Notification

×

Iklan

Iklan

Mau Kuliah ke Luar Negeri Tanpa Interview? Ini 5 Beasiswa yang Bisa Jadi Pilihan

September 25, 2026 Last Updated 2026-09-25T08:27:52Z

Proses seleksi beasiswa luar negeri sering kali identik dengan wawancara. Namun, tidak semua program menjadikan interview sebagai tahapan utama dalam seleksi beasiswanya.


Sejumlah program beasiswa internasional lebih banyak menilai calon penerima berdasarkan dokumen pendaftaran, rekam akademik, kondisi finansial, pengalaman, hingga kesesuaian kandidat dengan kriteria program.


Meski demikian, calon pendaftar tetap perlu membaca ketentuan resmi masing-masing program. Sebab, proses penerimaan mahasiswa di universitas tujuan dapat memiliki mekanisme tersendiri dan ketentuan beasiswa juga dapat berubah setiap tahun.


Berikut lima program beasiswa luar negeri yang dapat menjadi referensi bagi calon mahasiswa Indonesia.


1. France Excellence Eiffel Scholarship – Prancis


France Excellence Eiffel Scholarship merupakan program Pemerintah Prancis yang ditujukan bagi mahasiswa internasional untuk jenjang master dan doktoral (PhD).


Program ini ditujukan untuk menarik mahasiswa internasional berprestasi ke perguruan tinggi Prancis, khususnya pada bidang studi prioritas yang ditetapkan dalam program Eiffel.


Untuk kampanye 2026, batas usia yang ditetapkan adalah maksimal 29 tahun untuk jenjang master dan 35 tahun untuk jenjang doktoral. Pendaftaran juga tidak dilakukan secara langsung oleh mahasiswa ke Campus France. Kandidat harus diajukan oleh perguruan tinggi Prancis.


Untuk penerima beasiswa 2026, tunjangan bulanan ditetapkan sebesar €1.200 untuk master dan €2.100 untuk doktoral, ditambah sejumlah layanan seperti transportasi internasional, transportasi nasional, asuransi, bantuan pencarian tempat tinggal, serta kegiatan budaya.


Namun, biaya kuliah tidak ditanggung oleh program Eiffel secara langsung.


2. Romanian Government Scholarship – Rumania


Romanian Government Scholarship merupakan program beasiswa Pemerintah Rumania melalui Kementerian Luar Negeri untuk warga negara non-Uni Eropa.


Program ini tersedia untuk jenjang S1, S2, dan S3. Bidang Kedokteran, Kedokteran Gigi, dan Farmasi tidak termasuk dalam pilihan program.


Untuk jenjang S1 dan S2, program yang tersedia menggunakan bahasa Rumania dan penerima yang belum menguasai bahasa tersebut dapat memperoleh tahun persiapan bahasa.


Proses seleksi dilakukan berdasarkan berkas dan persyaratan yang ditentukan penyelenggara. Namun, terdapat pengecualian penting: kandidat PhD wajib memperoleh persetujuan tertulis dari calon pembimbing dan menjalani admission interview.


Karena itu, Romanian Government Scholarship lebih tepat disebut sebagai program yang pada jenjang tertentu tidak mencantumkan wawancara beasiswa sebagai tahap utama, bukan sebagai beasiswa yang sepenuhnya bebas wawancara.


Untuk periode 2026–2027, pendaftaran dibuka hingga 31 Maret 2026 dan kini sudah ditutup.


3. VLIRUOS ICP Connect – Belgia


Program VLIRUOS ICP Connect memberikan kesempatan kepada mahasiswa dari negara-negara yang memenuhi daftar kelayakan untuk mengikuti program pendidikan internasional di universitas atau institusi pendidikan tinggi di Flanders, Belgia.


Program ini tersedia untuk sejumlah program studi internasional yang diajarkan dalam bahasa Inggris. Untuk periode 2026–2027, pendaftar dari 29 negara yang memenuhi ketentuan dapat mengikuti seleksi.


Persyaratan usia juga berbeda berdasarkan jenjang. Kandidat bachelor atau initial master tidak boleh berusia lebih dari 35 tahun pada 1 Januari tahun masuk, sedangkan kandidat advanced master maksimal 45 tahun.


Seleksi melibatkan proses pendaftaran program, pemeriksaan kelayakan dan penilaian kandidat sesuai mekanisme VLIRUOS serta institusi pendidikan terkait.


Untuk tahun akademik 2026–2027, periode pendaftarannya sudah berakhir. VLIRUOS memperkirakan panggilan untuk periode 2027–2028 akan dibuka sekitar pertengahan November 2026.


4. UCL Global Undergraduate Scholarship – Inggris


Bagi calon mahasiswa yang ingin menempuh pendidikan S1 di Inggris, UCL Global Undergraduate Scholarship dapat menjadi salah satu program yang perlu diperhatikan.


University College London (UCL) menyediakan beasiswa ini untuk mahasiswa internasional dari latar belakang berpenghasilan rendah yang ingin mengikuti pendidikan undergraduate secara penuh waktu.


Untuk 2026, UCL menyediakan 10 beasiswa yang mencakup biaya kuliah penuh dan tunjangan pemeliharaan, serta 23 beasiswa lain yang mencakup biaya kuliah penuh. Seleksi beasiswa mencantumkan kebutuhan finansial sebagai salah satu kriteria utama.


Pendaftar harus terlebih dahulu mengajukan permohonan masuk ke program S1 UCL yang memenuhi ketentuan.


Untuk periode 2026, batas pendaftaran beasiswa adalah 27 April 2026. Artinya, pendaftaran untuk tahun akademik tersebut telah berakhir dan calon mahasiswa perlu menunggu informasi resmi untuk periode berikutnya.


5. SI Scholarship for Global Professionals – Swedia


Swedish Institute juga memiliki SI Scholarship for Global Professionals, yaitu beasiswa untuk mahasiswa internasional yang ingin menempuh program master tertentu di Swedia.


Untuk tahun akademik 2026–2027, pendaftar harus terlebih dahulu mendaftarkan program master yang memenuhi syarat melalui University Admissions sebelum memasukkannya ke aplikasi beasiswa Swedish Institute.


Portal resmi Swedish Institute menyediakan daftar program master yang memenuhi syarat dan mekanisme pengajuan secara daring.


Karena persyaratan dan daftar program dapat berubah setiap periode, calon pendaftar sebaiknya tidak hanya mengandalkan informasi dari media sosial atau artikel lama. Persyaratan terbaru harus diperiksa langsung melalui portal Swedish Institute sebelum mendaftar.


Tidak Ada Interview Bukan Berarti Seleksinya Mudah


Tidak adanya wawancara dalam suatu tahapan seleksi bukan berarti persaingan beasiswa menjadi ringan.


Penyelenggara tetap dapat menilai berbagai aspek, mulai dari prestasi akademik, kelengkapan dokumen, latar belakang kandidat, kondisi finansial, pengalaman, hingga kesesuaian dengan program studi.


Selain itu, perlu dibedakan antara seleksi beasiswa dan seleksi masuk universitas. Seorang kandidat bisa saja tidak menjalani interview dalam proses beasiswanya, tetapi universitas tujuan memiliki mekanisme penerimaan tersendiri.


Karena itu, calon pendaftar sebaiknya selalu membaca panduan resmi sebelum menyiapkan dokumen.


Kelima program di atas dapat menjadi referensi bagi pelajar Indonesia yang ingin melanjutkan pendidikan ke luar negeri. Namun, jadwal pendaftaran, persyaratan, kuota, cakupan pendanaan, hingga mekanisme seleksi dapat berubah setiap tahun.


Untuk periode berikutnya, informasi paling aman adalah mengecek langsung laman resmi masing-masing penyelenggara sebelum mengirimkan aplikasi.(Rhz2797)