Notification

×

Iklan

Iklan

Masih Suka Makan Jeroan? Begini Penjelasan Dokter soal Risiko Asam Urat yang Perlu Diketahui

Juni 21, 2026 Last Updated 2026-06-21T03:56:03Z


Jeroan dan daging merah selama ini dikenal sebagai makanan yang sebaiknya dibatasi oleh penderita asam urat. Banyak orang percaya bahwa konsumsi kedua jenis makanan tersebut dapat meningkatkan kadar asam urat dalam darah hingga memicu nyeri pada persendian.


Anggapan tersebut ternyata bukan sekadar mitos. Dokter sekaligus edukator kesehatan, dr. Tirta Mandira Hudhi, menjelaskan bahwa terdapat dasar ilmiah yang menunjukkan hubungan antara makanan tinggi purin dengan meningkatnya kadar asam urat di dalam tubuh.


Kandungan Purin Jadi Penyebab Utama


Menurut dr. Tirta, jeroan dan daging merah memang kaya akan nutrisi penting seperti protein, vitamin, dan berbagai mineral yang dibutuhkan tubuh. Namun, kedua jenis makanan itu juga mengandung purin dalam jumlah cukup tinggi.


Purin merupakan senyawa alami yang berperan dalam pembentukan DNA, RNA, serta adenosine triphosphate (ATP), yaitu sumber energi utama bagi sel tubuh. Saat purin dipecah melalui proses metabolisme, tubuh akan menghasilkan asam urat sebagai produk akhirnya.


Apabila kadar purin yang masuk terlalu tinggi atau proses pembuangannya terganggu, kadar asam urat dalam darah dapat meningkat.


Asam Urat Sebenarnya Memiliki Fungsi Penting


Meski sering dianggap sebagai penyebab penyakit, asam urat sebenarnya memiliki manfaat bagi tubuh jika berada dalam kadar normal.


Dr. Tirta menjelaskan bahwa asam urat dapat berfungsi sebagai antioksidan alami sekaligus memiliki efek antiinflamasi yang membantu melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas.


Masalah baru muncul ketika organ tubuh, terutama hati dan sistem pembuangan, tidak mampu mengolah maupun mengeluarkan asam urat secara optimal. Akibatnya, kadar asam urat menumpuk di dalam darah dan memicu kondisi hiperurisemia yang berpotensi menyebabkan serangan asam urat.


Bukan Hanya Jeroan, Seafood Juga Tinggi Purin


Selain jeroan dan daging merah, sejumlah makanan laut atau seafood juga diketahui memiliki kandungan purin yang cukup tinggi.


Jika dikonsumsi secara berlebihan, berbagai jenis seafood dapat meningkatkan kadar asam urat, terutama pada orang yang memiliki gangguan metabolisme atau riwayat penyakit asam urat.


Karena itu, penderita hiperurisemia disarankan mengatur pola makan dan membatasi konsumsi makanan tinggi purin sesuai anjuran tenaga medis.


Gaya Hidup Sehat Jadi Kunci Pencegahan


Dr. Tirta menekankan bahwa tingginya kadar asam urat tidak hanya dipengaruhi oleh makanan, tetapi juga kondisi metabolisme tubuh.


Orang dengan obesitas, kelebihan berat badan (overweight), maupun lanjut usia umumnya memiliki risiko lebih tinggi mengalami peningkatan kadar asam urat karena fungsi metabolisme mulai menurun.


Untuk membantu menjaga kadar asam urat tetap normal, ia menyarankan masyarakat rutin berolahraga, menjaga berat badan ideal, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, memperbanyak minum air putih, serta membatasi konsumsi makanan tinggi purin.


Kesimpulan


Jeroan dan daging merah memang dapat meningkatkan risiko naiknya kadar asam urat karena kandungan purinnya yang tinggi. Namun, bukan berarti kedua makanan tersebut harus dihindari sepenuhnya oleh semua orang.


Konsumsi dalam jumlah wajar, diimbangi pola hidup sehat, aktivitas fisik yang rutin, serta metabolisme tubuh yang baik dapat membantu menjaga kadar asam urat tetap normal. Bagi penderita asam urat atau hiperurisemia, konsultasi dengan dokter tetap menjadi langkah terbaik untuk menentukan pola makan yang sesuai dengan kondisi kesehatan masing-masing.(Rhz2797)