Notification

×

Iklan

Iklan

Tanpa Disadari, Kebiasaan Ini Bisa Bikin Eksim Anak Makin Parah

Mei 23, 2026 Last Updated 2026-05-23T08:19:23Z


Kasus dermatitis atopik atau eksim pada anak semakin sering menjadi perhatian para orangtua. Kondisi kulit yang sensitif, mudah merah, dan terasa gatal ini ternyata membutuhkan perawatan khusus setiap hari. Sayangnya, masih banyak kebiasaan yang dianggap sepele justru dapat memperparah eksim tanpa disadari.


Kulit anak dengan eksim memiliki lapisan pelindung yang lebih rapuh dibandingkan kulit normal. Karena itu, gesekan ringan, bahan kimia tertentu, hingga paparan lingkungan bisa memicu kambuhnya ruam dan iritasi.


Dokter spesialis anak, Fihzan Ginting, menjelaskan bahwa kontak langsung dari orang lain juga bisa memengaruhi kondisi kulit bayi dengan dermatitis atopik.


Menurutnya, parfum, kotoran tangan, hingga gesekan kecil dapat memicu peradangan pada kulit sensitif anak. Karena itu, orang yang ingin menyentuh bayi disarankan mencuci tangan terlebih dahulu agar risiko iritasi bisa diminimalkan.


Berikut tiga kesalahan perawatan kulit eksim pada anak yang paling sering terjadi.


1. Menggunakan Sabun Antiseptik atau Antibakteri


Banyak orangtua menganggap sabun antiseptik efektif membunuh bakteri penyebab gatal pada kulit anak. Padahal, penggunaan sabun jenis ini justru tidak disarankan untuk anak dengan eksim.


Dokter spesialis dermatologi, Dia Febrina, mengatakan kandungan kimia keras seperti triklosan dalam sabun antibakteri dapat merusak keseimbangan mikrobiom alami kulit.


Akibatnya, kelembapan alami kulit akan terkikis sehingga kulit menjadi semakin kering, iritasi, dan mudah meradang.


Untuk anak dengan dermatitis atopik, disarankan menggunakan sabun berformula lembut, bebas pewangi, serta mampu menjaga keseimbangan pH kulit. Sabun yang baik biasanya tetap meninggalkan rasa lembap setelah mandi karena membantu menjaga lapisan pelindung kulit.


2. Menjemur Bayi di Jam yang Salah


Menjemur bayi di pagi hari memang sering dianggap baik untuk kesehatan. Namun, waktu penjemuran yang tidak tepat justru bisa memperburuk kondisi kulit anak dengan eksim.


Menurut dr. Dia, paparan sinar ultraviolet yang terlalu tinggi dapat merusak lapisan pelindung kulit bayi yang sudah sensitif.


Di wilayah perkotaan seperti Jabodetabek, indeks UV bisa meningkat cukup tinggi mulai sekitar pukul 08.45 WIB. Karena itu, bayi sebaiknya tidak dijemur terlalu siang, apalagi mendekati tengah hari.


Jika anak harus beraktivitas di luar ruangan, penggunaan tabir surya minimal SPF 30 sangat dianjurkan untuk membantu melindungi kulit dari kerusakan akibat sinar matahari.


3. Salah Memilih Pelembap Kulit


Kesalahan lain yang sering terjadi adalah memilih pelembap berbentuk losion untuk kulit eksim anak. Banyak orangtua memilih losion karena terasa ringan dan cepat meresap.


Padahal, dokter spesialis kulit FX Clinton menjelaskan bahwa losion memiliki kandungan air lebih tinggi sehingga mudah menguap sebelum benar-benar melembapkan kulit.


Untuk kulit eksim, produk berbasis krim atau salep justru lebih dianjurkan karena mampu membantu memperbaiki lapisan pelindung kulit yang rusak.


Krim tebal atau ointment dinilai lebih efektif menjaga kelembapan, terutama di area lipatan tubuh seperti leher, siku, dan tangan yang sering mengalami gesekan.


Perawatan pelembap juga harus dilakukan secara rutin setiap hari, bahkan ketika ruam sedang tidak muncul. Langkah ini penting untuk mencegah kambuhnya eksim dan menjaga kesehatan kulit anak dalam jangka panjang.


Dengan perawatan yang tepat dan konsisten, gejala dermatitis atopik pada anak bisa lebih terkontrol sehingga anak tetap nyaman menjalani aktivitas sehari-hari.(Rhz2797)