Notification

×

Iklan

Iklan

Masker KF95 Mulai Susah Dicari di Pasar Asemka, Warga Berburu di Tengah Abu Vulkanik

September 07, 2026 Last Updated 2026-09-07T07:05:31Z

 Masker jenis KF95 mulai sulit ditemukan di sejumlah titik penjualan di Jakarta seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat untuk melindungi diri dari paparan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.


Kondisi tersebut salah satunya terlihat di kawasan Pasar Asemka, Jakarta. Sejumlah warga mulai mencari masker dengan tingkat perlindungan yang dinilai lebih sesuai untuk menghadapi kondisi udara yang terdampak sebaran abu vulkanik.


Salah satu pedagang masker di Pasar Asemka, Eko, mengatakan KF95 dan masker model duckbill menjadi produk yang paling banyak ditanyakan pembeli dalam beberapa hari terakhir.


"Yang banyak dicari tipe KF95, duckbill," ujar Eko saat ditemui pada Senin (7/9/2026).


Stok KF95 dan Duckbill Kosong


Tingginya permintaan ternyata belum diikuti dengan ketersediaan barang. Eko mengatakan stok KF95 dan masker duckbill di tokonya sudah tidak tersedia.


Menurut dia, kondisi tersebut membuat dirinya belum bisa memastikan harga terbaru kedua jenis masker tersebut. Sebelum mengalami kelangkaan, masker KF95 biasanya dijual sekitar Rp20 ribu.


"Biasanya dijual Rp20 ribu, sekarang nggak tahu, soalnya dari kemarin barangnya nggak ada," katanya.


Eko menyebut kekosongan stok telah berlangsung sejak sehari sebelumnya. Permintaan yang meningkat membuat beberapa produk masker menjadi lebih cepat habis dibandingkan kondisi normal.


Sejumlah Merek Masker Ikut Sulit Didapat


Bukan hanya KF95 dan duckbill yang mengalami masalah ketersediaan. Beberapa merek masker lainnya juga disebut mulai sulit diperoleh di pasaran.


Eko menyebut produk dengan merek Muson, I Care, dan One Care termasuk yang stoknya sedang bermasalah.


"Barang merek Muson, I Care, One Care lagi susah tuh barangnya," ujarnya.


Kondisi ini menunjukkan adanya peningkatan permintaan masker secara bersamaan, terutama setelah abu vulkanik Gunung Anak Krakatau terpantau menyebar ke sejumlah wilayah.


Warga Jakarta Mulai Cari Masker Pelindung


Sebaran abu vulkanik Anak Krakatau turut meningkatkan kewaspadaan masyarakat di wilayah yang berpotensi terdampak, termasuk Jakarta, Banten, dan Lampung.


Masker menjadi salah satu perlengkapan yang banyak dicari warga untuk mengurangi paparan partikel di udara. Kondisi tersebut kemudian berdampak pada permintaan sejumlah jenis masker di toko fisik maupun platform perdagangan daring.


Meski demikian, masyarakat tetap disarankan memperhatikan kualitas masker dan menggunakannya sesuai kebutuhan, terutama ketika berada di luar ruangan atau di wilayah yang kualitas udaranya terdampak abu vulkanik.


Keluhan Harga Masker Melonjak di Marketplace


Di tengah meningkatnya permintaan, keluhan mengenai harga masker yang disebut melonjak tajam juga muncul di media sosial.


Salah satu pengguna Threads dengan akun @lydixxxxxxxxx mengaku mengalami perubahan harga ketika hendak membeli masker melalui sebuah toko daring. Ia menyebut harga yang sebelumnya berada di kisaran Rp200 ribu berubah menjadi sekitar Rp1,3 juta ketika transaksi hendak dilakukan.


Pengguna tersebut menduga perubahan harga berkaitan dengan kondisi stok yang disebut sudah habis. Namun, unggahan tersebut merupakan pengalaman pribadi pengguna dan belum menjadi bukti bahwa seluruh penjual masker di marketplace menaikkan harga dengan pola yang sama.


Fenomena tersebut menjadi perhatian karena kebutuhan masker meningkat bersamaan dengan kondisi darurat akibat sebaran abu vulkanik. Masyarakat pun diimbau tetap membandingkan harga dan memastikan ketersediaan barang sebelum melakukan pembelian.


Permintaan Masker Diperkirakan Masih Tinggi


Selama abu vulkanik masih menyebar dan masyarakat di sejumlah wilayah meningkatkan kewaspadaan, kebutuhan terhadap masker berpotensi tetap tinggi.


Pedagang di Pasar Asemka kini menghadapi situasi ketika produk yang paling banyak dicari justru mengalami kekosongan stok. Ketersediaan barang dan perkembangan harga selanjutnya masih bergantung pada pasokan dari distributor serta kondisi permintaan di lapangan.


Masyarakat yang membutuhkan masker sebaiknya membeli sesuai kebutuhan dan tidak melakukan pembelian berlebihan. Pemantauan informasi resmi terkait perkembangan abu vulkanik juga penting agar perlindungan diri dapat disesuaikan dengan kondisi terbaru.(Rhz2797)