GPS tracker selama ini dikenal sebagai perangkat untuk mengetahui posisi kendaraan. Namun, perkembangan teknologi telematika membuat fungsi perangkat tersebut semakin luas.
Data yang dikumpulkan kini tidak hanya berupa lokasi kendaraan. Sistem telematika dapat mengolah berbagai informasi perjalanan, seperti kecepatan, rute, pengereman mendadak, akselerasi, hingga pola penggunaan kendaraan secara real-time.
Perkembangan tersebut membuat GPS tracker mulai bergeser dari sekadar alat pelacak menjadi bagian dari sistem fleet management berbasis data.
GPS Tracker Bisa Pantau Perilaku Pengemudi
Salah satu fungsi yang semakin banyak digunakan dalam teknologi telematika adalah pemantauan perilaku pengemudi.
Data kendaraan dapat memberikan gambaran mengenai bagaimana sebuah kendaraan digunakan selama perjalanan. Kecepatan berlebih, pengereman mendadak, akselerasi agresif, hingga pola perjalanan tertentu dapat menjadi indikator dalam evaluasi berkendara.
Data tersebut dapat digunakan perusahaan sebagai bahan pembinaan dan evaluasi pengemudi. Dengan begitu, penilaian tidak hanya mengandalkan laporan setelah perjalanan, tetapi juga dapat mengacu pada rekam aktivitas kendaraan.
CEO PT GPSKU Karya Indonesia, Mh. Arya, mengatakan pemanfaatan teknologi tersebut ikut mengubah cara perusahaan menangani persoalan operasional.
Menurutnya, perusahaan mulai beralih dari pola kerja reaktif, yakni menangani masalah setelah terjadi, menuju pendekatan yang lebih proaktif dengan memanfaatkan data kendaraan.
Telematika Bantu Tingkatkan Efisiensi Armada
Manfaat teknologi telematika tidak hanya berkaitan dengan keselamatan berkendara. Data kendaraan juga dapat dimanfaatkan untuk mengevaluasi efisiensi operasional.
Informasi mengenai rute perjalanan, misalnya, dapat membantu perusahaan melihat pola penggunaan jalur dan mengidentifikasi peluang untuk mengoptimalkan perjalanan.
Pemantauan real-time juga memungkinkan perusahaan mengetahui kondisi perjalanan armada tanpa harus sepenuhnya mengandalkan laporan manual dari pengemudi.
Fungsi ini menjadi semakin relevan bagi perusahaan yang mengoperasikan banyak kendaraan. Semakin besar jumlah armada, semakin kompleks pula proses pemantauan apabila seluruhnya dilakukan secara manual.
Bisa Membantu Meningkatkan Keamanan Kendaraan
GPS tracker berbasis telematika juga dapat dimanfaatkan sebagai bagian dari sistem keamanan kendaraan.
Dengan pelacakan lokasi secara real-time, perusahaan dapat mengetahui posisi armada selama perjalanan. Fitur geofencing juga memungkinkan perusahaan menetapkan wilayah tertentu dan mendapatkan peringatan ketika kendaraan bergerak keluar dari area yang telah ditentukan.
Pada perangkat tertentu, terdapat pula fitur remote engine cut-off yang memungkinkan mesin kendaraan dimatikan dari jarak jauh dengan otorisasi yang sesuai.
GPSKU menyebut evaluasi internal mereka menunjukkan adanya penurunan kasus kehilangan kendaraan pada sejumlah klien korporat. Namun, angka tersebut merupakan hasil evaluasi internal perusahaan dan tidak dapat digeneralisasi sebagai gambaran penurunan kasus kehilangan kendaraan secara keseluruhan.
Digunakan di Logistik hingga Pertambangan
Pemanfaatan teknologi telematika kini juga menjangkau berbagai sektor yang bergantung pada kendaraan dan alat berat.
Di sektor logistik, misalnya, data kendaraan dapat digunakan untuk memantau perjalanan, mengevaluasi rute, serta membantu perusahaan memperoleh informasi pengiriman secara lebih akurat.
Sementara itu, perusahaan pertambangan dan perkebunan memiliki tantangan berbeda karena armada dapat beroperasi di wilayah dengan konektivitas jaringan yang terbatas.
Beberapa sistem telematika memiliki kemampuan menyimpan data sementara ketika koneksi terputus. Data tersebut kemudian dapat disinkronkan kembali setelah koneksi tersedia.
GPS Tracker Bisa Terhubung dengan Sensor Suhu
Teknologi telematika juga dapat dikombinasikan dengan berbagai sensor tambahan sesuai kebutuhan industri.
Pada distribusi produk makanan beku atau industri farmasi, misalnya, perangkat pelacak dapat diintegrasikan dengan sensor suhu untuk memantau kondisi rantai dingin.
Kombinasi informasi lokasi dan temperatur memungkinkan perusahaan mengetahui perjalanan kendaraan sekaligus memantau kondisi suhu muatan selama proses distribusi.
Dengan demikian, data yang dihasilkan bukan hanya menjawab pertanyaan mengenai di mana kendaraan berada, tetapi juga memberikan informasi mengenai kondisi muatan selama perjalanan.
Kendaraan Mulai Menjadi Sumber Data
Perkembangan telematika membuat kendaraan tidak lagi hanya dipandang sebagai aset operasional. Kendaraan juga dapat menjadi sumber data yang terhubung dengan dashboard perusahaan maupun berbagai platform digital.
Head of Marketing GPSKU, Ihsan, mengatakan kemampuan mengolah data kendaraan akan semakin penting dalam pengelolaan armada.
Bagi perusahaan, pemanfaatan data tersebut dapat membantu proses pengambilan keputusan terkait keselamatan, efisiensi perjalanan, keamanan aset, hingga pengelolaan operasional.
Pada akhirnya, perkembangan GPS tracker berbasis telematika menunjukkan perubahan fungsi teknologi pelacakan kendaraan. Dari yang awalnya hanya digunakan untuk mengetahui titik lokasi, kini sistem tersebut dapat menyediakan data mengenai perjalanan, perilaku berkendara, keamanan kendaraan, hingga kondisi operasional armada.
Bagi perusahaan dengan jumlah kendaraan yang besar, pengelolaan data tersebut dapat menjadi salah satu bagian dari upaya membangun sistem manajemen armada yang lebih terukur.(Rhz2797)
