Notification

×

Iklan

Iklan

Ledakan SPPG Mojokerto Bikin Atap Ambruk, 5 Orang Jadi Korban

Agustus 14, 2026 Last Updated 2026-08-14T01:28:39Z

 Ledakan keras mengguncang Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Medali, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Kamis (13/8/2026) malam. Insiden tersebut memicu kebakaran dan menyebabkan sejumlah bagian bangunan ambruk.


Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 21.00 WIB itu mengakibatkan lima orang mengalami luka-luka. Tiga di antaranya merupakan teknisi gas yang mengalami luka bakar serius, sedangkan dua korban lainnya adalah relawan SPPG yang terluka setelah tertimpa material plafon.


Satpam SPPG Mojokerto Puri Medali, Bagianto (62), mengatakan tiga teknisi sedang melakukan perbaikan pada instalasi gas elpiji ketika ledakan terjadi. Lokasi perbaikan berada di area penyimpanan gas yang terletak di depan ruang pemorsian.


Menurut Bagianto, sebelumnya gas elpiji telah diisi. Namun, terdapat kendala sehingga gas tidak dapat keluar dan teknisi kemudian melakukan pemeriksaan serta perbaikan.


“Setelah diisi, mungkin ada kendala gasnya tidak keluar sehingga diperbaiki,” ujar Bagianto kepada wartawan di lokasi, Jumat (14/8/2026).


Tiga Teknisi Alami Luka Bakar Serius


Ledakan tersebut menyebabkan tiga teknisi mengalami luka bakar. Berdasarkan informasi terbaru, ketiga korban yakni Piter (36), Edi Suyanto (55), dan Kwin Lan (48).


Piter dilaporkan mengalami luka bakar sekitar 63 persen. Sementara Edi Suyanto dan Kwin Lan juga mengalami luka bakar serius dan mendapatkan perawatan di rumah sakit berbeda di Mojokerto.


Sebelum ledakan, tiga teknisi tersebut diketahui sedang menangani persoalan pada instalasi gas. Sumber ledakan sementara diduga berkaitan dengan persediaan gas elpiji, tetapi kepastian mengenai penyebabnya masih menunggu hasil penyelidikan.


Dua Relawan Ikut Menjadi Korban


Selain tiga teknisi, dua relawan SPPG juga mengalami cedera. Maulin Nikmah (35) dan Robiatul Adawyah (33) terluka setelah plafon ruangan persiapan runtuh akibat kuatnya ledakan.


Robiatul mengungkapkan bahwa saat kejadian dirinya sedang melakukan persiapan bahan makanan. Ledakan terdengar sangat keras dan langsung diikuti ambruknya plafon serta kondisi ruangan yang menjadi gelap.


Keduanya kemudian berusaha menyelamatkan diri dari bangunan yang mulai dipenuhi api. Kedua relawan tersebut selanjutnya mendapatkan perawatan medis.


Atap Empat Ruangan Ambruk


Dahsyatnya ledakan tidak hanya menimbulkan korban luka, tetapi juga menyebabkan kerusakan pada bangunan SPPG. Atap empat bagian bangunan dilaporkan ambruk, yakni ruang pemorsian, ruang omprengan, kantor, dan ruang rapat.


Ledakan juga disusul kebakaran yang membakar bagian atas ruang pemorsian dan ruang omprengan. Petugas pemadam kebakaran mengerahkan sedikitnya dua unit truk pemadam untuk menangani kobaran api.


Api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 22.30 WIB. Bangunan lain di sekitar lokasi, termasuk sebuah gudang sepatu di belakang SPPG, turut mengalami kerusakan pada bagian plafon akibat ledakan.


Penyebab Ledakan Masih Diselidiki


Kepala BPBD Kabupaten Mojokerto Rinaldi Rizal Sabirin mengatakan pihaknya belum dapat memastikan penyebab ledakan. BPBD saat kejadian lebih berfokus pada proses evakuasi korban dan penanganan kebakaran.


Penyelidikan terkait sumber dan penyebab ledakan selanjutnya menjadi kewenangan pihak kepolisian. Karena itu, dugaan mengenai kebocoran atau gangguan instalasi gas masih harus menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut.


SPPG Mojokerto Puri Medali sendiri merupakan dapur yang menyiapkan sekitar 3.700 porsi Makan Bergizi Gratis (MBG) setiap hari. Insiden ini membuat aktivitas di lokasi tersebut harus mendapat perhatian lebih lanjut, terutama terkait kondisi bangunan dan instalasi gas setelah kejadian.


Hingga Jumat (14/8/2026), fokus penanganan berada pada perawatan para korban, pengamanan lokasi, serta penyelidikan untuk mengetahui secara pasti penyebab ledakan yang mengguncang SPPG Mojokerto tersebut.(Rhz2797)