Notification

×

Iklan

Iklan

UEA Setop Penerbangan Maskapai Iran, Efek Sanksi AS Makin Meluas

September 25, 2026 Last Updated 2026-09-25T07:59:33Z

Uni Emirat Arab (UEA) menghentikan seluruh penerbangan yang dioperasikan maskapai Iran menuju dan dari wilayahnya. Kebijakan tersebut mulai berlaku pada Kamis, 24 September 2026, dan diberlakukan hingga ada pemberitahuan lebih lanjut.


Keputusan ini diumumkan General Civil Aviation Authority (GCAA) UEA dan dikaitkan langsung dengan sanksi Amerika Serikat terhadap sektor penerbangan Iran.


GCAA menyatakan penghentian penerbangan dilakukan dengan mempertimbangkan larangan AS terhadap maskapai Iran untuk menggunakan bandara di berbagai negara. Otoritas penerbangan UEA juga menyatakan akan terus memberikan informasi kepada publik apabila terdapat perkembangan terkait kebijakan tersebut.


Penerbangan Iran ke Dubai Ikut Terdampak


Penghentian tersebut berdampak pada salah satu rute penting bagi maskapai Iran, yakni penerbangan menuju Dubai.


Dubai selama ini menjadi salah satu tujuan penerbangan dari Iran dan memiliki hubungan perdagangan yang cukup erat dengan Teheran. Kota tersebut juga menjadi tempat tinggal komunitas warga Iran dalam jumlah besar.


Salah satu dampak awal kebijakan tersebut terlihat dari pembatalan penerbangan Iran Airtour dari Teheran menuju Dubai. Penerbangan tersebut dilaporkan dibatalkan menjelang waktu keberangkatan meski tiket penumpang telah diterbitkan.


Sanksi AS Menyasar Puluhan Maskapai Iran


Kebijakan UEA tidak terlepas dari langkah Amerika Serikat yang memperluas sanksi terhadap industri penerbangan Iran.


Pada 8 September 2026, Departemen Keuangan AS melalui Office of Foreign Assets Control (OFAC) menjatuhkan sanksi terhadap 36 target yang disebut berkaitan dengan sektor penerbangan Iran.


Dari jumlah tersebut, 27 maskapai Iran ditetapkan sebagai target sanksi berdasarkan ketentuan yang menyasar sektor penerbangan Iran. Daftar tersebut antara lain mencakup Iran Air Tour, Iran Aseman Airlines, Qeshm Air, Kish Airlines, Mahan Air, serta sejumlah maskapai lainnya.


Pemerintah AS menyatakan kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya menekan jaringan yang menurut Washington digunakan Iran untuk memperoleh pesawat, teknologi penerbangan, serta mendukung aktivitas yang dianggap berkaitan dengan pengiriman personel dan barang.


Sejumlah Negara Ikut Membatasi Penerbangan Iran


UEA bukan satu-satunya negara yang mengambil langkah terhadap penerbangan maskapai Iran setelah kebijakan baru Amerika Serikat.


Sejumlah negara di kawasan dan sekitarnya juga dilaporkan melakukan pembatasan atau penghentian penerbangan maskapai Iran, termasuk Oman, Irak, Azerbaijan, Georgia dan Turkmenistan.


Langkah tersebut membuat jaringan penerbangan internasional Iran menghadapi tekanan yang semakin besar. Beberapa rute masih beroperasi menuju negara yang tidak menerapkan pembatasan serupa.


Sejumlah penerbangan Iran ke China dan Armenia masih dilaporkan berjalan. Beberapa rute menuju Turki juga tetap terbuka untuk maskapai Iran tertentu.


Iran Berupaya Pulihkan Rute Penerbangan


Di tengah pembatasan tersebut, pemerintah Iran menyatakan masih melakukan pembicaraan untuk memulihkan penerbangan ke sejumlah negara.


Juru bicara Organisasi Penerbangan Sipil Iran, Majid Akhavan, mengatakan komunikasi diplomatik dan pembahasan penerbangan dilakukan untuk mencabut pembatasan serta mengembalikan penerbangan menuju UEA.


Iran juga menghadapi kendala lain dalam penerbangan internasional. Pada Kamis, sebuah penerbangan dari Teheran menuju Dushanbe dilaporkan harus kembali setelah Turkmenistan tidak mengizinkan pesawat Iran melintasi wilayah udaranya.


Dampaknya bagi Hubungan Iran dan UEA


Penghentian penerbangan tersebut menambah daftar pembatasan yang memengaruhi hubungan ekonomi dan transportasi Iran dengan UEA.


Selain sektor penerbangan, aktivitas keuangan yang melibatkan Iran di UEA juga menghadapi pembatasan. The National melaporkan bahwa Bank Melli Iran mendapat pembatasan transaksi antara cabangnya di UEA dan Iran setelah otoritas setempat menyoroti persoalan kepatuhan terkait pencucian uang.


Dengan berlakunya penghentian penerbangan maskapai Iran, hubungan transportasi udara kedua negara kini menghadapi ketidakpastian. GCAA belum menetapkan kapan penerbangan tersebut akan kembali normal dan menyatakan kebijakan berlaku sampai pemberitahuan lebih lanjut.


Perkembangan selanjutnya akan bergantung pada penerapan sanksi AS, respons negara-negara lain, serta upaya diplomatik Iran untuk mempertahankan akses penerbangan internasionalnya.(Rhz2797)