Kebakaran besar melanda kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Galuga di Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Api dilaporkan bermula dari area lahan pertanian yang berada di sekitar lokasi sebelum akhirnya merembet ke kawasan TPA.
Kebakaran tersebut terjadi sejak sore hari dan membuat petugas pemadam kebakaran bersama sejumlah unsur gabungan dikerahkan ke lokasi untuk melakukan penanganan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, api mulai terlihat sekitar pukul 17.00 WIB. Dalam sejumlah rekaman yang beredar, kobaran api tampak cukup besar di area lahan yang berada di seberang TPA Galuga.
Sejumlah warga juga terlihat mendatangi kawasan tersebut untuk menyaksikan proses pemadaman.
Api Merembet hingga Area TPA Galuga
Seiring berjalannya waktu, api terus meluas dan akhirnya mencapai area TPA Galuga. Petugas pemadam kebakaran langsung berupaya mengendalikan kobaran api agar tidak semakin meluas ke area lain.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Bogor, Yudi Santosa, sebelumnya menyampaikan bahwa api telah merambat hingga ke kawasan tempat pembuangan sampah.
Meski demikian, tidak ada laporan mengenai korban jiwa dalam peristiwa kebakaran tersebut.
Untuk mempercepat proses pemadaman, sejumlah armada gabungan dikerahkan ke lokasi. Petugas melibatkan delapan unit mobil pemadam kebakaran, dua unit dari BPBD, serta dukungan satu unit dari unsur lainnya.
Bupati Bogor Ungkap Asal Api
Bupati Bogor Rudy Susmanto menjelaskan bahwa titik awal kebakaran bukan berasal dari timbunan sampah aktif di TPA Galuga.
Menurutnya, api pertama kali muncul dari area ladang atau lahan pertanian yang lokasinya bersebelahan dengan kawasan TPA.
Kobaran api kemudian merembet hingga ke sejumlah area pembuangan sampah lama.
Sampah yang terdampak kebakaran disebut berada di lokasi pembuangan yang sudah tidak lagi digunakan oleh Pemerintah Kabupaten Bogor maupun Pemerintah Kota Bogor.
Luas Area Terbakar Capai 5 Hektare
Berdasarkan pemantauan di lokasi, luas area yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai sekitar 5 hektare.
Hingga pemantauan terakhir, petugas masih berupaya memadamkan sedikitnya empat titik api yang masih menyala.
Kondisi arah angin juga menjadi perhatian serius karena berpotensi memengaruhi pergerakan api. Angin yang bergerak ke arah timur membuat petugas harus melakukan langkah antisipasi agar kebakaran tidak kembali meluas.
Untuk membatasi perambatan api, tiga unit alat berat jenis ekskavator atau beko dikerahkan untuk membuat parit di sepanjang garis hijau yang menjadi area pembatas.
Warga dan Pemulung Diminta Dievakuasi
Wakil Bupati Bogor Ade Ruhandi atau Jaro Ade meminta agar keselamatan masyarakat menjadi perhatian utama dalam penanganan kebakaran TPA Galuga.
Ia meminta petugas melakukan penyisiran terhadap warga dan pemulung yang masih berada di sekitar kawasan TPA.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan tidak ada masyarakat yang berada di area berbahaya, terutama di lokasi yang berdekatan dengan titik kebakaran.
Sejumlah pemulung dilaporkan masih berada di tenda-tenda sekitar kawasan TPA saat kebakaran terjadi. Pemerintah meminta mereka untuk sementara meninggalkan lokasi dan kembali ke tempat yang lebih aman.
Rumah-rumah warga yang berada dekat dengan area kebakaran juga menjadi perhatian agar dapat segera dikosongkan jika kondisi di lapangan dinilai membahayakan.
Warga Diminta Tak Berkerumun di Lokasi Kebakaran
Selain proses evakuasi, pemerintah juga mengimbau masyarakat untuk tidak mendekati lokasi kebakaran hanya untuk menyaksikan proses pemadaman.
Keberadaan banyak warga di sekitar lokasi dilaporkan sempat menghambat akses kendaraan petugas, terutama akibat banyaknya kendaraan yang diparkir di sekitar area kebakaran.
Kondisi tersebut membuat akses mobil pemadam kebakaran menuju lokasi menjadi lebih sulit.
Petugas pun terus melakukan upaya pemadaman dan pengamanan di kawasan TPA Galuga. Masyarakat diimbau untuk menjauhi area kebakaran, tidak menghalangi akses kendaraan petugas, serta mengikuti arahan dari pihak berwenang demi keselamatan bersama.(Rhz2797)
