Notification

×

Iklan

Iklan

Kabar Terbaru Program MBG! BGN Uji Coba Sistem Prasmanan, Siswa Bisa Tambah Porsi

Oktober 17, 2026 Last Updated 2026-10-17T14:12:46Z

Badan Gizi Nasional (BGN) mulai menguji coba sistem penyajian prasmanan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Melalui skema ini, siswa tetap memperoleh porsi awal sesuai standar gizi, tetapi berkesempatan mengambil makanan tambahan apabila masih membutuhkan dan persediaan masih tersedia.


Kebijakan tersebut disiapkan untuk meningkatkan efektivitas pemenuhan kebutuhan gizi peserta didik. Namun, penerapannya tidak akan dilakukan secara serentak karena perlu mempertimbangkan kesiapan dapur penyedia makanan, sekolah, peralatan, serta kebutuhan siswa di setiap jenjang pendidikan.


Kepala BGN, Sudaryono, menjelaskan bahwa sistem prasmanan harus melalui tahapan uji coba dan evaluasi sebelum diterapkan lebih luas. Persiapan tersebut diperlukan agar pelaksanaan program tetap memenuhi standar gizi dan tidak menimbulkan persoalan baru di sekolah.


Dalam keterangan resminya yang dikutip pada Sabtu (17/10/2026), Sudaryono menegaskan bahwa sekolah dan dapur penyedia makanan perlu mendapatkan pelatihan sebelum menjalankan mekanisme baru tersebut.


Sistem Prasmanan MBG, Siswa Bisa Tambah Makanan


Salah satu hal yang menjadi perhatian dalam uji coba sistem prasmanan MBG adalah kesempatan bagi siswa untuk mengambil makanan tambahan setelah menerima porsi awal.


BGN menegaskan bahwa setiap siswa tetap harus mendapatkan porsi pertama sesuai takaran dan standar gizi yang telah ditentukan. Setelah seluruh siswa memperoleh bagian masing-masing, makanan tambahan dapat disediakan bagi mereka yang masih merasa membutuhkan.


Dengan mekanisme tersebut, pemenuhan kebutuhan makan siswa diharapkan menjadi lebih fleksibel tanpa mengabaikan standar gizi yang telah ditetapkan.


Meski memberikan keleluasaan untuk menambah makanan, sistem ini tetap membutuhkan pengaturan yang jelas. Ketersediaan makanan harus diperhitungkan agar seluruh siswa mendapatkan haknya secara merata dan tidak ada peserta didik yang kehilangan jatah karena mengambil tambahan terlalu banyak.


Karena itu, pengawasan dari pihak sekolah dan pengelola dapur menjadi bagian penting dalam penerapan sistem prasmanan.


BGN Sesuaikan Porsi dengan Usia dan Kebutuhan Siswa


BGN juga mempertimbangkan perbedaan kebutuhan gizi berdasarkan usia dan jenjang pendidikan. Kebutuhan makan siswa kelas satu sekolah dasar tentu tidak sama dengan siswa kelas empat maupun peserta didik pada jenjang yang lebih tinggi.


Perbedaan tersebut menjadi salah satu alasan mengapa penerapan sistem prasmanan harus dirancang secara cermat. Takaran awal perlu disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing kelompok usia, sedangkan pemberian makanan tambahan harus tetap memperhatikan ketersediaan dan kecukupan gizi.


Melalui pendekatan tersebut, sistem prasmanan diharapkan tidak hanya memberikan keleluasaan kepada siswa, tetapi juga membantu memastikan kebutuhan makan mereka terpenuhi secara lebih optimal.


BGN menilai bahwa keberhasilan program tidak cukup diukur dari tersedianya makanan. Pengaturan porsi, kualitas menu, serta kesesuaian kebutuhan gizi peserta didik juga perlu menjadi perhatian utama.


Penerapan Prasmanan MBG Dilakukan Bertahap


Sudaryono menjelaskan bahwa tidak semua sekolah dapat langsung menerapkan sistem prasmanan. Kesiapan fasilitas, peralatan, tenaga pelaksana, dan pengelolaan distribusi makanan menjadi sejumlah aspek yang harus diperiksa terlebih dahulu.


Dapur penyedia makanan perlu memahami mekanisme penyajian dan pengaturan porsi. Di sisi lain, sekolah juga harus menyiapkan prosedur agar pembagian makanan berlangsung tertib dan seluruh siswa terlayani dengan baik.


BGN akan melakukan uji coba dan evaluasi untuk memastikan mekanisme tersebut dapat berjalan sesuai standar. Hasil evaluasi nantinya menjadi pertimbangan dalam menentukan kesiapan penerapan sistem prasmanan di sekolah lain.


Bagi sekolah yang belum siap, program MBG tetap dapat dilaksanakan menggunakan sistem penyajian yang selama ini diterapkan. Dengan demikian, ketidaksiapan fasilitas tidak harus menghambat pelaksanaan program makan bergizi bagi peserta didik.


Peran Orang Tua Penting dalam Penerapan Sistem Baru


Selain kesiapan sekolah dan dapur, BGN menilai edukasi kepada orang tua juga diperlukan untuk mendukung pelaksanaan sistem prasmanan MBG.


Pemahaman mengenai porsi makan, kebutuhan gizi berdasarkan usia, serta aturan pengambilan makanan tambahan diharapkan membantu menciptakan pelaksanaan program yang lebih tertib.


Orang tua juga perlu memahami bahwa kesempatan menambah makanan bukan berarti siswa dapat mengambil makanan tanpa batas. Porsi awal tetap menjadi standar pemenuhan kebutuhan dasar, sementara tambahan diberikan dengan mempertimbangkan kebutuhan siswa dan persediaan yang ada.


Di tingkat sekolah, komunikasi yang jelas mengenai mekanisme penyajian dapat membantu mengurangi kesalahpahaman di antara siswa, guru, orang tua, dan pengelola program.


BGN menegaskan bahwa setiap sekolah memiliki kondisi dan kebutuhan berbeda. Karena itu, kesiapan pelaksana dan peralatan harus dipastikan sebelum sistem prasmanan diterapkan.


Sistem Prasmanan Diharapkan Tingkatkan Efektivitas Program MBG


Uji coba sistem prasmanan menjadi salah satu upaya untuk mengembangkan mekanisme penyajian dalam Program Makan Bergizi Gratis. Melalui sistem ini, siswa diharapkan dapat memperoleh makanan sesuai kebutuhan tanpa mengabaikan pemerataan pembagian dan standar gizi.


Meski demikian, keberhasilan penerapannya akan bergantung pada kesiapan dapur, kemampuan sekolah mengatur distribusi makanan, ketersediaan menu, serta pengawasan selama kegiatan berlangsung.


Evaluasi juga diperlukan untuk mengetahui apakah mekanisme prasmanan benar-benar membantu pemenuhan kebutuhan makan siswa dan dapat diterapkan secara efektif di berbagai jenjang pendidikan.


Dengan penerapan secara bertahap, BGN berharap sistem penyajian MBG dapat disesuaikan dengan kondisi masing-masing sekolah tanpa mengurangi standar pelayanan dan tujuan utama program, yakni mendukung pemenuhan gizi peserta didik.(Rhz2797)