Kemacetan lalu lintas terjadi di sejumlah ruas jalan di Jakarta Timur pada Selasa (4/8/2026). Kepadatan kendaraan terutama terlihat di kawasan Cakung dan Ciracas.
Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta mengungkap kemacetan tersebut dipengaruhi oleh tingginya volume kendaraan yang bertepatan dengan sejumlah pekerjaan infrastruktur di lapangan.
Kepala Suku Dinas Perhubungan Jakarta Timur Harlem Simanjuntak mengatakan pihaknya bersama instansi terkait terus melakukan pengaturan lalu lintas untuk mengurangi dampak pekerjaan proyek terhadap aktivitas masyarakat.
"Kepadatan lalu lintas di sejumlah titik Jakarta Timur dipengaruhi tingginya volume kendaraan yang bertepatan dengan pekerjaan infrastruktur," kata Harlem dalam keterangannya, Selasa (4/8/2026).
Jalan Raya Bekasi Jadi Titik Kemacetan
Salah satu lokasi yang mengalami kepadatan berada di Jalan Raya Bekasi atau Jalan Sri Sultan Hamengkubuwono IX. Kemacetan terjadi dari arah Simpang Jalan Raya Pulogebang menuju Bekasi.
Selain tingginya jumlah kendaraan, kondisi tersebut diperparah dengan adanya pekerjaan peningkatan Jalan Bekasi Raya.
Saat ini terdapat dua paket pekerjaan peningkatan jalan pada jalur menuju Bekasi. Pekerjaan tersebut berada di ruas setelah Pertigaan Pulogebang hingga jembatan sebelum kawasan Harapan Indah, Bekasi.
Proyek tersebut ditargetkan selesai pada 22-23 Agustus 2026.
Harlem menjelaskan proses pengecoran jalan dilakukan pada malam hari. Namun, ruas yang telah dicor belum dapat langsung digunakan karena membutuhkan waktu untuk proses pengerasan atau curing.
Akibatnya, kapasitas jalan yang dapat dilalui kendaraan berkurang sehingga arus lalu lintas menjadi lebih padat, terutama ketika volume kendaraan meningkat.
Proyek di Ciracas Juga Bikin Arus Tersendat
Kemacetan juga terjadi di kawasan Jalan Kiwi-Jalan PKP, Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur. Di lokasi tersebut tengah berlangsung pekerjaan jacking dan pemasangan barrier beton oleh Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta.
Pekerjaan tersebut dijadwalkan berlangsung sejak 24 Juli hingga 23 Oktober 2026.
Situasi lalu lintas sempat semakin tersendat setelah alat berat excavator PC200 tiba di lokasi pada Selasa dini hari. Menurut Dishub, kedatangan alat berat tersebut belum terkoordinasi sebelumnya sehingga sempat berhenti di badan jalan.
Kondisi tersebut membuat ruang kendaraan menyempit dan hanya menyisakan satu lajur yang dapat digunakan. Akibatnya, arus lalu lintas mengalami perlambatan.
Petugas kemudian melakukan pengaturan di lokasi untuk menjaga agar kendaraan tetap dapat melintas selama pekerjaan berlangsung.
Warga Diminta Siapkan Waktu Perjalanan
Dishub DKI Jakarta mengimbau masyarakat yang hendak melintasi kawasan Cakung maupun Ciracas untuk mengantisipasi waktu perjalanan.
Pengendara juga diminta mematuhi arahan petugas di lapangan dan mempertimbangkan jalur alternatif apabila kondisi lalu lintas semakin padat.
Dishub bersama instansi terkait akan terus melakukan koordinasi dengan pelaksana proyek dan pengaturan lalu lintas agar dampak pekerjaan infrastruktur terhadap mobilitas warga dapat diminimalkan hingga proyek selesai.(Rhz2797)
