Notification

×

Iklan

Iklan

Peneliti Kaget! Air Comberan Ternyata Simpan Virus Pemicu Kanker Berbahaya

Mei 21, 2026 Last Updated 2026-05-21T11:43:13Z


Sebuah studi terbaru mengungkap temuan mengejutkan terkait air limbah dan saluran comberan. Para peneliti menemukan keberadaan berbagai virus berbahaya yang diketahui berkaitan dengan kanker manusia di dalam sampel air limbah.


Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Applied and Environmental Microbiology itu menganalisis sampel air limbah yang dikumpulkan sejak Mei 2022 hingga Mei 2025 di lebih dari 40 lokasi di 16 kota di Texas, Amerika Serikat.


Sampel yang diteliti bahkan mewakili sekitar 25 persen populasi di negara bagian tersebut. Para ilmuwan menggunakan teknologi pengurutan genetik canggih bernama hybrid-capture untuk mendeteksi ribuan jenis virus manusia sekaligus dalam satu kali pengujian.


Teknologi tersebut mampu mengidentifikasi lebih dari 3.000 virus manusia yang sudah dikenal, termasuk kemungkinan mutasi virus baru yang belum banyak terdeteksi sebelumnya.


Salah satu temuan paling mengkhawatirkan dalam studi ini adalah ditemukannya seluruh virus onkogenik utama yang diketahui dapat memicu kanker pada manusia.


Profesor virologi molekuler dan mikrobiologi, Anthony Maresso, menjelaskan bahwa virus onkogenik diperkirakan menjadi penyebab sekitar satu dari lima kasus kanker di seluruh dunia.


Beberapa virus yang terdeteksi di air limbah antara lain human papillomavirus (HPV), virus hepatitis B dan C, virus Epstein-Barr, hingga virus herpes yang berkaitan dengan sarkoma Kaposi.


HPV sendiri diketahui berkaitan erat dengan kanker serviks dan kanker tenggorokan, sementara hepatitis B serta hepatitis C berhubungan dengan kanker hati.


Menurut Maresso, banyak infeksi virus tersebut tidak menunjukkan gejala selama bertahun-tahun bahkan puluhan tahun. Akibatnya, banyak orang baru menyadari infeksi setelah tumor atau kanker berkembang.


Penelitian juga menemukan adanya peningkatan signifikan sejumlah virus penyebab kanker selama tiga tahun pemantauan terakhir. Virus seperti HPV, Epstein-Barr, dan beberapa jenis poliomavirus mengalami lonjakan setelah tahun 2024.


Para peneliti menduga peningkatan ini berkaitan dengan meningkatnya aktivitas masyarakat pascapandemi Covid-19, termasuk perjalanan, mobilitas tinggi, dan interaksi sosial yang kembali normal.


Meski demikian, para ilmuwan menegaskan bahwa penelitian ini bukan berarti masyarakat akan langsung terkena kanker hanya karena terpapar air limbah. Namun, temuan tersebut penting untuk membantu memahami penyebaran virus di lingkungan dan mendukung strategi kesehatan masyarakat yang lebih efektif.


Studi ini sekaligus membuka peluang baru dalam pemantauan kesehatan berbasis lingkungan, terutama untuk mendeteksi potensi penyebaran virus berbahaya lebih dini melalui analisis air limbah.(Rhz2797)