Notification

×

Iklan

Iklan

Sah! Gus Kikin Terpilih Jadi Ketua Umum PBNU Periode 2026-2031, Diputuskan Lewat Musyawarah AHWA

Agustus 31, 2026 Last Updated 2026-08-31T05:39:59Z

KH Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin resmi ditetapkan sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) untuk masa khidmah 2026-2031. Penetapan tersebut menjadi salah satu agenda penting dalam rangkaian Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU).


Keputusan itu dihasilkan melalui sidang Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) yang digelar di Gedung Serbaguna Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada Senin (31/8/2026) pagi.


Penetapan Gus Kikin sebagai Ketua Umum PBNU dibacakan oleh salah satu anggota AHWA, KH Anwar Iskandar, di hadapan peserta Muktamar ke-35 NU. Keputusan tersebut diambil setelah sembilan anggota AHWA melakukan musyawarah untuk menentukan pilihan dari lima nama calon yang telah diajukan.


“Setelah melakukan musyawarah dari lima nama calon yang diajukan, maka anggota Ahlul Halli wal Aqdi secara mufakat memutuskan untuk memilih KH Abdul Hakim atau sehari-hari disebut Gus Kikin menjadi Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama masa khidmah 2026-2031,” ujar KH Anwar Iskandar saat membacakan berita acara hasil rapat AHWA.


Musyawarah Berlangsung Sekitar 40 Menit


Proses musyawarah AHWA berlangsung secara khidmat dan relatif singkat. Sidang untuk memilih Ketua Umum PBNU periode 2026-2031 dimulai sekitar pukul 06.20 WIB dan berakhir pada pukul 07.00 WIB.


Dengan demikian, proses pengambilan keputusan berlangsung selama kurang lebih 40 menit sebelum akhirnya menghasilkan kesepakatan bersama untuk menetapkan Gus Kikin sebagai Ketua Umum PBNU.


Berita acara hasil musyawarah tersebut telah disepakati oleh sembilan anggota AHWA. Mereka adalah KH Nurul Huda Jazuli, Tgk KH Nuruzzahri Yahya atau Waled Nu, KH Baharuddin HS, KH Miftachul Akhyar, KH Afifuddin Muhajir, KH Anwar Iskandar, KH Abun Bunyamin, KH Anwar Manshur, serta Prof KH Said Aqil Siroj.


Tujuh Anggota AHWA Hadir Langsung


Dalam sidang penetapan tersebut, tujuh anggota AHWA hadir secara langsung di lokasi Muktamar ke-35 NU. Mereka di antaranya KH Miftachul Akhyar, Tgk KH Nuruzzahri Yahya, KH Afifuddin Muhajir, KH Anwar Iskandar, KH Baharuddin HS, KH Abun Bunyamin, dan KH Anwar Manshur.


Sementara dua anggota lainnya, yakni KH Nurul Huda Jazuli dan Prof KH Said Aqil Siroj, disebut diwakili oleh delegasi berdasarkan surat pernyataan yang telah ditandatangani sebelumnya.


Penetapan Ketua Umum PBNU untuk masa khidmah 2026-2031 menjadi salah satu tahapan krusial dalam pelaksanaan Muktamar ke-35 NU. Setelah keputusan AHWA diumumkan, rangkaian persidangan dilanjutkan dengan agenda pembentukan formatur sebelum Muktamar memasuki tahap penutupan.


Terpilihnya Gus Kikin melalui mekanisme musyawarah mufakat AHWA menandai dimulainya kepemimpinan baru PBNU untuk lima tahun ke depan. Selanjutnya, perhatian peserta Muktamar akan tertuju pada penyusunan kepengurusan dan langkah organisasi dalam menjalankan masa khidmah 2026-2031.(Rhz2797)