Notification

×

Iklan

Iklan

Demo Buruh di DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih Ditutup dan Lalu Lintas Macet

September 10, 2026 Last Updated 2026-09-10T07:30:06Z


Aliansi buruh yang tergabung dalam Koalisi Besar Perjuangan Buruh Indonesia (KBPBI) menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (10/9/2026).


Aksi tersebut berdampak pada arus lalu lintas di kawasan Jakarta Pusat. Massa buruh menutup dua lajur Jalan Kebon Sirih dari arah Jalan MH Thamrin menuju kawasan Tugu Tani.


Pantauan di lokasi, aksi tersebut diikuti oleh sejumlah organisasi pekerja, di antaranya Federasi Serikat Pekerja Logam, Elektronik, dan Mesin (FSP LEM), Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI), serta sejumlah serikat pekerja lainnya.


Para peserta aksi terlihat mengenakan atribut dan seragam organisasi masing-masing. Mereka juga membawa berbagai bendera serta spanduk berisi tuntutan kepada pemerintah dan parlemen.


Mobil Komando Diparkir di Depan Gedung DPRD DKI


Dalam aksi tersebut, massa buruh membawa mobil komando yang diparkir tepat di depan gerbang masuk Gedung DPRD DKI Jakarta.


Sejumlah orator secara bergantian menyampaikan aspirasi dari atas mobil komando. Salah satu tuntutan utama dalam aksi tersebut adalah percepatan pembahasan RUU Perlindungan Ketenagakerjaan.


Ketua DPD LEM DKI Jakarta, Suprapto, mengatakan aksi tersebut merupakan bentuk protes terhadap proses pembahasan RUU Perlindungan Ketenagakerjaan yang dinilai belum menunjukkan perkembangan signifikan.


Menurutnya, rancangan undang-undang tersebut memiliki target pengesahan pada akhir Oktober 2026. Namun hingga saat ini, para buruh menilai belum ada pembahasan yang serius di parlemen.


Suprapto menilai kondisi tersebut membuat para pekerja semakin khawatir, terutama di tengah tekanan ekonomi dan persoalan ketenagakerjaan yang masih dihadapi buruh.


Buruh Minta DPRD DKI Terima Audiensi


Massa aksi juga mendesak DPRD DKI Jakarta untuk menerima perwakilan buruh dalam sebuah audiensi.


Melalui audiensi tersebut, buruh berharap DPRD DKI dapat ikut menyampaikan aspirasi mereka kepada DPR RI agar pembahasan RUU Perlindungan Ketenagakerjaan segera dilakukan dan dapat diselesaikan sesuai target.


Suprapto menegaskan, aksi serupa berpotensi terus dilakukan apabila aspirasi para pekerja tidak mendapat respons.


Buruh bahkan membuka kemungkinan menggelar aksi dengan jumlah massa yang lebih besar jika tidak ada langkah konkret terkait tuntutan mereka.


Jalan Kebon Sirih Macet hingga Kawasan Monas


Penutupan sebagian ruas Jalan Kebon Sirih menyebabkan arus lalu lintas di kawasan tersebut mengalami kemacetan.


Kepadatan kendaraan dilaporkan terjadi hingga persimpangan Jalan MH Thamrin dan kawasan sekitar Monas di Jalan Medan Merdeka Barat.


Pengendara yang melintas di kawasan Jakarta Pusat pun terdampak akibat aksi unjuk rasa tersebut.


Aksi Buruh Digelar Serentak di 30 Daerah


Aksi di depan Gedung DPRD DKI Jakarta merupakan bagian dari gerakan serentak yang dilakukan di berbagai daerah.


KBPBI sebelumnya menyebut aksi tersebut digelar secara simbolik di sekitar 30 daerah dengan melibatkan puluhan ribu perwakilan buruh.


Ketua Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI), Sunarno, sebelumnya memperkirakan sekitar 50.000 perwakilan buruh akan terlibat dalam aksi di berbagai wilayah.


Menurut Sunarno, gerakan tersebut menjadi bagian dari upaya buruh mengawal pembahasan RUU Perlindungan Ketenagakerjaan.


Para buruh berharap regulasi yang nantinya disahkan dapat memberikan perlindungan yang lebih kuat bagi pekerja di Indonesia.


Magang hingga Cuti Haid Jadi Sorotan


Dalam aksi tersebut, buruh juga menyoroti sejumlah persoalan yang dinilai belum berpihak kepada pekerja.


Beberapa isu yang menjadi perhatian antara lain terkait sistem magang, outsourcing, upah minimum, hingga hak cuti haid.


KBPBI menyebut terdapat puluhan pasal yang menjadi perhatian mereka dalam pembahasan regulasi ketenagakerjaan, dengan sejumlah poin utama menjadi fokus perjuangan buruh.


Apabila aksi serentak yang digelar pada Kamis ini belum mendapatkan respons dari parlemen, kelompok buruh menyatakan siap menggelar aksi lanjutan dengan skala lebih besar.


Salah satu lokasi yang berpotensi menjadi titik aksi berikutnya adalah kawasan depan Gedung DPR/MPR RI di Jakarta.(Rhz2797)