Notification

×

Iklan

Iklan

Dana White Geregetan Lihat Duel Islam Makhachev vs Ian Garry di UFC 330

Agustus 16, 2026 Last Updated 2026-08-16T14:20:31Z

Pertarungan Islam Makhachev vs Ian Machado Garry di UFC 330 berakhir dengan kemenangan Makhachev melalui keputusan mutlak. Namun, bukan hanya hasil pertandingan yang menjadi sorotan, melainkan komentar Presiden UFC Dana White setelah melihat jalannya duel lima ronde tersebut.


UFC 330 digelar di Xfinity Mobile Arena, Philadelphia, pada Minggu (16/8/2026) pagi WIB. Makhachev tampil sebagai juara kelas welter, sedangkan Ian Garry datang sebagai penantang yang berusaha merebut sabuk juara.


Dalam pertarungan sengit selama lima ronde, Makhachev dinyatakan menang unanimous decision dengan skor 49-46, 49-46, dan 48-47. Hasil tersebut membuat petarung asal Rusia itu tetap memegang sabuk juara kelas welter.


Dana White Soroti Sikap Ian Garry


Meski mengakui kualitas Ian Garry, Dana White mengaku dibuat frustrasi oleh pendekatan sang penantang, terutama pada ronde terakhir.


Menurut Dana, Garry sebenarnya memiliki peluang untuk memberikan tekanan lebih besar kepada Makhachev. Ia menilai sang penantang perlu menunjukkan naluri menyerang yang lebih kuat ketika memasuki momen-momen krusial.


Dana melihat kondisi Makhachev yang sudah mengalami tekanan sepanjang pertarungan seharusnya bisa dimanfaatkan Garry untuk meningkatkan agresivitasnya.


Komentar Dana tersebut sejalan dengan laporan sejumlah media MMA yang menyebut Presiden UFC itu mempertanyakan keputusan Garry untuk tetap menunjukkan sikap terlalu sportif dalam situasi pertandingan yang sangat menentukan.


Terlalu Sering Berpelukan Jadi Sorotan


Salah satu hal yang membuat Dana White geregetan adalah momen ketika kedua petarung terlihat saling menghormati dan berpelukan di tengah pertandingan.


Bagi Dana, sikap saling menghormati memang merupakan bagian dari olahraga. Namun, menurutnya, ketika pertandingan perebutan gelar sedang berlangsung, seorang penantang harus tetap fokus mengejar kemenangan.


Dana bahkan menilai ronde kelima seharusnya menjadi kesempatan bagi Garry untuk mengambil risiko lebih besar dan mencoba membalikkan keadaan.


Menurutnya, jika Garry mampu tampil jauh lebih agresif pada ronde terakhir, hasil pertandingan mungkin saja berbeda.


Makhachev Tetap Tunjukkan Kelasnya


Di sisi lain, Makhachev berhasil menjaga keunggulannya hingga pertandingan berakhir. Ia mampu memanfaatkan kemampuan grappling dan kontrolnya untuk menghadapi perlawanan Garry selama lima ronde.


Kemenangan tersebut juga semakin memperkuat catatan impresif Makhachev. Ia kini mencatat 17 kemenangan beruntun di UFC, sekaligus melewati rekor 16 kemenangan beruntun yang sebelumnya dipegang Anderson Silva.


Garry sendiri tetap menunjukkan perlawanan dan mampu memberikan kesulitan kepada sang juara, terutama pada ronde-ronde tengah. Meski akhirnya kalah angka, performanya menunjukkan bahwa ia masih menjadi salah satu penantang yang patut diperhitungkan di kelas welter.


Dana White Tetap Puji Makhachev


Di balik kritiknya terhadap pendekatan Garry, Dana White tetap memberikan apresiasi tinggi kepada Makhachev.


Menurut Dana, sang juara memperlihatkan mental dan kemampuan yang dibutuhkan untuk memenangkan pertarungan besar. Kemenangan atas Garry sekaligus menambah panjang perjalanan Makhachev dalam membangun warisannya di UFC.


Dengan kemenangan tersebut, Makhachev masih menjadi penguasa kelas welter. Sementara bagi Garry, kekalahan ini menjadi pengalaman penting untuk kembali mengevaluasi penampilannya dan mempersiapkan diri menghadapi tantangan berikutnya.(Rhz2797)