Video seorang pengusaha karaoke di Kabupaten Demak, Jawa Tengah, yang menyebut “neraka akan sepi jika semua orang menjadi baik” kembali viral di media sosial. Rekaman tersebut menarik perhatian publik karena pernyataan sang pria terdengar tidak biasa saat menanggapi penertiban usaha karaoke.
Namun, video yang beredar luas pada Oktober 2026 itu ternyata bukan rekaman kejadian baru. Pihak Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Demak memastikan peristiwa dalam video merupakan kejadian lama yang berkaitan dengan aksi protes terhadap aturan usaha karaoke di daerah tersebut.
Sosok di Balik Video Viral
Plt Kasat Pol PP Demak, Agus Sukiyono, menyebut pria yang terlihat mengenakan baju merah dan topi hitam dalam video tersebut adalah Mukhlis, seorang mantan pemilik usaha karaoke yang juga dikenal sebagai mantan lurah.
Menurut Agus, peristiwa itu berlangsung sekitar satu dekade lalu. Saat itu, Mukhlis bersama sejumlah pihak melakukan aksi di kawasan Pemerintah Kabupaten Demak untuk menyampaikan keberatan terhadap aturan yang dianggap menyulitkan operasional dan perizinan usaha karaoke.
Video tersebut kemudian memperlihatkan Mukhlis memberikan pernyataan kepada wartawan setelah dirinya diterima oleh pihak Pemkab Demak.
Dalam keterangannya, Mukhlis menggunakan perumpamaan tentang matahari dan rembulan serta surga dan neraka. Ia mempertanyakan bagaimana kondisi dunia jika seluruh orang menjadi baik dan tidak ada lagi orang yang melakukan keburukan.
Pernyataan mengenai “neraka sepi” itulah yang kemudian menjadi bagian paling banyak dibicarakan setelah video lama tersebut kembali muncul di media sosial.
Protes Berkaitan dengan Aturan Usaha Karaoke
Agus menjelaskan, aksi yang dilakukan Mukhlis tidak semata-mata berkaitan dengan penolakan penutupan tempat usaha. Saat itu, terdapat aturan daerah mengenai usaha karaoke yang membuat sejumlah pengusaha harus memenuhi persyaratan tertentu.
Mukhlis kemudian menyampaikan aspirasi agar kegiatan usaha karaoke tetap dapat berjalan dan proses perizinannya dipermudah. Ia juga menyebut keberadaan usaha tersebut berkaitan dengan mata pencaharian para pekerja.
Menurut keterangan Agus, video yang kini viral merupakan bagian dari rangkaian peristiwa tersebut. Dengan demikian, narasi yang seolah-olah menggambarkan adanya pengusaha karaoke Demak yang baru saja menolak penertiban perlu diluruskan karena rekamannya merupakan dokumentasi lama.
Mengapa Video Lama Bisa Kembali Viral?
Kemunculan kembali video lama di media sosial membuat banyak pengguna mengira peristiwa tersebut baru saja terjadi. Padahal, keterangan dari Satpol PP Demak menyatakan kejadian dalam rekaman sudah berlangsung bertahun-tahun lalu.
Fenomena seperti ini cukup sering terjadi di media sosial. Video lama dapat kembali mendapatkan perhatian setelah diunggah ulang oleh akun lain, kemudian menyebar luas tanpa konteks waktu kejadian.
Dalam kasus Mukhlis, video tersebut kembali ramai diperbincangkan setelah diunggah ulang akun Instagram @tegalhariini. Potongan pernyataannya mengenai surga dan neraka kemudian menjadi perhatian warganet.
Kini Usaha Karaoke Mukhlis Sudah Tidak Berjalan
Di tengah ramainya pembahasan mengenai video tersebut, kondisi Mukhlis saat ini justru berbeda dari gambaran yang muncul dalam rekaman lama.
Agus mengatakan Mukhlis sudah tidak menjalankan usaha karaoke selama lebih dari tujuh tahun. Setelah penegakan aturan daerah berjalan, usaha karaoke miliknya tidak lagi beroperasi.
Agus juga menyebut jumlah usaha karaoke di Demak mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir. Menurutnya, penertiban dan operasi yang dilakukan Satpol PP turut membuat sejumlah usaha karaoke ilegal berhenti beroperasi.
Aturan Karaoke di Demak Jadi Latar Belakang
Persoalan yang melatarbelakangi aksi Mukhlis berkaitan dengan Peraturan Daerah (Perda) mengenai usaha karaoke dan sejumlah ketentuan lainnya.
Agus menjelaskan salah satu persyaratan yang disebut dalam aturan kala itu adalah kegiatan karaoke harus berada di hotel berbintang lima. Sementara itu, menurut keterangannya, Demak tidak memiliki hotel dengan klasifikasi tersebut sehingga ketentuan tersebut berdampak langsung terhadap keberlangsungan usaha karaoke di wilayah tersebut.
Karena itu, video yang kini viral sebaiknya dilihat berdasarkan konteks peristiwa pada masanya. Pernyataan tentang “neraka sepi” merupakan bagian dari argumentasi Mukhlis ketika menyampaikan keberatan terhadap penertiban usaha, bukan pernyataan yang dibuat dalam sebuah peristiwa penertiban terbaru.
Video Viral, Peristiwanya Ternyata Sudah Lama
Viralnya kembali video Mukhlis menjadi pengingat bahwa konten lama di media sosial tidak selalu menggambarkan kejadian terkini. Dalam kasus ini, pihak Satpol PP Demak telah memberikan penjelasan bahwa rekaman tersebut berasal dari aksi protes terhadap aturan usaha karaoke yang berlangsung bertahun-tahun lalu.
Kini, Mukhlis disebut sudah tidak lagi menjalankan bisnis karaoke. Sementara itu, video lama yang memuat pernyataannya mengenai keseimbangan antara surga dan neraka kembali menjadi bahan perbincangan publik setelah beredar luas di media sosial pada Oktober 2026. (Rhz2797)
