Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, menjadi sorotan dunia setelah mengunggah video kondisi para aktivis Global Sumud Flotilla yang ditahan saat hendak menuju Gaza.
Dalam video yang beredar luas di media sosial, para aktivis terlihat berlutut dengan dahi menyentuh lantai serta tangan terikat tali. Rekaman itu diunggah dengan tulisan “Selamat datang di Israel” sambil diiringi lagu kebangsaan Israel.
Beberapa aktivis tampak memegang paspor mereka saat berada dalam kondisi penahanan. Video tersebut langsung memicu gelombang kritik internasional dan dianggap sebagai perlakuan yang merendahkan martabat manusia.
Menurut laporan media internasional, total sekitar 430 aktivis Global Sumud Flotilla ditangkap oleh pasukan Israel ketika menjalankan misi kemanusiaan menuju Gaza. Mereka kemudian dibawa ke Israel untuk menjalani proses penahanan.
Kecaman datang dari berbagai negara Eropa hingga Amerika Utara. Pemerintah Italia, Prancis, Belanda, Kanada, hingga Portugal disebut memanggil duta besar Israel untuk meminta penjelasan atas perlakuan terhadap para aktivis tersebut.
Perdana Menteri Italia, Giorgia Meloni, menyatakan gambar yang diunggah Ben-Gvir tidak dapat diterima. Ia menilai perlakuan terhadap para aktivis, termasuk warga negara Italia, telah melanggar martabat manusia.
Menteri Luar Negeri Prancis, Jean-Noel Barrot, juga mengecam tindakan tersebut dan mendesak pembebasan warga Prancis secepat mungkin.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Kanada, Anita Anand, menyebut insiden tersebut sangat mengkhawatirkan dan menegaskan pemerintah Kanada menangani masalah itu dengan serius.
Belanda turut mengambil langkah diplomatik dengan memanggil duta besar Israel. Pemerintah Belanda menilai perlakuan terhadap para tahanan bertentangan dengan prinsip kemanusiaan dan hak asasi manusia.
Kritik keras juga datang dari Presiden Korea Selatan, Lee Jae Myung. Ia menyebut beberapa warga Korea Selatan ikut ditahan dalam operasi tersebut dan mempertanyakan dasar hukum tindakan militer Israel di laut internasional.
Menurut Lee, tindakan penyitaan kapal serta penahanan warga sipil dari negara lain memunculkan pertanyaan serius terkait legalitas operasi tersebut.
Pemerintah Spanyol dan Irlandia juga menyampaikan kecaman terbuka. Menteri Luar Negeri Spanyol menyebut rekaman itu mengerikan, sedangkan Irlandia mengaku terkejut dan mendesak pembebasan segera seluruh aktivis.
Insiden ini kembali meningkatkan sorotan internasional terhadap konflik di Gaza serta operasi militer dan keamanan Israel terhadap misi bantuan kemanusiaan yang mencoba memasuki wilayah tersebut.(Rhz2797)
