Seorang siswa berinisial FP (16) asal Kabupaten Karo, Sumatera Utara, kembali menjadi perhatian setelah keluarganya menyebut kondisi kesehatannya memburuk dan diduga mengalami gangguan ingatan usai sakit yang dikaitkan dengan dugaan keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Sebelumnya, FP diketahui sempat menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Haji Medan karena mengalami keluhan pada sistem pencernaan.
Pihak RSU Haji Medan membenarkan bahwa FP pernah mendapatkan perawatan di rumah sakit tersebut setelah mengalami gangguan kesehatan.
Kepala Bidang Pelayanan Medik dan Keperawatan RSU Haji Medan, Fitrady Ulianda Siregar, mengatakan FP mulai menjalani perawatan pada 18 Agustus 2026.
Saat tiba di rumah sakit, FP mengalami keluhan sakit perut sehingga langsung mendapatkan perawatan intensif di ruang Pediatric Intensive Care Unit (PICU).
RSU Haji Medan Sebut FP Sempat Alami Gangguan Pencernaan
Menurut Fitrady, berdasarkan pemeriksaan saat menjalani perawatan, FP didiagnosis mengalami Irritable Bowel Syndrome (IBS) dan Necrotizing Enterocolitis (NEC).
"Dia didiagnosis mengalami Irritable Bowel Syndrome (IBS) dan Necrotizing Enterocolitis (NEC)," kata Fitrady, Senin (7/9/2026).
Ia menjelaskan, kondisi tersebut berkaitan dengan gangguan pada sistem pencernaan yang menyebabkan ketidaknyamanan pada bagian perut.
Setelah menjalani perawatan selama sekitar dua minggu, kondisi kesehatan FP disebut membaik dan stabil.
Pihak rumah sakit juga menyatakan bahwa saat FP menjalani perawatan di RSU Haji Medan, belum ditemukan diagnosis yang berkaitan dengan gangguan ingatan maupun kondisi pada lidah seperti yang belakangan disampaikan keluarga.
"Itu dia sudah dinyatakan sehat dan stabil. Nah, waktu itu tidak ada diagnosis terkait gangguan ingatan dan soal lidah itu," ujar Fitrady.
Setelah menjalani perawatan inap, FP kemudian dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan dan kontrol kesehatan secara berkala di fasilitas kesehatan terdekat.
Keluarga Sebut FP Sempat Alami Gangguan Ingatan
Belakangan, keluarga mengungkapkan bahwa kondisi FP kembali memburuk setelah beberapa kali menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit.
FP bahkan disebut harus berpindah dari satu rumah sakit ke rumah sakit lainnya selama lebih dari tiga minggu untuk mendapatkan pengobatan.
Kondisi siswa asal Karo tersebut menjadi perhatian setelah keluarga menyebut FP sempat mengalami gangguan ingatan.
Menurut sang ibu, Elvinus Lusiana Sitanggang, anaknya sempat tidak mengenali sejumlah orang yang sebelumnya dekat dengannya.
"Contohnya keluarga. Bibinya kalau datang, 'ini siapa'. Kami kasih tahu, 'ini Bibi'. Adik-adiknya juga gitu, tidak ingat. Kawan-kawannya di sekolah datang pun tidak kenal," kata Elvinus.
Namun, kondisi gangguan ingatan tersebut masih memerlukan penjelasan lebih lanjut dari dokter yang menangani FP.
Jalani Pemeriksaan di RSUP Adam Malik
Pada Senin (7/9/2026), FP kembali menjalani pemeriksaan kesehatan di RSUP Adam Malik.
Ia dibawa dari Berastagi bersama ibunya dan sejumlah anggota keluarga lainnya. Dalam proses pemeriksaan, FP juga didampingi petugas terkait dari wilayah Karo dan Medan.
Setibanya di rumah sakit, FP yang menggunakan kursi roda langsung menjalani pemeriksaan oleh sejumlah dokter spesialis.
Ia disebut diperiksa oleh dokter spesialis gastroenterologi anak, neurologi anak, serta psikiatri.
Setelah mendapatkan pemeriksaan dan obat, FP kemudian diperbolehkan kembali ke kediamannya di Kabupaten Karo.
Pemeriksaan lanjutan masih dilakukan untuk mengetahui secara pasti kondisi kesehatan siswa tersebut.
KPPG Sebut Masih Menunggu Hasil Pemeriksaan Dokter
Kepala Sub Bagian Tata Usaha Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Medan, Erdianta Sitepu, membenarkan FP menjalani pemeriksaan lanjutan di rumah sakit.
Menurutnya, salah satu pemeriksaan yang telah dilakukan adalah elektroensefalografi atau EEG.
"Dia ke rumah sakit dalam rangka kontrol kesehatan. Tadi sudah melakukan pemeriksaan EEG dan besok keluar hasilnya," kata Erdianta.
Ia mengatakan pihaknya belum dapat menyimpulkan kondisi FP, termasuk mengenai dugaan gangguan ingatan yang disampaikan keluarga.
Menurut Erdianta, penjelasan mengenai kondisi medis FP sepenuhnya perlu disampaikan oleh dokter yang menangani.
"Itu mungkin nanti bisa ke dokter yang berwenang. Tapi dari hasil komunikasi kami dengan FP tadi bagus saja. Bisa diresponsnya dengan baik," ujarnya.
Pihak KPPG pun masih menunggu hasil pemeriksaan lanjutan untuk mengetahui kondisi kesehatan FP secara lebih jelas.
Awalnya Sakit Usai Menyantap MBG Berlauk Ikan Tongkol
Menurut keterangan keluarga, FP mulai mengalami gangguan kesehatan pada 13 Agustus 2026 setelah menyantap makanan dari program MBG saat berada di sekolah.
Pada hari itu, FP disebut berangkat ke SMK Bersama Berastagi dalam kondisi sehat.
Saat menerima menu MBG, FP menyantap makanan dengan lauk ikan tongkol.
Sang ibu mengatakan anaknya sempat mengeluhkan rasa ikan yang pahit dan keras, namun tetap menghabiskan makanan karena sedang lapar.
Setelah itu, FP mulai mengalami pusing saat masih berada di sekolah.
Kondisinya kemudian disebut memburuk setelah pulang ke rumah. FP mengalami gatal-gatal, muntah, serta tubuh yang mendadak lemas.
Keluarga kemudian membawa FP ke RSU Kabanjahe untuk mendapatkan penanganan medis.
Menurut keluarga, FP sempat tidak sadarkan diri sebelum akhirnya mendapatkan perawatan di rumah sakit.
Sudah Beberapa Kali Jalani Perawatan
FP sempat menjalani perawatan selama beberapa hari sebelum diperbolehkan pulang.
Namun, setelah itu kondisinya kembali mengalami gangguan sehingga harus dibawa ke Rumah Sakit Efarina Berastagi.
Dua hari kemudian, FP dirujuk ke RSU Haji Medan dan menjalani perawatan selama sekitar satu minggu.
Setelah keluar dari rumah sakit, FP masih harus menjalani rawat jalan dan melakukan pemeriksaan secara berkala.
Pada 5 September 2026, keluarga kembali membawa FP ke Rumah Sakit Amanda setelah kondisinya kembali memburuk.
Selanjutnya, FP kembali menjalani pemeriksaan di RSUP Adam Malik untuk mengetahui kondisi kesehatannya secara lebih mendalam.
Keluarga Berharap FP Bisa Segera Pulih dan Kembali Sekolah
Keluarga berharap FP dapat segera mendapatkan penanganan medis yang tepat agar kondisi kesehatannya benar-benar pulih.
Menurut sang ibu, FP juga memiliki keinginan kuat untuk kembali bersekolah dan menjalani aktivitas seperti sebelumnya.
Sebelum mengalami gangguan kesehatan, FP dikenal sebagai siswa yang aktif dan berprestasi.
Ia disebut pernah menjadi juara pertama di kelas serta aktif dalam kegiatan organisasi sekolah sebagai wakil ketua OSIS.
"Dia selalu bilang mau sekolah, tapi bagaimana mau kami berikan sekolah," kata sang ibu.
Pihak KPPG Medan menyatakan masih menunggu hasil pemeriksaan dokter untuk mengetahui kondisi kesehatan FP secara menyeluruh.
Sementara itu, hubungan antara keluhan kesehatan yang dialami FP dengan makanan MBG masih memerlukan penjelasan berdasarkan hasil pemeriksaan dan keterangan medis dari pihak yang berwenang.(Rhz2797)
