Notification

×

Iklan

Iklan

Jelang Asian Games 2026, Anggaran Pelatnas Indonesia Naik Jadi Rp222 Miliar

Agustus 13, 2026 Last Updated 2026-08-13T08:32:52Z

 Pemerintah menambah anggaran pemusatan latihan nasional (pelatnas) kontingen Indonesia untuk menghadapi Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Tambahan dana sebesar Rp95 miliar membuat total anggaran pelatnas kini mencapai Rp222 miliar.


Anggaran tersebut belum termasuk biaya pengiriman kontingen Indonesia ke ajang olahraga terbesar di Asia itu yang telah dialokasikan sebesar Rp61 miliar.


Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir memastikan tambahan anggaran pelatnas tersebut sudah final. Dana tersebut akan segera disalurkan kepada cabang olahraga (cabor) karena pelaksanaan Asian Games 2026 tinggal sekitar satu bulan lagi.


“Sudah final. Ini kan tinggal satu bulan. Jadi, persiapan-persiapan cabor yang selama ini mungkin sudah jalan, mereka ragu-ragu, ya kembali kita bantu,” ujar Erick kepada wartawan di Kantor Kemenpora, Jakarta, Rabu (12/8/2026).


Anggaran Pelatnas Naik Bertahap


Anggaran pelatnas untuk Asian Games 2026 sebelumnya ditetapkan sebesar Rp81 miliar. Setelah dilakukan penyisiran dan penyesuaian kebutuhan, jumlah tersebut meningkat menjadi Rp127 miliar.


Pemerintah kemudian kembali menambah anggaran sebesar Rp95 miliar. Dengan tambahan terbaru itu, total dana yang disiapkan untuk kebutuhan pelatnas mencapai Rp222 miliar.


Menurut Erick, proses pencairan dana akan dilakukan dalam waktu dekat. Pemerintah menargetkan penyaluran kepada cabor dapat rampung dalam satu hingga dua hari atau paling lambat pada pekan berikutnya.


“Proses pencairan satu-dua hari. Minggu ini atau minggu depan bisa tuntas. Dan kita tidak ada di Kemenpora mengendap-endap, enggak ada. Kita langsung berikan,” kata Erick.


Atlet Diminta Lapor Jika Ada Pemotongan Dana


Meski pencairan anggaran dipercepat, pemerintah tetap menekankan pentingnya pengawasan penggunaan dana pelatnas. Erick bahkan meminta atlet segera melapor apabila menemukan dugaan pemotongan dana oleh pihak cabor.


Ia menegaskan pemerintah akan menindaklanjuti laporan tersebut dengan melibatkan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) apabila diperlukan.


“Kalau nanti para atlet ada yang disunat-sunat sama cabor, lapor kita. Kita periksa nanti pakai BPKP,” tegas Erick.


Langkah tersebut dilakukan agar anggaran yang telah disiapkan pemerintah benar-benar digunakan untuk mendukung kebutuhan atlet dan persiapan menuju Asian Games 2026.


Indonesia Bidik Empat Medali Emas


Selain memastikan dukungan pendanaan, pemerintah juga telah menetapkan target prestasi bagi kontingen Indonesia di Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Indonesia membidik empat medali emas dari sejumlah cabang olahraga unggulan.


Bulu tangkis, angkat besi, dan panjat tebing menjadi beberapa cabor yang diharapkan mampu menyumbangkan medali emas. Pemerintah juga membuka peluang dari cabang olahraga lain yang memiliki potensi meraih podium.


“Empat targetnya, ya ada dari bulu tangkis, dari angkat besi, panjat tebing, dan mungkin cabang-cabang olahraga lainnya yang potensinya perak siapa tahu kepleset jadi emas,” ujar Erick.


Pendanaan Pelatnas Gunakan Sistem KPI


Untuk memastikan anggaran diberikan secara lebih terarah, pemerintah menerapkan sistem Key Performance Indicator (KPI) dalam pendanaan pelatnas Asian Games 2026.


Skema tersebut membuat dukungan dana disusun berdasarkan target yang lebih spesifik. Penentuan kebutuhan tidak hanya melihat cabang olahraga secara umum, tetapi juga mempertimbangkan nomor pertandingan hingga atlet yang menjadi sasaran.


“Cabornya apa, nomornya apa, atletnya siapa. Jadi, ini benar-benar targeted,” tutur Erick.


Dengan tambahan anggaran Rp95 miliar tersebut, pemerintah berharap persiapan atlet Indonesia menuju Asian Games Aichi-Nagoya 2026 semakin optimal. Dukungan finansial yang lebih besar diharapkan dapat membantu para atlet mengejar target empat medali emas sekaligus meningkatkan peluang Indonesia bersaing di level Asia.(Rhz2797)