Notification

×

Iklan

Iklan

Gempa NTT M 7,7 Makan Korban, Jumlah Tewas Kini Capai 83 Orang

Agustus 21, 2026 Last Updated 2026-08-21T07:48:15Z


Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali memperlihatkan dampak serius. Jumlah korban meninggal dunia hingga Jumat (21/8/2026) siang tercatat mencapai 83 orang.


Data tersebut disampaikan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) berdasarkan perkembangan penanganan korban hingga pukul 11.00 WIB.


Deputi Operasi dan Siaga Basarnas Mayjen TNI (Mar) Edy Prakoso menyebut total terdapat 1.050 orang yang menjadi korban akibat gempa tersebut.


“83 orang meninggal dunia, 328 orang luka berat, dan 639 luka ringan,” kata Edy dalam keterangan pers, Jumat.


Manggarai Timur Jadi Wilayah dengan Korban Terbanyak


Kabupaten Manggarai Timur menjadi salah satu wilayah yang mengalami dampak paling besar. Dari total 1.050 korban yang tercatat, sebanyak 670 orang berada di wilayah tersebut.


Dari jumlah itu, 70 orang dilaporkan meninggal dunia. Kondisi ini membuat proses pencarian, evakuasi, dan penanganan korban terus menjadi prioritas tim gabungan di lapangan.


Petugas masih melakukan pendataan terhadap warga yang terdampak sekaligus memantau kondisi bangunan dan fasilitas yang mengalami kerusakan akibat gempa.


Ribuan Gempa Susulan Masih Terjadi


Selain menangani korban, masyarakat NTT juga masih menghadapi aktivitas gempa susulan. Kepala Stasiun Geofisika Kupang, Arief Tyastama, menyampaikan sekitar 4.350 gempa susulan telah tercatat hingga Jumat (21/8/2026) pukul 08.00 Wita.


Gempa susulan tersebut memiliki kekuatan yang beragam. Magnitudo terbesar tercatat mencapai 6,2, sedangkan yang terkecil berkekuatan 1,1.


Dari ribuan gempa susulan tersebut, sebanyak 31 gempa tercatat memiliki magnitudo di atas 5. Sementara itu, 118 kejadian dilaporkan dirasakan oleh masyarakat.


Aktivitas seismik yang masih berlangsung membuat warga diminta tetap waspada dan mengikuti arahan dari petugas terkait kondisi di wilayah masing-masing.


Stok Makanan Pengungsi Mulai Menipis


Di tengah proses penanganan bencana, kebutuhan dasar para pengungsi juga menjadi perhatian. Persediaan makanan di sejumlah lokasi pengungsian mulai dilaporkan menipis.


Elloysia, warga Desa Palue, Kabupaten Sikka, mengatakan bantuan yang tersedia belum sepenuhnya dapat disalurkan ke seluruh wilayah yang membutuhkan.


“Stok makanan mulai menipis, bantuan belum bisa dialokasikan semua,” ujarnya, Jumat.


Menurutnya, sejumlah kawasan mengalami kerusakan cukup parah. Desa Kesokoja, Dusun Edo, dan Kampung Natakuni disebut sebagai beberapa lokasi yang mengalami banyak kerusakan rumah.


Warga berharap bantuan logistik dan kebutuhan pokok dapat segera menjangkau seluruh lokasi terdampak, terutama wilayah yang aksesnya masih mengalami kendala.


Dengan jumlah korban yang terus diperbarui, proses evakuasi, pendataan, distribusi bantuan, serta pemantauan gempa susulan masih terus dilakukan oleh tim gabungan di NTT.(Rhz2797)