Notification

×

Iklan

Iklan

Kampung Adat Sade Lombok Dilalap Api, 120 Rumah Warga Dilaporkan Terbakar

Agustus 23, 2026 Last Updated 2026-08-23T04:12:06Z

Kebakaran hebat melanda kawasan wisata Kampung Adat Sade di Desa Rambitan, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB). Sedikitnya 120 unit rumah warga dilaporkan terdampak kebakaran yang terjadi pada Sabtu malam, 22 Agustus 2026.


Api yang muncul saat sebagian warga tengah beristirahat membuat suasana kampung adat mendadak panik. Petugas pemadam kebakaran bersama aparat gabungan dan warga langsung melakukan upaya pemadaman agar api tidak semakin meluas.


Hingga Minggu pagi, 23 Agustus 2026, petugas masih berada di lokasi untuk menangani kepulan asap serta melakukan proses pendinginan di area bekas kebakaran.


Kebakaran Terjadi Sekitar Pukul 22.00 Wita


Kepala Desa Rambitan, Lalu Winakse, mengatakan kebakaran terjadi pada malam hari sekitar pukul 22.00 Wita. Pemerintah desa langsung bergerak melakukan koordinasi dengan berbagai pihak untuk membantu proses pemadaman dan mengevakuasi warga yang terdampak.


Upaya penanganan dilakukan secara intensif mengingat sebagian bangunan di Kampung Adat Sade memiliki material yang mudah terbakar.


Pemerintah setempat juga terus melakukan pendataan terhadap warga serta kerugian akibat peristiwa tersebut.


Petugas Damkar dan Aparat Gabungan Dikerahkan


Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Lombok Tengah menurunkan sejumlah personel dan kendaraan pemadam ke lokasi kejadian.


Proses pemadaman sempat berdampak pada arus lalu lintas di Jalan Raya Sengkol-Mandalika. Kendaraan dan petugas pemadam bergerak menuju lokasi untuk mempercepat penanganan kebakaran.


Selain petugas pemadam, unsur TNI-Polri, pemerintah daerah, BPBD, dan masyarakat setempat juga ikut membantu membersihkan material sisa kebakaran serta memastikan tidak ada titik api yang kembali menyala.


Kepala BPBD Kabupaten Lombok Tengah, Ridwan Maruf, mengatakan petugas masih melakukan pemadaman terhadap asap dan bara yang tersisa hingga Minggu pagi. Mobil tangki air juga dikerahkan untuk mendukung proses pendinginan di lokasi.


Penyebab Kebakaran Kampung Adat Sade Masih Diselidiki


Hingga saat ini, penyebab pasti kebakaran yang melanda Kampung Adat Sade belum dapat dipastikan. Pihak berwenang masih melakukan pemeriksaan untuk mengetahui sumber api dan faktor yang memicu kebakaran tersebut.


Kemungkinan penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan, termasuk dugaan gangguan instalasi listrik maupun faktor lainnya.


Sementara itu, data sementara menunjukkan sekitar 120 rumah terdampak dalam peristiwa tersebut. Jumlah warga yang harus mengungsi dan kebutuhan tempat penampungan masih dalam proses pendataan serta pembahasan oleh pemerintah daerah.


Bantuan logistik untuk warga terdampak juga mulai dipersiapkan guna memenuhi kebutuhan dasar mereka setelah kehilangan tempat tinggal dan harta benda.


Warga Kehilangan Kain Tenun hingga Barang Berharga


Sejumlah warga mengaku tidak sempat menyelamatkan barang-barang berharga ketika api mulai membesar. Kebakaran yang terjadi secara tiba-tiba pada malam hari membuat banyak warga hanya bisa menyelamatkan diri dan keluarga.


Salah seorang warga, Amaq Imi, mengatakan sejumlah barang miliknya, termasuk kain tenun, uang, dan telepon genggam, tidak berhasil dibawa keluar dari rumah.


Warga kini berharap adanya bantuan dari pemerintah dan berbagai pihak untuk membantu mereka bangkit setelah kehilangan rumah dan harta benda akibat kebakaran tersebut.


Rumah Adat Sade Memiliki Material Tradisional


Kampung Adat Sade dikenal sebagai salah satu destinasi wisata budaya di Lombok yang mempertahankan bentuk rumah tradisional masyarakat Sasak. Bangunan rumah di kawasan tersebut menggunakan material khas yang diwariskan secara turun-temurun.


Sebagian rumah adat dibuat dengan atap dari jerami serta dinding anyaman bambu atau bedek. Lantainya menggunakan campuran tanah liat dengan bahan tradisional lainnya.


Karakter bangunan tradisional tersebut menjadi salah satu daya tarik utama Kampung Adat Sade bagi wisatawan. Namun, penggunaan sejumlah material alami juga membuat api berpotensi lebih cepat menjalar ketika terjadi kebakaran.


Saat ini, petugas dan pemerintah daerah masih fokus melakukan penanganan di lokasi, mendata seluruh dampak kebakaran, serta menyiapkan langkah bantuan bagi warga yang kehilangan tempat tinggal.


Perkembangan terkait penyebab kebakaran, jumlah pasti warga terdampak, serta langkah penanganan selanjutnya masih menunggu hasil pendataan dan penyelidikan dari pihak berwenang.(Rhz2797)