Notification

×

Iklan

Iklan

Ibu Jangan Abaikan Diri Sendiri! Psikolog Ungkap Cara Mencegah Burnout Saat Mengasuh Anak

Juli 25, 2026 Last Updated 2026-07-25T12:59:26Z

 

Peran sebagai seorang ibu tidak hanya dipenuhi momen membahagiakan, tetapi juga berbagai tantangan yang menguras tenaga dan pikiran. Di era modern, banyak ibu menjalani peran ganda, mulai dari mengasuh anak, mengurus rumah tangga, hingga bekerja atau mengembangkan usaha.


Di tengah padatnya aktivitas tersebut, kesehatan mental sering kali terabaikan. Padahal, kondisi psikologis ibu memiliki pengaruh besar terhadap kualitas pengasuhan, keharmonisan keluarga, hingga tumbuh kembang anak.


Burnout Bisa Terjadi Jika Tekanan Terus Dipendam


Pentingnya menjaga kesehatan mental ibu menjadi salah satu topik yang dibahas dalam talkshow "Bertumbuh Bersama Anak, Bertumbuh Sebagai Orang Tua" pada acara Morinaga Door of Future "Dunia Generasi Platinum Advance Intelligence Lab".


Psikolog Klinis Anak, Ni Ketut Desi Ariani, S.Psi., M.Psi., Psikolog, menjelaskan bahwa ibu perlu memahami bahwa munculnya berbagai emosi saat mengasuh anak merupakan sesuatu yang normal.


Perasaan lelah, cemas, ragu terhadap keputusan sebagai orang tua, hingga khawatir terhadap masa depan anak adalah respons yang wajar dan tidak perlu disalahkan.


Terima Emosi, Jangan Dipendam


Menurut Desi, setiap emosi yang muncul sebaiknya diterima terlebih dahulu, bukan ditolak atau dipendam. Ia mengibaratkan emosi seperti tamu yang datang ke rumah.


Baik emosi yang menyenangkan maupun yang tidak nyaman, semuanya perlu diakui keberadaannya agar seseorang dapat memahami kondisi dirinya sendiri. Dengan begitu, stres lebih mudah dikelola dan risiko mengalami burnout dapat dikurangi.


Jangan Terjebak Ekspektasi Orang Lain


Desi juga menyoroti kebiasaan sebagian ibu yang sering membandingkan dirinya dengan orang lain, terutama melalui media sosial. Tidak sedikit yang merasa harus menjadi ibu sempurna karena tuntutan lingkungan maupun komentar warganet.


Selain itu, tekanan ekonomi, harapan terhadap masa depan anak, hingga berbagai beban pikiran yang tidak disadari juga dapat memperburuk kondisi mental apabila tidak dikelola dengan baik.


Karena itu, ia mengingatkan agar para ibu lebih fokus pada kondisi keluarga masing-masing daripada terus memikirkan penilaian orang lain.


Orang Tua Tidak Harus Sempurna


Menurut Desi, tidak ada orang tua yang benar-benar sempurna. Yang paling dibutuhkan anak adalah sosok orang tua yang hadir, memberikan rasa aman, dan mampu menciptakan lingkungan yang penuh kasih sayang.


Kesalahan dalam proses mengasuh anak merupakan hal yang wajar selama orang tua terus belajar dan berusaha menjadi lebih baik.


Merawat Diri Bukan Berarti Egois


Meluangkan waktu untuk beristirahat, menikmati hobi, berbagi cerita dengan pasangan atau orang terdekat, hingga berkonsultasi dengan tenaga profesional jika diperlukan merupakan bagian dari menjaga kesehatan mental.


Merawat diri sendiri bukanlah bentuk keegoisan. Sebaliknya, ibu yang sehat secara fisik dan mental akan lebih siap mendampingi tumbuh kembang anak serta membangun hubungan yang harmonis di dalam keluarga.


Menjaga kesehatan mental merupakan investasi jangka panjang, bukan hanya bagi ibu, tetapi juga bagi seluruh anggota keluarga.(Rhz27970