Penyanyi senior Krisdayanti kembali mencuri perhatian lewat prestasinya di dunia olahraga. Diva Indonesia yang akrab disapa KD itu berhasil membawa pulang dua medali, yakni emas dan perak, dalam ajang Singapore New Kungfu Games 2026 yang berlangsung di Singapura pada 18 Oktober 2026.
Kompetisi tersebut digelar di Our Tampines Hub dan menghadirkan berbagai cabang seni bela diri tradisional, mulai dari jurus tangan kosong hingga penggunaan senjata dan tai chi.
Pencapaian ini menjadi bukti keseriusan Krisdayanti dalam menekuni wushu di tengah kesibukannya sebagai penyanyi. Di usia 51 tahun, ia tetap aktif berlatih sekaligus berani menguji kemampuannya dalam kompetisi internasional.
Krisdayanti Pamer Dua Medali dari Singapura
Melalui akun Instagram pribadinya, @krisdayantilemos, KD membagikan momen ketika mengikuti Singapore New Kungfu Games 2026. Ia mengungkapkan rasa bangga dan syukur karena mendapat kesempatan menjadi bagian dari ajang tersebut.
Menurut Krisdayanti, wushu bukan sekadar olahraga yang mengandalkan kekuatan fisik. Seni bela diri ini juga mengajarkannya tentang kedisiplinan, ketekunan, dan kerendahan hati.
“I feel honored to participate in the Singapore Kung Fu Games. Wushu has taught me that strength is not only physical but also comes from discipline, perseverance, and humility,” tulis Krisdayanti dalam unggahannya.
Dalam dokumentasi yang dibagikan, KD terlihat memamerkan dua medali yang berhasil diraihnya. Prestasi berupa medali emas dan perak tersebut menambah daftar pencapaiannya selama menekuni olahraga bela diri asal Tiongkok itu.
Bagi Krisdayanti, pengalaman bertanding bukan hanya tentang meraih kemenangan, tetapi juga kesempatan untuk terus belajar dan memperbaiki kemampuan.
Musik dan Wushu Punya Nilai yang Sama
Meski telah lama dikenal sebagai diva dengan perjalanan karier musik yang panjang, Krisdayanti mengaku menemukan tantangan baru melalui wushu.
Ia menilai dunia musik dan seni bela diri memiliki kesamaan, terutama dalam hal disiplin, kesabaran, serta dedikasi untuk mencapai hasil terbaik.
Selama bertahun-tahun, KD mencurahkan kemampuannya untuk berkarya di dunia musik. Kini, wushu memberinya ruang untuk berkembang melalui bidang yang berbeda sekaligus menguji batas kemampuan dirinya.
Dalam unggahan lainnya, ia mengungkapkan bahwa masih banyak hal yang perlu dipelajari dari olahraga tersebut. Ia pun bersyukur atas setiap kesempatan untuk berkembang dan meningkatkan kemampuannya.
Sikap tersebut memperlihatkan bahwa bagi Krisdayanti, pencapaian bukanlah akhir dari perjalanan. Sebaliknya, setiap kompetisi menjadi pengalaman baru untuk terus bertumbuh.
Pilih Wushu untuk Menjaga Kebugaran dan Ketajaman Pikiran
Di balik prestasinya, Krisdayanti memiliki alasan tersendiri dalam memilih wushu sebagai salah satu aktivitas olahraga rutinnya.
Ia pernah mengungkapkan bahwa olahraga tersebut menjadi bagian dari upayanya menjaga kebugaran sekaligus mendukung kesehatan otak seiring bertambahnya usia.
Dalam sebuah wawancara di kawasan Senayan, Jakarta Selatan, KD menyampaikan keinginannya untuk tetap aktif dan menjaga kemampuan kognitif agar tidak mudah mengalami penurunan.
“Jangan! Baru 50 jangan pikun. Tapi dengan olahraga saya menunda itu supaya gak ada demensia, supaya gak pikun, gitu. Makanya olahraga wushu,” kata Krisdayanti.
Meski demikian, olahraga bukan jaminan untuk mencegah demensia sepenuhnya. Aktivitas fisik yang teratur merupakan salah satu bagian dari pola hidup sehat yang dapat mendukung kesehatan tubuh dan otak.
Bagi KD, wushu menjadi pilihan menarik karena menggabungkan gerakan fisik, koordinasi, konsentrasi, dan kedisiplinan dalam latihan.
Rutin Latihan, Kardio, hingga Berenang
Keseriusan Krisdayanti dalam menekuni wushu juga terlihat dari rutinitas latihannya. Ia menjalani latihan di sasana untuk meningkatkan kemampuan teknik dan menjaga kondisi fisik sebelum bertanding.
Selain itu, KD melakukan olahraga kardio dan berenang sebagai bagian dari upaya menjaga kebugaran. Berenang juga dimanfaatkannya untuk membantu pemulihan tubuh setelah menjalani latihan.
Menurutnya, aktivitas di kolam renang membantu melatih pernapasan sekaligus memberikan kesempatan bagi tubuh untuk memulihkan diri setelah berolahraga.
Krisdayanti juga mengungkapkan bahwa dirinya menjalani pemeriksaan kesehatan sebelum mengikuti pertandingan. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi tubuhnya cukup baik dalam menghadapi kompetisi.
Kombinasi latihan wushu, kardio, berenang, dan pemeriksaan kesehatan menjadi bagian dari persiapannya untuk tampil di arena pertandingan.
Usia 51 Tahun Tak Menghalangi Krisdayanti Berprestasi
Pencapaian Krisdayanti di Singapore New Kungfu Games 2026 menunjukkan bahwa mempelajari keterampilan baru dan mengikuti kompetisi tetap dapat dilakukan pada usia dewasa, selama memperhatikan kemampuan serta kondisi kesehatan.
Perjalanannya menekuni wushu juga memperlihatkan sisi lain seorang Krisdayanti. Tak hanya berfokus pada dunia hiburan, ia kini aktif mengembangkan kemampuan di bidang olahraga yang membutuhkan latihan konsisten dan penguasaan teknik.
Dua medali yang dibawanya pulang dari Singapura menjadi pencapaian tersendiri sekaligus hasil dari proses latihan yang dijalaninya.
Bagi penggemar, prestasi KD bukan hanya soal medali emas dan perak, tetapi juga tentang semangat untuk terus belajar, menjaga kebugaran, dan mencoba tantangan baru.
Di usia 51 tahun, Krisdayanti membuktikan bahwa perjalanan untuk berkembang tidak harus berhenti ketika seseorang telah mencapai kesuksesan di bidang lain. Musik tetap menjadi bagian penting dalam hidupnya, sementara wushu kini membuka jalan baru untuk terus berprestasi.(Rhz2797)

