Notification

×

Iklan

Iklan

Waspada! Angke Hulu Siaga 1 Pagi Ini, Sejumlah Pintu Air Jakarta Ikut Naik Status

Mei 05, 2026 Last Updated 2026-05-05T00:21:52Z


Kondisi sejumlah pintu air di wilayah Jakarta dan sekitarnya menunjukkan peningkatan kewaspadaan pada Selasa pagi (5/5/2026). Data terbaru dari BPBD DKI Jakarta mengungkapkan bahwa beberapa titik mengalami kenaikan tinggi muka air, bahkan satu di antaranya telah mencapai status tertinggi.


Pintu Air Angke Hulu tercatat berada pada level Siaga 1 atau kategori bahaya. Tinggi muka air di lokasi ini mencapai 315 cm dengan kondisi cuaca terang. Status tersebut menjadi perhatian serius karena berpotensi memicu banjir di wilayah hilir jika debit air terus meningkat.


Selain Angke Hulu, sejumlah pintu air lainnya juga menunjukkan status Siaga 3 atau waspada. Di antaranya adalah Pintu Air Manggarai dengan tinggi muka air 770 cm dalam kondisi cuaca mendung. Kemudian, Pintu Air Karet mencatat ketinggian 500 cm dengan cuaca terang.


Pintu Air Pasar Ikan juga berada pada status waspada dengan tinggi muka air 183 cm, disusul Sunter Hulu yang mencatat 160 cm dalam kondisi mendung.


Sementara itu, beberapa titik lainnya masih berada pada status normal atau Siaga 4. Meski demikian, kondisi tersebut tetap perlu dipantau secara berkala. Beberapa pintu air dengan status normal antara lain Katulampa (30 cm), Depok (130 cm), Krukut Hulu (130 cm), serta Pesanggrahan (140 cm).


Selain itu, Pintu Air Cipinang Hulu mencatat tinggi muka air 100 cm, Pulo Gadung mencapai 300 cm, dan Waduk Pluit berada di angka -175 cm.


Dalam sistem pemantauan, BPBD membagi status pintu air menjadi empat level, yakni Siaga 1 (bahaya), Siaga 2 (siaga), Siaga 3 (waspada), dan Siaga 4 (normal). Klasifikasi ini digunakan untuk membantu masyarakat memahami tingkat risiko banjir di wilayah masing-masing.


BPBD DKI Jakarta mengimbau warga, khususnya yang tinggal di bantaran sungai, agar meningkatkan kewaspadaan. Kenaikan muka air di hulu, terutama di titik dengan status Siaga 1, dapat berdampak pada wilayah hilir dalam waktu singkat jika tidak diantisipasi.


Situasi ini menjadi pengingat bahwa potensi banjir masih perlu diwaspadai, terutama saat terjadi perubahan cuaca dan peningkatan debit air secara tiba-tiba. Pemantauan rutin dan kesiapsiagaan masyarakat menjadi kunci untuk meminimalkan dampak yang mungkin terjadi. (Rhz2797)