Notification

×

Iklan

Iklan

Sering Duduk Lama? Kenali Tanda Saraf Kejepit L4-L5 yang Bisa Menjalar ke Paha

Agustus 01, 2026 Last Updated 2026-08-01T07:19:42Z

Istilah saraf kejepit cukup sering digunakan untuk menggambarkan kondisi hernia nukleus pulposus (HNP), yaitu ketika bantalan di antara ruas tulang belakang mengalami perubahan posisi dan dapat menekan saraf di sekitarnya.


Kondisi tersebut bisa terjadi di berbagai bagian tulang belakang. Namun, area L4-L5, yang berada di bagian bawah tulang belakang, termasuk salah satu lokasi yang cukup sering mengalami masalah tersebut.


Spesialis bedah saraf dr M. Aulia Rahman Sp.BS-FTB, FINSS dari RS Abdi Waluyo menjelaskan, ruas L4 dan L5 berada di area tulang belakang bagian bawah, dekat dengan panggul belakang.


Menurutnya, selain L4-L5, masalah serupa juga cukup sering ditemukan pada ruas L5-S1 maupun bagian leher tertentu.


Mengapa Saraf Kejepit L4-L5 Bisa Terjadi?


Salah satu faktor yang dapat meningkatkan risiko gangguan pada tulang belakang adalah kebiasaan duduk terlalu lama dan pola hidup yang minim aktivitas fisik.


Perubahan gaya hidup modern membuat banyak orang lebih sering menghabiskan waktu dalam posisi duduk. Aktivitas sehari-hari yang sebelumnya dilakukan dengan berjalan atau bergerak kini semakin mudah dilakukan melalui layanan digital.


Kebiasaan tersebut juga banyak dialami pekerja kantoran yang menghabiskan waktu berjam-jam di depan komputer.


Menurut dr Aulia, posisi duduk dalam waktu lama dapat memberikan tekanan pada tulang belakang. Jika berlangsung terus-menerus dan disertai minimnya aktivitas fisik, kondisi tersebut dapat berkontribusi terhadap munculnya gangguan pada bantalan tulang belakang.


Gejala Saraf Kejepit L4-L5 yang Perlu Dikenali


Saraf kejepit pada area L4-L5 dapat menimbulkan sejumlah keluhan. Salah satu tanda yang perlu diperhatikan adalah nyeri atau rasa kebas yang menjalar ke bagian luar paha.


Keluhan tersebut dapat muncul bersamaan dengan rasa sakit di area punggung bawah. Nyeri dari punggung kemudian bisa terasa menjalar mengikuti jalur saraf menuju bagian tubuh tertentu.


Dr Aulia menjelaskan, nyeri di punggung dapat berkaitan dengan masalah pada tulang belakang dan bantalan antar-ruas. Sementara rasa nyeri yang menjalar ke paha dapat menjadi tanda adanya keterlibatan saraf.


Karena gejala nyeri punggung dan nyeri menjalar dapat disebabkan oleh berbagai kondisi, pemeriksaan dokter diperlukan untuk memastikan penyebabnya.


Jangan Abaikan Nyeri Punggung yang Menjalar


Nyeri punggung tidak selalu berarti saraf kejepit. Namun, apabila keluhan berlangsung berulang, semakin mengganggu aktivitas, atau disertai kebas dan rasa nyeri yang menjalar ke kaki, sebaiknya diperiksakan ke tenaga medis.


Mengenali gejala sejak awal penting agar penyebab keluhan dapat diketahui dan penanganan yang sesuai bisa diberikan.


Pada banyak kasus, dokter akan mempertimbangkan keluhan, pemeriksaan fisik, serta bila diperlukan pemeriksaan penunjang untuk menentukan apakah masalah berasal dari saraf, bantalan tulang belakang, atau kondisi lainnya.(Rhz2797)