Kabar duka datang dari keluarga besar Tentara Nasional Indonesia (TNI). Laksamana TNI (Purn.) Widodo Adi Sutjipto, atau yang dikenal sebagai Widodo AS, meninggal dunia pada Sabtu malam, 24 Oktober 2026, di Jakarta. Kepergian mantan Panglima TNI ke-14 tersebut menjadi kehilangan bagi institusi militer dan pemerintahan Indonesia.
Informasi wafatnya Widodo AS disampaikan melalui akun Instagram resmi Komando Armada Republik Indonesia (Koarmada RI), @koarmada_ri, pada Minggu (25/10/2026). Dalam unggahannya, Koarmada RI menyampaikan belasungkawa sekaligus doa bagi almarhum.
“Pangkoarmada RI turut berduka cita atas wafatnya Laksamana TNI (Purn.) Widodo Adi Sutjipto, Panglima Tentara Nasional Indonesia ke-14,” demikian pernyataan dalam unggahan tersebut.
Koarmada RI juga mendoakan agar almarhum memperoleh rahmat dan ampunan dari Allah SWT serta meninggal dalam keadaan husnul khatimah. Ucapan belasungkawa itu menjadi bentuk penghormatan atas pengabdian Widodo AS selama bertugas di lingkungan TNI dan pemerintahan.
Widodo AS Dimakamkan dengan Upacara Militer
Sebagai bentuk penghormatan negara atas jasa-jasanya, jenazah Widodo AS dimakamkan melalui upacara militer di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan, pada Minggu (25/10/2026).
Upacara pemakaman dipimpin oleh Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto. Prosesi berlangsung khidmat dengan rangkaian penghormatan militer, pembacaan riwayat hidup singkat, serta penghormatan terakhir kepada almarhum.
Sejumlah pejabat negara dan tokoh nasional turut menghadiri prosesi pemakaman tersebut. Kehadiran mereka menjadi bentuk penghormatan atas perjalanan panjang pengabdian Widodo AS kepada bangsa dan negara.
Profil Widodo AS, Panglima TNI dari Angkatan Laut
Widodo Adi Sutjipto lahir di Boyolali, Jawa Tengah, pada 1 Agustus 1944. Ia merupakan putra keempat pasangan Adi Sutjipto dan Siti Fatonah. Ayahnya diketahui berprofesi sebagai seorang guru.
Widodo menempuh pendidikan militer di Akademi Angkatan Laut (AAL) dan lulus pada 1968. Setelah menyelesaikan pendidikan, ia menjalani karier di lingkungan TNI Angkatan Laut hingga dipercaya menduduki sejumlah posisi strategis.
Namanya kemudian mencatatkan sejarah ketika dipercaya menjadi Panglima TNI. Widodo AS dikenal sebagai perwira tinggi pertama dari matra Angkatan Laut yang menduduki jabatan tersebut.
Dipercaya Gus Dur Menjadi Panglima TNI
Karier Widodo AS mencapai puncaknya ketika Presiden ke-4 Republik Indonesia, Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, menunjuknya sebagai Panglima TNI pada 1999.
Ia menggantikan Jenderal TNI (Purn.) Wiranto dan memimpin TNI pada periode 1999–2002. Serah terima jabatan antara Wiranto dan Widodo berlangsung di Markas Besar TNI, Cilangkap, Jakarta, pada 4 November 1999.
Penunjukan Widodo AS menjadi salah satu catatan penting dalam sejarah kepemimpinan militer Indonesia. Sebelum menjadi Panglima TNI, ia telah mengemban tanggung jawab sebagai Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) pada 1998–1999.
Masa jabatannya sebagai Panglima TNI berakhir pada 18 Juni 2002. Posisi tersebut kemudian diserahkan kepada Jenderal TNI Endriartono Sutarto.
Karier Berlanjut sebagai Menko Polhukam Era SBY
Pengabdian Widodo AS tidak berhenti setelah menyelesaikan tugasnya sebagai Panglima TNI. Ia kembali dipercaya menduduki jabatan strategis di pemerintahan ketika Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), mengangkatnya sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam).
Widodo menjabat Menko Polhukam sejak Oktober 2004 hingga Oktober 2009. Dalam posisi tersebut, ia bertanggung jawab mengoordinasikan kebijakan pemerintah yang berkaitan dengan bidang politik, hukum, dan keamanan nasional.
Pada masa jabatannya, Widodo juga sempat menjalankan tugas sebagai Menteri Dalam Negeri ad interim pada 2 April hingga 29 Agustus 2007. Penugasan tersebut menambah panjang daftar tanggung jawab yang pernah diembannya di pemerintahan.
Menjelang berakhirnya pemerintahan SBY pada 2009, Widodo kembali dipercaya mengemban tugas sebagai Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara ad interim pada 1–22 Oktober 2009.
Pernah Menjadi Anggota Wantimpres Bidang Pertahanan dan Keamanan
Setelah menuntaskan tugasnya di kabinet, Widodo AS masih berkontribusi dalam lingkup pemerintahan melalui Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres).
Pada periode 2010–2014, ia menjadi anggota Wantimpres dengan bidang pertimbangan pertahanan dan keamanan. Pengalaman panjangnya di lingkungan militer dan pemerintahan menjadi bekal dalam memberikan masukan terkait kebijakan strategis negara.
Perjalanan karier Widodo AS menunjukkan pengabdian lintas bidang, mulai dari kepemimpinan militer hingga jabatan penting di pemerintahan. Kepergiannya pada usia 82 tahun menandai berakhirnya perjalanan seorang tokoh yang pernah memegang sejumlah posisi strategis dalam sejarah Indonesia.
Kepergian Widodo AS meninggalkan duka bagi keluarga, kerabat, serta keluarga besar TNI. Doa dan penghormatan pun mengiringi kepergian sosok yang pernah memimpin TNI dan turut berperan dalam penyelenggaraan pemerintahan nasional tersebut.(Rhz2797)

