Notification

×

Iklan

Iklan

Jangan Abaikan! Penyintas Kanker Paru Ungkap Gejala Awal yang Sering Disangka Penyakit Biasa

Juni 30, 2026 Last Updated 2026-06-30T01:39:15Z

 

Kanker paru masih menjadi salah satu penyebab kematian akibat kanker yang paling tinggi di dunia. Salah satu tantangan terbesar dalam penanganannya adalah gejala awal yang sering kali samar sehingga banyak penderita baru mengetahui penyakitnya setelah memasuki stadium lanjut.


Padahal, para ahli menegaskan bahwa mengenali tanda-tanda awal kanker paru dapat meningkatkan peluang diagnosis dan penanganan lebih cepat. Sejumlah penyintas juga membagikan pengalaman mereka mengenai gejala yang awalnya dianggap sebagai keluhan ringan, namun ternyata menjadi pertanda penyakit serius.


Ahli bedah toraks dan kardiovaskular, Dr. Ara Vaporciyan, menjelaskan bahwa beberapa gejala kanker paru memerlukan perhatian medis segera. Sementara gejala lain sebaiknya tetap diperiksakan apabila berlangsung selama dua hingga tiga minggu atau tidak kunjung membaik.


Nyeri Dada yang Tidak Biasa


Salah satu penyintas, Deborah Schroeder, mengaku mulai merasakan nyeri dada yang berbeda dari biasanya. Awalnya ia tidak mengira keluhan tersebut berkaitan dengan penyakit serius karena selama ini merasa tubuhnya sehat dan jarang mengalami masalah kesehatan.


Namun, rasa nyeri yang terus muncul membuatnya memutuskan menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Dari hasil pemeriksaan tersebut, ia akhirnya didiagnosis mengidap kanker paru.


Batuk Tak Kunjung Sembuh


Batuk berkepanjangan menjadi gejala awal yang paling sering dialami penderita kanker paru. Nancy White, seorang pensiunan guru, mengaku sempat mencoba berbagai pengobatan, mulai dari antibiotik hingga pemeriksaan alergi. Sayangnya, batuk yang dialaminya tidak kunjung membaik.


Pengalaman serupa dialami Frank McKenna, seorang pelatih kebugaran yang memiliki kondisi fisik sangat baik. Awalnya ia mengira batuk yang dialaminya hanyalah reaksi alergi. Namun setelah pengobatan tidak memberikan hasil, pemeriksaan lanjutan menemukan adanya cairan di paru-paru.


Setelah cairan tersebut dikeluarkan dan dilakukan pemeriksaan lebih mendalam, dokter menemukan sel kanker pada kedua paru-parunya. Frank akhirnya didiagnosis mengidap kanker paru stadium lanjut meski sebelumnya hanya mengalami gejala berupa batuk yang terus-menerus.


Sesak Napas Saat Beraktivitas


Gejala lain yang patut diwaspadai adalah sesak napas, terutama jika muncul saat melakukan aktivitas yang sebelumnya terasa ringan.


Ashley Stringer mulai menyadari ada sesuatu yang tidak normal ketika ia merasa kesulitan bernapas saat berolahraga di treadmill. Meski usianya masih muda, ia memutuskan memeriksakan diri ke dokter karena merasa kondisi tersebut tidak biasa. Keputusan itu akhirnya mengantarkannya pada diagnosis kanker paru.


Apa Itu Kanker Paru?


Kanker paru merupakan penyakit yang terjadi ketika sel-sel di paru-paru mengalami mutasi sehingga tumbuh secara tidak terkendali dan membentuk tumor. Penyakit ini umumnya bermula di saluran napas atau kantung udara kecil (alveoli), kemudian dapat menyebar ke organ tubuh lain apabila tidak segera ditangani.


Pada banyak kasus, kanker paru tidak menimbulkan gejala yang jelas pada tahap awal. Akibatnya, penyakit baru terdeteksi ketika sudah memasuki stadium lanjut dan menyebar ke organ lain seperti hati, tulang, maupun otak.


Gejala Kanker Paru yang Perlu Diwaspadai


Selain nyeri dada, batuk berkepanjangan, dan sesak napas, terdapat sejumlah gejala lain yang sebaiknya tidak diabaikan, di antaranya:


  • Batuk yang tidak kunjung sembuh atau semakin parah.
  • Nyeri dada yang terus berulang.
  • Sesak napas atau napas terasa pendek.
  • Berat badan turun tanpa sebab yang jelas.
  • Nafsu makan menurun.
  • Tubuh tampak lemas dan pucat.
  • Demam ringan atau gejala menyerupai flu yang sering muncul, terutama pada sore hingga malam hari.


Apabila keluhan tersebut berlangsung selama beberapa minggu atau semakin memburuk, segera lakukan pemeriksaan ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan diagnosis yang tepat.


Faktor Risiko Kanker Paru


Merokok masih menjadi faktor risiko utama kanker paru. Para ahli memperkirakan sebagian besar kasus dan kematian akibat kanker paru berkaitan dengan kebiasaan merokok.


Meski demikian, orang yang tidak pernah merokok juga tetap berisiko mengalami penyakit ini. Faktor lain yang dapat meningkatkan risiko antara lain paparan asap rokok, radon, asbes, silika, polusi udara, asap kendaraan bermotor, riwayat terapi radiasi pada dada, serta adanya anggota keluarga yang pernah menderita kanker paru.


Menjaga gaya hidup sehat, menghindari rokok aktif maupun pasif, serta tidak menunda pemeriksaan ketika muncul gejala yang mencurigakan menjadi langkah penting untuk meningkatkan peluang deteksi dini dan keberhasilan pengobatan kanker paru.(Rhz2797)