Notification

×

Iklan

Iklan

Bukan Salmon, Ikan Sidat dari Indonesia Ini Ternyata Kaya Omega-3

Oktober 04, 2026 Last Updated 2026-10-04T03:08:02Z

Selama ini salmon dikenal luas sebagai salah satu ikan yang kaya akan asam lemak Omega-3. Namun, ada ikan lain yang tidak kalah menarik dari sisi kandungan nutrisi, yakni ikan sidat yang banyak ditemukan di perairan Indonesia.


Ikan dengan bentuk tubuh menyerupai belut tersebut ternyata memiliki kandungan gizi yang tinggi. Penelitian yang dilakukan peneliti Pusat Riset Limnologi dan Sumber Daya Air Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Gadis Sri Haryani, menunjukkan bahwa sidat memiliki keunggulan nutrisi dibandingkan sejumlah ikan yang selama ini populer sebagai sumber gizi.


Menurut Gadis, anggapan bahwa salmon selalu menjadi ikan dengan kandungan nutrisi dan Omega-3 paling tinggi tidak sepenuhnya tepat. Dalam hasil penelitian yang dikemukakannya, ikan sidat justru menunjukkan kandungan gizi yang sangat tinggi.


"Selama ini, kita selalu mengira salmon yang paling tinggi, ternyata sidat justru memiliki nilai gizi tertinggi," ujar Gadis seperti dikutip dari laman BRIN.


Kandungan Omega-3 Ikan Sidat


Salah satu keunggulan ikan sidat adalah kandungan asam lemak Omega-3. Nutrisi tersebut terdiri dari dua jenis utama yang dikenal luas, yaitu DHA (docosahexaenoic acid) dan EPA (eicosapentaenoic acid).


DHA memiliki peran penting dalam mendukung perkembangan serta fungsi otak. Sementara itu, EPA diketahui berkaitan dengan berbagai fungsi tubuh, termasuk membantu mengatur respons peradangan dan mendukung kesehatan jantung.


Kandungan tersebut membuat ikan sidat berpotensi menjadi salah satu sumber pangan bergizi yang dapat dikembangkan di Indonesia.


Selain Omega-3, sidat juga mengandung sejumlah nutrisi lain, seperti protein, vitamin A, vitamin B kompleks, zat besi, fosfor, serta kalori.


Kombinasi berbagai zat gizi tersebut menjadikan ikan sidat memiliki nilai tambah sebagai bahan pangan, sekaligus membuka peluang pengembangan komoditas perikanan bernilai ekonomi.


Sidat Punya Potensi Ekonomi Besar


Potensi ikan sidat tidak hanya berkaitan dengan kandungan nutrisinya. Komoditas ini juga memiliki nilai ekonomi bagi sektor perikanan Indonesia.


Namun, pemanfaatannya perlu dilakukan secara hati-hati. Gadis mengingatkan bahwa pengelolaan ikan sidat harus menggunakan pendekatan berbasis ilmu pengetahuan dan prinsip keberlanjutan.


Pengelolaan yang tidak terkendali dikhawatirkan dapat menyebabkan eksploitasi berlebihan dan berdampak terhadap keberlangsungan populasi sidat di alam.


Karena itu, pengembangan sidat sebagai komoditas pangan sebaiknya berjalan beriringan dengan upaya menjaga habitat dan siklus hidupnya.


Siklus Hidup Sidat yang Unik


Keunikan ikan sidat juga terlihat dari siklus hidupnya. Ikan ini memiliki pola hidup katadromus, yaitu menghabiskan sebagian besar fase kehidupannya di perairan tawar sebelum bermigrasi ke laut untuk berkembang biak.


Gadis menjelaskan bahwa sidat memulai kehidupannya di laut dalam bentuk telur yang kemudian menetas menjadi larva bernama leptocephalus.


Larva tersebut memiliki karakteristik yang unik karena bentuknya pipih, transparan, dan menyerupai daun. Pada fase awal kehidupannya, larva sidat juga belum memiliki kemampuan berenang seperti ikan dewasa.


Seiring perjalanan menuju wilayah perairan yang lebih dekat dengan daratan, larva tersebut mengalami perubahan bentuk.


Dari Larva Menjadi Glass Eel


Dalam proses migrasinya, larva sidat bergerak dari wilayah laut menuju estuari atau muara sungai. Estuari merupakan kawasan tempat air tawar dari sungai bercampur dengan air laut.


Pada tahap tersebut, larva mengalami metamorfosis dan berubah menjadi glass eel atau sidat kaca. Nama tersebut merujuk pada tubuhnya yang masih transparan.


"Selama perjalanan dari perairan laut dalam ke estuari atau badan air semi tertutup yang berada di muara sungai, di mana air tawar dari sungai bercampur dengan air laut, dia berubah menjadi sidat kaca atau glass eel," jelas Gadis.


Setelah memasuki lingkungan perairan tawar, sidat kemudian melanjutkan pertumbuhannya hingga mencapai fase dewasa.


Potensi Sidat Indonesia Perlu Dijaga


Kandungan Omega-3 dan beragam nutrisi lain membuat ikan sidat memiliki potensi besar sebagai sumber pangan bergizi. Di sisi lain, siklus hidupnya yang kompleks membuat pengelolaan sidat membutuhkan perhatian khusus.


Pengembangan komoditas ini tidak cukup hanya berorientasi pada nilai ekonomi. Kelestarian habitat, keberlangsungan populasi, serta pemanfaatan yang berdasarkan kajian ilmiah juga menjadi faktor penting.


Dengan pengelolaan yang tepat, ikan sidat dapat menjadi salah satu komoditas perikanan Indonesia yang memiliki nilai gizi sekaligus nilai ekonomi tinggi, tanpa mengorbankan keberlanjutan populasinya di alam.(Rhz2797)