Notification

×

Iklan

Iklan

Prabowo Ganti Pucuk Pimpinan BGN, Dadan Hindayana Dicopot Usai Evaluasi Program MBG

Juni 03, 2026 Last Updated 2026-06-03T00:09:24Z

Presiden Prabowo Subianto resmi melakukan pergantian pimpinan di Badan Gizi Nasional (BGN). Keputusan tersebut diumumkan setelah pemerintah melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan berbagai program yang berada di bawah kewenangan lembaga tersebut, termasuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG).


Pengumuman pergantian pimpinan BGN disampaikan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi dalam konferensi pers di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta pada Selasa malam, 2 Juni 2026. Dalam keterangannya, Prasetyo menyebut Presiden telah memutuskan untuk melakukan penyegaran kepemimpinan di lembaga yang bertanggung jawab atas program gizi nasional tersebut.


Tidak hanya mencopot Kepala BGN Dadan Hindayana, Presiden juga memberhentikan dua wakil kepala lembaga tersebut, yakni Brigjen Polisi Sony Sonjaya dan Mayjen TNI (Purn) Lodewyk Pusung.


Sebagai pengganti Dadan Hindayana, Presiden menunjuk Nanik Sudaryati Deyang atau Nanik S Deyang yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Kepala BGN. Sementara itu, posisi Wakil Kepala BGN kini diisi oleh Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono.


Agustina Arumsari sebelumnya menjabat sebagai Wakil Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), sedangkan Mayjen TNI Trenggono diketahui menjabat sebagai Wakil Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara dan masih berstatus perwira tinggi aktif TNI Angkatan Darat.


Alasan Dadan Hindayana Dicopot


Pemerintah mengungkapkan bahwa pergantian pimpinan BGN merupakan hasil dari monitoring dan evaluasi yang dilakukan selama sekitar satu setengah tahun terakhir.


Menurut Prasetyo Hadi, terdapat sejumlah catatan penting yang menjadi pertimbangan Presiden Prabowo dalam mengambil keputusan tersebut. Catatan itu mencakup kedisiplinan dalam menjalankan standar operasional prosedur (SOP), tata kelola lembaga, hingga pengawasan kualitas makanan dalam program yang dijalankan BGN.


Evaluasi terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis menjadi salah satu sorotan utama. Dalam beberapa bulan terakhir, program tersebut mendapat perhatian publik setelah muncul sejumlah laporan dugaan keracunan makanan yang melibatkan peserta program di berbagai daerah.


Data yang dihimpun Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) menunjukkan bahwa sejak awal 2025 hingga April 2026, sedikitnya 33.626 pelajar dilaporkan mengalami dugaan keracunan yang berkaitan dengan program MBG.


Guru Besar Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof. Sri Raharjo, sebelumnya juga menyoroti tingginya frekuensi laporan kasus serupa. Menurutnya, sepanjang 2025 laporan dugaan keracunan makanan dalam program tersebut hampir muncul setiap bulan dengan jumlah kasus yang bervariasi.


Kondisi tersebut dinilai menjadi sinyal bahwa implementasi program masih menghadapi tantangan besar, terutama dalam aspek pengawasan mutu dan keamanan pangan.


Profil Singkat Dadan Hindayana


Dadan Hindayana dikenal sebagai akademisi yang memiliki latar belakang kuat di bidang pertanian dan perlindungan tanaman. Ia pertama kali dilantik sebagai Kepala Badan Gizi Nasional pada 19 Agustus 2024.


Pria kelahiran Garut, Jawa Barat, tahun 1967 itu merupakan lulusan terbaik Jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan Institut Pertanian Bogor (IPB) pada 1990. Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan doktoral di Universitas Gottfried Wilhelm Leibniz Hannover, Jerman, dan meraih gelar doktor dalam bidang Entomologi Terapan.


Sejak 1992, Dadan aktif sebagai dosen di Departemen Proteksi Tanaman IPB dan dikenal memiliki rekam jejak panjang di dunia akademik serta penelitian.


Siapa Nanik S Deyang?


Sosok yang kini dipercaya memimpin Badan Gizi Nasional adalah Nanik Sudaryati Deyang. Perempuan kelahiran Madiun, Jawa Timur, 3 Januari 1968 tersebut memiliki pengalaman di bidang jurnalistik dan politik.


Karier profesionalnya dimulai sebagai wartawan di Tabloid Bangkit sebelum kemudian aktif di berbagai bidang pemerintahan. Pada September 2025, Nanik ditunjuk sebagai Wakil Kepala Badan Gizi Nasional dan meninggalkan jabatannya sebagai Wakil I Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan.


Dengan penunjukan ini, Nanik kini mengemban tugas memimpin BGN di tengah upaya pemerintah memperkuat pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis yang menjadi salah satu program prioritas nasional pemerintahan Prabowo Subianto.


Pergantian kepemimpinan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas tata kelola, memperkuat pengawasan keamanan pangan, serta memastikan program gizi nasional berjalan lebih efektif dan tepat sasaran bagi masyarakat.(Rhz2797)