Notification

×

Iklan

Iklan

Ratusan Siswa dan Guru Diduga Keracunan MBG di Cirebon, Operasional SPPG Langsung Disetop

Oktober 21, 2026 Last Updated 2026-10-21T04:49:39Z

 Kasus dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menimpa ratusan siswa dan guru di Kota Cirebon, Jawa Barat, berujung pada penghentian sementara operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalijaga Lima. Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil langkah tersebut setelah sejumlah penerima manfaat mengalami gangguan kesehatan pada Selasa (20/10/2026).


BGN juga telah mengamankan sampel makanan yang dikonsumsi para siswa untuk menjalani pemeriksaan laboratorium. Pengujian ini dilakukan guna memastikan penyebab munculnya gejala yang dialami para korban.


Kepala KPPG Kota Cirebon, Yulian Septa Pratama, mengatakan menu yang dikonsumsi para siswa antara lain sup telur puyuh. Namun, penyebab pasti dugaan keracunan masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.


"Menu yang disajkan tadi itu ada sup telur puyuh. Per malam ini, SPPG tersebut sudah kami suspend sampai batas waktu yang belum ditentukan," ujar Yulian.


Penghentian operasional tersebut dilakukan sebagai langkah sementara dalam penanganan kasus. Belum ada kepastian mengenai kapan SPPG Kalijaga Lima akan kembali beroperasi.


BGN Tanggung Biaya Pengobatan Korban


Selain menghentikan sementara operasional SPPG, BGN memastikan seluruh biaya penanganan medis korban akan ditanggung oleh lembaga tersebut.


"Seluruh biaya penanganan ini akan ditanggung oleh BGN," kata Yulian.


Para korban dilaporkan mengalami sejumlah gejala, mulai dari mual, pusing, muntah hingga diare. Kondisi tersebut membuat banyak siswa dan sejumlah guru harus mendapatkan pertolongan medis di empat rumah sakit di Kota Cirebon.


Salah satu orang tua siswa, Agus Bahtiar, mengungkapkan bahwa anak-anak yang terdampak diduga mengonsumsi menu yang sama saat mengikuti program MBG.


"Banyak yang kena, guru juga ada, pasa saya tanya makan apa ternyata sama semua makan telur puyuhnya asam dari MBG," ujar Agus.


Meski demikian, dugaan bahwa makanan tersebut menjadi penyebab gangguan kesehatan masih perlu dipastikan melalui hasil pemeriksaan laboratorium.


Pasien Membludak di IGD, Ambulans Disiagakan


Rumah Sakit Putra Bahagia menjadi salah satu fasilitas kesehatan yang menangani para korban. Sejumlah siswa terus berdatangan ke instalasi gawat darurat (IGD) untuk mendapatkan pertolongan.


Beberapa pasien tiba dalam kondisi lemas. Bahkan, sebagian korban harus dibawa menggunakan tandu agar segera memperoleh penanganan medis.


Meningkatnya jumlah pasien membuat petugas rumah sakit merujuk sebagian korban ke fasilitas kesehatan lainnya. Secara keseluruhan, empat rumah sakit dilaporkan menangani para siswa dan guru yang mengalami gejala tersebut.


Sebagian pasien telah diperbolehkan pulang setelah mendapatkan perawatan. Sementara itu, korban lainnya masih menjalani penanganan medis sesuai kondisi masing-masing.


Untuk mendukung proses evakuasi dan rujukan, sembilan ambulans kembali disiagakan di Rumah Sakit Putra Bahagia. Kendaraan tersebut dipersiapkan untuk membantu memindahkan pasien yang membutuhkan penanganan lanjutan.


Sampel Makanan Diuji untuk Memastikan Penyebab


Pemeriksaan laboratorium terhadap sampel sup telur puyuh menjadi salah satu langkah penting untuk mengungkap penyebab kejadian tersebut. Hasil pengujian diharapkan dapat memberikan kejelasan mengenai kemungkinan keterkaitan antara makanan MBG dan gejala yang dialami para korban.


Kasus ini kembali menyoroti pentingnya pengawasan keamanan pangan dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis, mulai dari pemilihan bahan baku, proses pengolahan, penyimpanan, hingga distribusi makanan kepada penerima manfaat.


Evaluasi terhadap penyelenggaraan program juga diperlukan agar kejadian serupa dapat dicegah dan keamanan makanan bagi siswa maupun tenaga pendidik tetap terjaga.


Hingga hasil pemeriksaan laboratorium tersedia, penyebab pasti dugaan keracunan di Kota Cirebon tersebut belum dapat disimpulkan. Operasional SPPG Kalijaga Lima pun masih dihentikan sementara sampai batas waktu yang belum ditentukan.(Rhz2797)