Tren kendaraan listrik di Indonesia diprediksi bakal semakin melejit dalam beberapa tahun ke depan. Pertumbuhan pasar yang sangat cepat membuat jalanan Tanah Air diperkirakan akan dipenuhi mobil listrik, baik untuk kebutuhan pribadi maupun kendaraan komersial.
Ketua Umum Perkumpulan Industri Kendaraan Listrik Indonesia (Periklindo) Moeldoko mengungkapkan penjualan kendaraan elektrifikasi mengalami lonjakan signifikan sepanjang 2025.
Menurutnya, pasar kendaraan listrik nasional menunjukkan pertumbuhan yang sangat agresif dibanding tahun sebelumnya. Pada 2024, penjualan kendaraan listrik tercatat sekitar 43 ribu unit. Namun pada 2025 angka tersebut melonjak menjadi lebih dari 104 ribu unit.
Moeldoko optimistis tren ini akan terus meningkat pada 2026 seiring makin besarnya minat masyarakat dan pelaku usaha terhadap kendaraan ramah lingkungan.
Ia menilai kondisi geopolitik global yang tidak stabil ikut menjadi faktor pendorong percepatan penggunaan kendaraan listrik, khususnya di sektor transportasi dan kendaraan komersial.
Kenaikan harga bahan bakar minyak, terutama solar, ditambah persoalan kualitas BBM di sejumlah daerah membuat biaya operasional kendaraan konvensional semakin mahal. Akibatnya, banyak perusahaan mulai mencari alternatif transportasi yang lebih hemat dan efisien.
Menurut Moeldoko, kendaraan berbasis listrik dinilai mampu menekan biaya perawatan dibanding kendaraan berbahan bakar fosil. Kondisi ini membuat banyak pelaku usaha mulai beralih ke armada listrik untuk mendukung kegiatan logistik maupun operasional bisnis mereka.
Periklindo juga melihat segmen kendaraan komersial sebagai pasar dengan pertumbuhan tercepat saat ini. Permintaan kendaraan listrik untuk kebutuhan distribusi barang dan transportasi bisnis disebut meningkat tajam dalam beberapa waktu terakhir.
Optimisme tersebut muncul di tengah semakin besarnya penetrasi kendaraan listrik di pasar otomotif nasional.
Presiden Direktur BYD Motor Indonesia, Eagle Zhao, sebelumnya menyebut pangsa pasar kendaraan listrik di Indonesia kini sudah mendekati 20 persen dari total pasar otomotif nasional.
Menurutnya, capaian tersebut menjadi tonggak penting bagi perkembangan industri otomotif ramah lingkungan di Indonesia.
Meski begitu, pasar kendaraan listrik masih memiliki ruang pertumbuhan yang sangat besar. Saat ini kendaraan berbahan bakar bensin masih mendominasi sekitar 65 persen pasar otomotif domestik.
Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap efisiensi biaya operasional, dukungan pemerintah, hingga perkembangan teknologi baterai, kendaraan listrik diperkirakan akan menjadi pilihan utama masyarakat Indonesia dalam beberapa tahun mendatang.
Jika tren pertumbuhan ini terus berlanjut, bukan tidak mungkin mobil listrik akan semakin mendominasi jalanan Indonesia dan mengubah wajah industri otomotif nasional secara besar-besaran.(Rhz2797)
