Kebakaran melanda permukiman padat penduduk di Jalan Kramat Pulo Dalam Gang 2, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat, pada Kamis (8/10/2026) malam. Peristiwa tersebut mengakibatkan puluhan rumah hangus terbakar dan ratusan warga terdampak. Meski kerusakan yang ditimbulkan cukup besar, polisi memastikan tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut.
Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Reynold E.P. Hutagalung mengatakan, petugas pemadam kebakaran telah dikerahkan untuk menangani kobaran api yang melanda kawasan permukiman tersebut. Proses pemadaman dilakukan dengan melibatkan puluhan unit mobil pemadam kebakaran dan personel gabungan.
“Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa ini,” kata Reynold, Jumat (9/10/2026).
Kebakaran Senen Hanguskan 83 Rumah, Ratusan Warga Terdampak
Berdasarkan data Command Centre Gulkarmat DKI Jakarta, kebakaran di kawasan Senen tersebut menyebabkan sebanyak 83 rumah terbakar. Dampaknya, sedikitnya 388 jiwa terdampak akibat peristiwa kebakaran yang terjadi di lingkungan padat penduduk itu.
Besarnya jumlah rumah yang terbakar membuat penanganan kebakaran membutuhkan pengerahan petugas dan armada dalam jumlah besar. Petugas pemadam kebakaran berupaya mengendalikan api agar tidak terus meluas ke bangunan lain di sekitar lokasi kejadian.
Informasi dari Gulkarmat DKI Jakarta menyebutkan bahwa laporan kebakaran diterima pada pukul 18.45 WIB. Setelah beberapa jam dilakukan penanganan, kobaran api berhasil dilokalisasi pada pukul 21.05 WIB.
Dalam operasi tersebut, sebanyak 33 unit mobil pemadam kebakaran dengan dukungan 156 personel dikerahkan untuk memadamkan api dan mengendalikan situasi di lokasi.
Polisi Selidiki Penyebab Kebakaran di Senen
Hingga Jumat (9/10/2026), penyebab kebakaran yang menghanguskan puluhan rumah tersebut masih dalam penyelidikan. Kepolisian berkoordinasi dengan petugas pemadam kebakaran serta tim identifikasi untuk mengumpulkan informasi dan memastikan penyebab terjadinya kebakaran.
Reynold menegaskan bahwa proses penyelidikan masih berlangsung. Polisi juga melakukan koordinasi dengan pihak terkait untuk memperoleh gambaran lebih jelas mengenai kondisi di lokasi kejadian.
“Untuk penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. Kami juga melakukan koordinasi dengan pihak pemadam kebakaran dan tim identifikasi untuk memastikan penyebab serta kondisi di lokasi,” ujarnya.
Penyelidikan diperlukan untuk mengetahui sumber awal munculnya api serta faktor yang menyebabkan kebakaran meluas hingga menghanguskan 83 rumah.
Pendataan Kerugian Kebakaran Masih Berlangsung
Selain menyelidiki penyebab kebakaran, pihak terkait masih melakukan pendataan terhadap dampak dan kerugian yang ditimbulkan. Jumlah 388 warga terdampak menunjukkan besarnya dampak kebakaran terhadap masyarakat yang tinggal di kawasan tersebut.
Hingga informasi ini disampaikan, belum ada keterangan lebih lanjut mengenai total nilai kerugian material maupun rincian kebutuhan warga yang terdampak.
Pihak kepolisian memastikan bahwa keselamatan warga menjadi perhatian dalam penanganan peristiwa tersebut. Sementara itu, petugas terkait masih melanjutkan proses pendataan dan pemeriksaan untuk memastikan kondisi pascakebakaran.
Kebakaran di permukiman padat Senen ini menjadi perhatian karena mengakibatkan puluhan rumah hangus dan ratusan warga terdampak. Meski tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka, penyebab kebakaran dan besaran kerugian material masih menunggu hasil penyelidikan serta pendataan lebih lanjut.(Rhz2797)

