keamanan dan kenyamanan seluruh peserta serta pengunjung festival.


Meski begitu, alasan tersebut belum sepenuhnya diterima para tenant. Banyak peserta menilai pembatalan mendadak menunjukkan kurangnya profesionalitas penyelenggara dalam mengelola acara berskala besar.


Hingga kini, publik masih menunggu kejelasan terkait mekanisme pengembalian dana tenant maupun penjelasan lebih rinci dari pihak panitia Djakarta Ennichi 2026.(Rhz2797)