Notification

×

Iklan

Iklan

Karhutla Bromo Telan 4 Korban Jiwa, DPR Desak Pemerintah Buka Data Perusahaan

Oktober 16, 2026 Last Updated 2026-10-16T06:29:36Z


Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) menelan empat korban jiwa. Tragedi ini mendorong Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Alex Indra Lukman, mendesak pemerintah mengambil langkah konkret untuk mencegah kebakaran serupa terus berulang.


Alex menilai karhutla tidak hanya menimbulkan kerusakan lingkungan dan gangguan kesehatan akibat kabut asap, tetapi juga mengakibatkan hilangnya nyawa manusia. Dampaknya turut mengancam kelestarian tanaman dan satwa langka di kawasan hutan.


Ia mempertanyakan sampai kapan bencana karhutla terus terjadi tanpa penanganan yang benar-benar efektif. Menurutnya, pemerintah perlu bergerak cepat agar masyarakat tidak terus menanggung dampak kebakaran hutan.


DPR Soroti Karhutla di Bromo, Sumatera, dan Kalimantan


Alex juga menyoroti kebakaran hutan yang masih terjadi di berbagai wilayah Indonesia, termasuk Kalimantan dan Sumatera. Kebakaran tersebut dinilai membawa dampak luas bagi kehidupan masyarakat serta memperburuk kondisi lingkungan.


Ia menilai istilah terorisme ekologi yang sebelumnya disampaikan Presiden Prabowo Subianto relevan untuk menggambarkan seriusnya ancaman terhadap lingkungan. Namun, Alex mengingatkan agar istilah tersebut tidak berhenti sebagai jargon tanpa diikuti tindakan nyata.


Menurutnya, pemerintah perlu menyusun langkah penanganan yang terukur dan segera dilaksanakan. Upaya tersebut harus mencakup pencegahan kebakaran, penindakan terhadap pihak yang bertanggung jawab, serta perlindungan terhadap masyarakat dan ekosistem yang terdampak.


Alex Minta Pemerintah Buka Data Perusahaan Terkait Karhutla


Salah satu langkah yang disarankan Alex adalah membuka data perusahaan yang diduga berkaitan dengan kejadian karhutla. Menurutnya, keterbukaan informasi diperlukan agar persoalan tersebut dapat ditangani secara transparan dan tidak berkembang menjadi spekulasi di tengah masyarakat.


Ia mengingatkan bahwa informasi mengenai perusahaan yang beredar di media sosial perlu ditangani secara hati-hati. Pemerintah diharapkan memberikan informasi berdasarkan hasil pemeriksaan dan bukti yang dapat dipertanggungjawabkan.


Alex juga mendorong pemanfaatan teknologi modern untuk mendukung penanganan karhutla. Teknologi dapat dimanfaatkan dalam pemantauan titik api, pendeteksian dini, pengawasan kawasan rawan kebakaran, serta penelusuran penyebab kebakaran.


Dengan sistem pengawasan yang lebih baik, potensi kebakaran diharapkan dapat diketahui lebih awal sehingga petugas bisa melakukan tindakan pencegahan sebelum api meluas.


Empat Orang Meninggal dalam Karhutla Bromo


Sementara itu, Balai Besar TNBTS mengonfirmasi korban meninggal terbaru dalam peristiwa karhutla tersebut bernama Hendra Rony Wagiyanata. Informasi itu disampaikan Pranata Humas Balai Besar TNBTS, Endrip Wahyutama, pada Kamis (15/10/2026).


Sebelum meninggal dunia, Hendra sempat dibawa ke RSUD Tongas bersama dua korban luka lainnya karena mengalami luka bakar. Ia diketahui merupakan bagian dari tim gabungan yang bertugas menangani kebakaran hutan dan lahan.


Selain Hendra, korban meninggal lainnya adalah Sukaris, berusia 55 tahun, yang merupakan petugas TNBTS. Dua korban lainnya, Wisnu Yuda Pratama (25) dan Sefriel Ardiansyah (19), disebut sebagai petugas keamanan atau sekuriti hotel.


Dengan meninggalnya Hendra, jumlah korban jiwa akibat karhutla di kawasan TNBTS tersebut menjadi empat orang.


Peristiwa ini kembali menegaskan besarnya risiko yang dihadapi petugas ketika berupaya memadamkan kebakaran di kawasan hutan. Penanganan karhutla tidak hanya membutuhkan kesiapan personel, tetapi juga peralatan memadai, koordinasi antarlembaga, dan sistem keselamatan yang baik.


DPR Sampaikan Duka dan Desak Penanganan Dipercepat


Alex menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban meninggal dunia. Ia juga menyampaikan keprihatinan terhadap masyarakat dan petugas yang mengalami luka-luka maupun gangguan kesehatan akibat kebakaran.


Ia berharap pemerintah segera mengambil langkah yang diperlukan untuk mengatasi karhutla, sekaligus memperkuat pencegahan agar kejadian serupa tidak terus berulang.


Menurut Alex, penanganan karhutla harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pencegahan dan pengawasan hingga penegakan hukum terhadap pihak yang terbukti bertanggung jawab.


Tragedi di kawasan Bromo Tengger Semeru menjadi pengingat bahwa karhutla bukan sekadar persoalan lingkungan. Kebakaran juga menyangkut keselamatan manusia, keberlangsungan ekosistem, dan tanggung jawab bersama dalam menjaga kawasan hutan Indonesia.(Rhz2797)