Notification

×

Iklan

Iklan

5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau, Pemprov Banten Siapkan Pendampingan untuk Keluarga

September 13, 2026 Last Updated 2026-09-13T16:32:46Z


Pemerintah Provinsi Banten menyiapkan tenaga medis dan psikolog untuk mendampingi keluarga lima jurnalis yang hilang bersama kru speedboat di perairan Selat Sunda. Kapal tersebut sebelumnya berangkat menuju kawasan Gunung Anak Krakatau untuk meliput aktivitas gunung api.


Pendampingan diberikan selama proses pencarian dan penyelamatan masih berlangsung. Pemprov Banten memastikan kondisi keluarga para korban menjadi perhatian selama mereka menunggu perkembangan operasi SAR.


Gubernur Banten Andra Soni mengatakan Dinas Kesehatan telah menyiapkan tenaga medis dan psikolog untuk memberikan dukungan kepada keluarga.


“Kami dari Dinas Kesehatan menyediakan tenaga medis dan psikolog untuk mendampingi keluarga,” ujar Andra Soni dalam konferensi pers, Minggu (13/9/2026).


Keluarga Disiapkan Tempat Menginap Dekat Posko SAR


Selain dukungan medis dan psikologis, Pemprov Banten juga menyediakan tempat menginap bagi keluarga korban.


Fasilitas tersebut disiapkan agar keluarga dapat tetap berada di sekitar lokasi Posko SAR sehingga lebih mudah mendapatkan informasi mengenai perkembangan pencarian. Pemerintah daerah juga dapat melakukan pemantauan terhadap kondisi mereka.


“Kami mengarahkan mereka untuk menginap di tempat yang kami sediakan agar kami bisa mengontrol mereka,” kata Andra.


Langkah tersebut dilakukan mengingat proses pencarian masih berlangsung dan keluarga membutuhkan pendampingan selama menunggu kabar mengenai keberadaan para korban.


Speedboat Hilang Kontak Saat Menuju Gunung Anak Krakatau


Peristiwa tersebut bermula ketika speedboat yang membawa delapan orang bertolak dari Dermaga Pagedongan, Carita, menuju kawasan Gunung Anak Krakatau pada Senin, 7 September 2026 sekitar pukul 14.00 WIB.


Perjalanan menuju lokasi diperkirakan membutuhkan waktu sekitar dua jam. Namun, pada pukul 14.42 WIB, kapal dilaporkan kehilangan kontak di wilayah perairan antara Carita dan Gunung Anak Krakatau.


Komunikasi terakhir dengan kapal tercatat pada pukul 18.13 WIB. Saat itu, posisi speedboat berada di sekitar kawasan Gunung Anak Krakatau. Setelah komunikasi tersebut, kapal tidak lagi dapat dihubungi.


Delapan Orang Masih Dicari


Speedboat tersebut membawa delapan orang. Lima di antaranya merupakan jurnalis yang hendak melakukan peliputan, sementara tiga lainnya terdiri atas kapten kapal, anak buah kapal (ABK), dan pemandu.


Berikut identitas delapan orang yang hingga kini masih dalam pencarian:


  • Warta, 55 tahun – kapten kapal
  • Surakman, 60 tahun – ABK
  • Heriyanto, 49 tahun – pemandu
  • M. Bagus Khoirunnas – pewarta foto ANTARA
  • Arie Basuki – pewarta foto Merdeka.com
  • Yudistiro Pranoto, 43 tahun – pewarta foto iNews.id
  • Firdaus Wajidi – jurnalis Anadolu Agency
  • Donal Husni – jurnalis freelance


Hilangnya delapan orang tersebut menjadi perhatian berbagai pihak. Operasi pencarian terus dilakukan untuk menemukan keberadaan speedboat beserta seluruh penumpang dan kru yang berada di dalamnya.


Pemprov Banten juga terus berkoordinasi dengan tim SAR dan unsur terkait untuk memastikan proses pencarian berjalan optimal sekaligus memberikan pendampingan kepada keluarga selama masa pencarian.(Rhz2797)