Notification

×

Iklan

Iklan

BGN Coret 1.653 Sekolah dari Penerima MBG, Daerah 3T dan Stunting Tinggi Jadi Prioritas

September 11, 2026 Last Updated 2026-09-11T08:28:31Z

Badan Gizi Nasional (BGN) melakukan penyesuaian sasaran penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Sebanyak 1.653 satuan pendidikan dicoret dari daftar penerima program, sementara layanan MBG akan lebih diprioritaskan untuk wilayah yang memiliki tingkat kebutuhan lebih tinggi.


Prioritas tersebut mencakup daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) serta wilayah dengan angka stunting yang tinggi.


Sekolah yang tidak lagi masuk dalam daftar penerima MBG disebut merupakan satuan pendidikan bertaraf internasional dan dinilai telah memiliki kemandirian finansial tanpa bergantung pada dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).


BGN Prioritaskan Sekolah di Wilayah 3T


Kepala BGN, Sudaryono, mengatakan perluasan layanan Program Makan Bergizi Gratis dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan hasil pemetaan kebutuhan di berbagai daerah.


Menurutnya, satuan pendidikan yang berada di wilayah 3T serta daerah dengan angka stunting tinggi menjadi kelompok yang akan diprioritaskan dalam pengembangan layanan MBG.


"Prioritas kami tentu saja adalah sekolah-sekolah atau satuan pendidikan yang berada di wilayah 3T, terdepan, terluar, dan tertinggal, serta wilayah-wilayah lain yang angka stunting-nya tinggi dan tinggi sekali," ujar Sudaryono di Jakarta, Jumat (11/9/2026).


Maluku dan Papua Jadi Fokus Perluasan MBG


Sudaryono menyebut Maluku dan Papua menjadi salah satu wilayah utama yang akan mendapat perhatian dalam perluasan Program Makan Bergizi Gratis.


Berdasarkan pendataan BGN, masih terdapat sekitar 15.000 satuan pendidikan di wilayah Maluku dan Papua yang belum mendapatkan layanan program MBG.


Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan kedua wilayah tersebut masuk dalam daftar prioritas pemerintah.


"Contoh saja misalnya di Maluku dan di Papua, ada sekitar 15.000 satuan pendidikan yang belum terlayani. Tentu saja wilayah-wilayah seperti di Maluku dan Papua ini menjadi prioritas," jelasnya.


Selain Maluku dan Papua, BGN juga akan memperluas layanan ke daerah lain yang memiliki angka stunting tinggi dan wilayah 3T yang tersebar di berbagai daerah Indonesia.


BGN Akan Buka SPPG di Wilayah Prioritas


Untuk mendukung perluasan cakupan Program MBG, BGN berencana membuka Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di sejumlah wilayah yang menjadi prioritas.


Pembukaan SPPG atau dapur penyedia makanan bergizi tersebut akan dilakukan secara bertahap dan disesuaikan dengan kebutuhan serta kesiapan di masing-masing daerah.


"Kami akan segera membuka SPPG, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi, di tempat-tempat prioritas tadi secara bertahap dan terukur," kata Sudaryono.


Ia menegaskan, perluasan layanan MBG tidak hanya mengejar jumlah penerima manfaat. BGN juga ingin memastikan pelaksanaan program berjalan dengan aman, efisien, dan tepat sasaran.


Karena itu, pembukaan dapur SPPG akan mempertimbangkan kesiapan di lapangan agar distribusi makanan bergizi dapat berjalan sesuai dengan tujuan program.


Dengan penyesuaian sasaran ini, BGN berharap Program Makan Bergizi Gratis dapat lebih fokus menjangkau kelompok dan wilayah yang memiliki kebutuhan lebih besar, terutama daerah 3T serta kawasan dengan persoalan stunting yang masih tinggi.(Rhz2797)