Notification

×

Iklan

Iklan

Drama Panas! Dituduh Aniaya ART, Erin Wartia Bongkar CCTV dan Fakta Mengejutkan

Mei 06, 2026 Last Updated 2026-05-06T03:27:52Z


Kasus dugaan penganiayaan terhadap asisten rumah tangga (ART) yang menyeret nama Erin Wartia kini memasuki babak baru. Dalam konferensi pers di kawasan Senayan, Jakarta, Erin secara tegas membantah seluruh tuduhan yang dilayangkan mantan ART-nya, Herawati.


Didampingi kuasa hukumnya, Sunan Kalijaga dan Ery Kertanegara, Erin menyatakan bahwa tuduhan kekerasan fisik seperti pemukulan dan penendangan tidak pernah terjadi. Ia bahkan mengaku memiliki sejumlah bukti kuat untuk membantah klaim tersebut.


“Saya punya CCTV, rekaman komunikasi, dan bukti chat ke yayasan. Semua lengkap,” ujar Erin.


Bantah Keras Tuduhan Kekerasan


Erin menegaskan bahwa laporan yang beredar di media sosial merupakan fitnah. Ia juga menyoroti kejanggalan terkait klaim visum yang disebut-sebut telah dilakukan oleh pihak pelapor.


Menurutnya, hingga saat ini belum ada bukti resmi visum yang diterima pihak berwenang. Hal ini semakin memperkuat keyakinannya bahwa tuduhan tersebut tidak berdasar.


Ungkap Dugaan Pelanggaran Privasi


Di balik konflik tersebut, Erin mengungkap adanya persoalan lain yang menjadi pemicu utama. Ia menuding mantan ART-nya telah melakukan pelanggaran privasi dengan merekam aktivitas di dalam rumah tanpa izin.


Video yang diambil disebut mencakup berbagai area rumah hingga aktivitas anak-anaknya, lalu diunggah ke media sosial. Erin menilai tindakan ini sangat merugikan dan melanggar batas pribadi keluarganya.


Tak hanya itu, ia juga mengungkap bahwa Herawati diduga menggunakan barang pribadi milik anaknya tanpa izin, yang memicu ketidaknyamanan di dalam keluarga.


Klarifikasi Soal Ponsel dan Gaji


Terkait tudingan penahanan ponsel, pihak Erin menjelaskan bahwa perangkat tersebut diamankan karena berisi rekaman yang dianggap sebagai barang bukti. Ponsel itu rencananya akan diserahkan kepada pihak kepolisian untuk kepentingan penyelidikan.


Sementara soal gaji yang disebut belum dibayarkan, Erin meluruskan bahwa masa kerja Herawati belum genap satu bulan sehingga belum masuk waktu pembayaran sesuai kesepakatan kerja.


Dampak ke Anak dan Keluarga


Erin mengaku kasus ini berdampak besar terhadap kondisi psikologis anak-anaknya. Sorotan media dan kehadiran wartawan di rumah membuat suasana keluarga terganggu, terlebih salah satu anaknya sedang menjalani ujian.


Ia juga menyebut mengalami kerugian, baik secara materiil maupun immateriil, akibat mencuatnya kasus tersebut ke publik.


Tempuh Jalur Hukum


Tidak tinggal diam, Erin Wartia bersama tim kuasa hukumnya telah mengambil langkah hukum. Mereka resmi melaporkan balik Herawati serta pihak penyalur ART atas dugaan pencemaran nama baik dan fitnah melalui media elektronik.


Menurut Sunan Kalijaga, langkah ini diambil sebagai bentuk pembelajaran hukum agar masyarakat lebih berhati-hati dalam menyampaikan tuduhan, terutama di ruang digital.


Kasus ini masih terus bergulir dan menjadi perhatian publik. Kedua pihak kini sama-sama menempuh jalur hukum untuk membuktikan kebenaran masing-masing. (Rhz2797)