Dua mahasiswa laki-laki yang tengah mengikuti program Kuliah Kerja Nyata (KKN) diamankan warga setelah diduga melakukan tindakan yang dianggap tidak pantas di ruang publik di wilayah Kecamatan Cianjur, Kabupaten Cianjur.
Peristiwa tersebut terjadi di sekitar Gang Rinjani, Kelurahan Sayang, pada Kamis malam (27/8/2026) sekitar pukul 21.00 WIB. Setelah diamankan warga, kedua mahasiswa tersebut akhirnya diserahkan kepada aparat kepolisian untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Berdasarkan informasi yang beredar, kejadian pertama kali diketahui oleh seorang petugas keamanan di lingkungan sekitar. Awalnya, ia mengira kedua pemuda tersebut hanya sedang duduk dan berbincang di area sebuah warung yang sudah tutup.
Namun setelah memperhatikan situasi lebih lanjut, saksi melihat adanya interaksi fisik di antara keduanya. Kejadian tersebut kemudian menarik perhatian warga di sekitar lokasi.
Sempat Berlari ke Posko KKN
Saat menyadari keberadaan mereka diperhatikan, kedua mahasiswa tersebut dilaporkan meninggalkan lokasi dan berlari menuju arah Gang Rinjani.
Sejumlah warga kemudian melakukan pencarian hingga keduanya ditemukan di posko tempat kelompok peserta KKN tinggal. Warga selanjutnya membawa kedua mahasiswa tersebut ke kediaman salah seorang tokoh masyarakat untuk memastikan identitas mereka.
Setelah proses tersebut, keduanya diserahkan kepada pihak kepolisian guna mendapatkan penanganan sesuai prosedur yang berlaku.
Polisi Benarkan Kedua Mahasiswa Telah Diamankan
Kapolsek Cianjur Kompol Yadi Kusyadi membenarkan adanya dua mahasiswa peserta KKN yang diamankan terkait peristiwa tersebut.
Kedua mahasiswa itu kemudian dilimpahkan ke Mapolres Cianjur untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Hingga saat ini, pihak kepolisian masih mendalami kronologi dan fakta-fakta yang berkaitan dengan kejadian tersebut.
Polisi juga belum menyampaikan secara rinci mengenai status hukum kedua mahasiswa maupun langkah hukum yang akan diambil setelah pemeriksaan selesai.
Aliansi BEM Cianjur Minta Ada Evaluasi
Peristiwa tersebut turut mendapat perhatian dari Aliansi BEM Cianjur (ABC). Mereka mendorong pihak perguruan tinggi untuk melakukan evaluasi terhadap pembinaan karakter, pemahaman kode etik, serta pengawasan mahasiswa selama menjalani program KKN.
Meski demikian, ABC mengingatkan agar evaluasi atas kejadian tersebut tidak berkembang menjadi stigma terhadap seluruh mahasiswa maupun institusi perguruan tinggi.
Menurut mereka, setiap persoalan perlu dilihat secara proporsional berdasarkan fakta dan hasil pemeriksaan yang dilakukan pihak berwenang.
Polisi Masih Mendalami Peristiwa
Saat ini, penanganan perkara masih berada dalam tahap pemeriksaan oleh pihak kepolisian. Hasil pendalaman di Mapolres Cianjur nantinya akan menjadi dasar bagi aparat untuk menentukan langkah selanjutnya.
Publik pun diimbau untuk tidak terburu-buru menarik kesimpulan sebelum seluruh fakta dan keterangan terkait peristiwa tersebut terungkap secara jelas.
Kasus ini sekaligus menjadi perhatian terkait pentingnya menjaga sikap dan mematuhi aturan serta norma yang berlaku selama menjalankan kegiatan di tengah masyarakat, termasuk dalam program pengabdian seperti Kuliah Kerja Nyata atau KKN.(Rhz2797)
