Notification

×

Iklan

Iklan

Sosok Febrio Adiono Disorot Usai Kematian Sutrimo, Polisi Mulai Dalami

Agustus 10, 2026 Last Updated 2026-08-10T00:45:45Z


 Nama Febrio Adiono ikut menjadi sorotan dalam penyelidikan kasus kematian Sutrimo, pria yang ditemukan meninggal di sekitar Mordent Aesthetic Clinic, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.


Febrio disebut sebagai salah satu orang yang mengantarkan jasad Sutrimo. Namun, keterkaitan dan peran Febrio dalam peristiwa tersebut masih menjadi bagian dari penyelidikan aparat kepolisian.


Kasus ini mencuat setelah Sutrimo ditemukan meninggal dalam kondisi yang dinilai tidak wajar. Di media sosial, muncul informasi yang menyebut Sutrimo sebagai kepala rumah tangga (karumga) mantan Jampidsus Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah.


Hingga kini, polisi masih berupaya mengungkap penyebab pasti kematian Sutrimo. Di tengah proses tersebut, identitas dan latar belakang Febrio Adiono turut didalami.


Kejagung Benarkan Febrio Pegawai, Bukan Jaksa


Kejaksaan Agung sebelumnya memberikan penjelasan mengenai sosok Febrio Adiono. Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Anang Supriatna menyebut Febrio memang merupakan pegawai Kejaksaan Agung.


Namun, Anang menegaskan bahwa Febrio bukan seorang jaksa. Ia diketahui bekerja sebagai staf administrasi di lingkungan Kejaksaan Agung.


Febrio juga disebut pernah menjadi staf atau ajudan yang mendampingi mantan Jampidsus Febrie Adriansyah. Setelah Febrie terseret perkara tindak pidana pencucian uang (TPPU), Febrio disebut kini menjalankan tugas sebagai staf administrasi biasa.


Kejagung juga menyatakan Febrio saat ini tidak mendampingi pejabat Kejaksaan lainnya.


Sementara itu, terkait Sutrimo yang di media sosial disebut sebagai kepala rumah tangga Febrie Adriansyah, Anang mengaku tidak mengetahui informasi tersebut.


Menurut Anang, Sutrimo bukan merupakan warga Kejaksaan sehingga pihaknya tidak dapat memberikan keterangan lebih jauh mengenai status tersebut.


Polisi Dalami Keterlibatan Febrio


Polda Metro Jaya turut memberikan perhatian terhadap informasi mengenai Febrio Adiono yang disebut ikut mengantarkan jasad Sutrimo.


Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan pihak kepolisian akan mendalami terlebih dahulu kebenaran informasi mengenai status Febrio sebagai pegawai Kejaksaan Agung.


Langkah tersebut diperlukan untuk memastikan identitas serta posisi Febrio dalam rangkaian peristiwa yang berujung pada kematian Sutrimo.


Polisi hingga kini masih mengumpulkan informasi dan keterangan dari pihak-pihak yang berkaitan dengan kasus tersebut.


Kematian Sutrimo Dilaporkan ke Bareskrim


Kasus kematian Sutrimo juga telah dilaporkan ke Bareskrim Polri. Dalam laporan tersebut, kematian Sutrimo disebut memiliki kejanggalan sehingga diperlukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengetahui penyebab sebenarnya.


Pelapor meminta agar jenazah Sutrimo menjalani ekshumasi. Proses tersebut dilakukan untuk membantu penyidik memperoleh informasi medis tambahan yang dapat menjadi bagian dari penyelidikan.


Polda Metro Jaya menyatakan ekshumasi akan segera dilakukan untuk membantu mengungkap penyebab kematian Sutrimo.


Dokter Rumah Sakit Akan Dipanggil Polisi


Sebelum proses ekshumasi dilakukan, polisi juga berencana meminta keterangan dari dokter Rumah Sakit Muhammadiyah Taman Puring yang pertama kali menangani Sutrimo.


Pemeriksaan terhadap dokter tersebut dijadwalkan kembali pada pekan berikutnya. Sebelumnya, dokter yang bersangkutan disebut belum dapat memenuhi pemeriksaan yang telah dijadwalkan.


Keterangan medis dari rumah sakit menjadi salah satu bagian penting dalam penyelidikan untuk mengetahui kondisi Sutrimo ketika pertama kali mendapatkan penanganan.


Polisi akan menyampaikan perkembangan kasus secara bertahap. Termasuk hasil pemeriksaan saksi, keterangan medis, serta proses ekshumasi yang diharapkan dapat membantu mengungkap penyebab kematian Sutrimo.


Dengan demikian, sosok Febrio Adiono dan dugaan keterlibatannya dalam peristiwa tersebut masih menunggu hasil pendalaman aparat. Polisi hingga kini belum menyampaikan kesimpulan mengenai adanya keterkaitan Febrio dengan penyebab kematian Sutrimo.(Rhz2797)