Notification

×

Iklan

Iklan

Ebola Naik Status Darurat Global, Kemenkes RI Langsung Siaga Penuh

Mei 23, 2026 Last Updated 2026-05-23T10:41:04Z


Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menyatakan kesiapan menghadapi ancaman penyebaran virus Ebola yang kini kembali menjadi perhatian dunia. Pemerintah menegaskan langkah mitigasi dan pengawasan telah diperketat setelah World Health Organization (WHO) menetapkan status darurat kesehatan global terkait wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo.


Status Public Health Emergency of International Concern (PHEIC) resmi diumumkan WHO pada 17 Mei 2026. Status ini sebelumnya juga pernah diterapkan pada pandemi COVID-19 di masa awal penyebarannya, sehingga meningkatkan kewaspadaan berbagai negara, termasuk Indonesia.


Wakil Menteri Kesehatan RI, Dante Saksono Harbuwono, mengatakan Indonesia saat ini sudah memiliki kemampuan diagnosis yang jauh lebih siap dibanding beberapa tahun lalu.


Menurut Dante, pemerintah telah melakukan berbagai langkah antisipasi, termasuk penguatan sistem karantina dan skrining di pintu masuk negara untuk mencegah kemungkinan masuknya virus Ebola ke Indonesia.


Ia menegaskan hingga saat ini belum ditemukan kasus Ebola di Indonesia. Meski demikian, koordinasi antarlembaga kesehatan terus dilakukan guna meningkatkan kewaspadaan nasional.


Dante juga mengungkapkan bahwa sesaat setelah WHO mengumumkan status PHEIC, Kemenkes langsung bergerak cepat dengan menggelar koordinasi bersama jajaran penanggulangan penyakit di seluruh Indonesia. Surat edaran kewaspadaan Ebola juga telah disebarkan ke berbagai daerah sebagai langkah pencegahan dini.


Sementara itu, Kepala Biro Komunikasi Kemenkes, Aji Muhawarman, mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya pada informasi palsu atau hoaks terkait Ebola yang ramai beredar di media sosial.


Menurutnya, edukasi publik sangat penting agar masyarakat memahami karakteristik penyakit tersebut secara benar dan tidak menimbulkan kepanikan berlebihan.


Ebola sendiri dikenal sebagai penyakit infeksi virus dengan tingkat fatalitas yang cukup tinggi. Dalam sejumlah kasus wabah sebelumnya, tingkat kematian akibat Ebola rata-rata mencapai sekitar 50 persen.


Kemenkes menjelaskan terdapat beberapa strain virus Ebola yang kerap memicu wabah, di antaranya Ebola Virus Disease (EVD), Sudan Virus Disease (SVD), dan Bundibugyo Virus Disease (BVD) yang saat ini berkembang di Republik Demokratik Kongo.


Pemerintah mengimbau masyarakat tetap tenang, menjaga pola hidup sehat, dan mengikuti informasi resmi dari otoritas kesehatan guna menghindari kepanikan akibat kabar yang belum terverifikasi.(Rhz2797)