Olahraga dikenal sebagai aktivitas penting untuk menjaga kesehatan jantung dan meningkatkan kebugaran tubuh. Namun, di balik manfaatnya, aktivitas fisik juga bisa memunculkan tanda awal gangguan jantung yang tidak boleh diabaikan.
Keluhan seperti nyeri dada, sesak napas, pusing, jantung berdebar, hingga kelelahan ekstrem saat berolahraga bisa menjadi sinyal adanya masalah serius pada jantung. Jika diabaikan, kondisi ini berisiko berkembang menjadi serangan jantung, aritmia, atau gagal jantung yang mengancam nyawa.
Lantas, apa saja tanda serangan jantung yang perlu diwaspadai saat berolahraga? Berikut penjelasannya.
⚠️ Tanda Serangan Jantung Saat Berolahraga
Sebuah studi yang dipublikasikan di PubMed menyebutkan bahwa banyak orang cenderung mengabaikan gejala jantung ringan yang muncul saat beraktivitas fisik, seperti rasa tidak nyaman di dada atau detak jantung yang tidak teratur.
Dilansir dari Times of India (16/8/2026), kebiasaan ini dapat meningkatkan risiko kejadian jantung serius, termasuk serangan jantung mendadak. Oleh karena itu, penting untuk mengenali tanda-tanda peringatan berikut:
1. Nyeri atau rasa tidak nyaman di dada
Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah RS Universitas Indonesia, Berlian I. Idris, menyebutkan bahwa kelelahan berlebihan saat olahraga dapat memicu serangan jantung, terutama pada orang yang memiliki gangguan jantung tersembunyi.
Gejala yang perlu diwaspadai meliputi:
Rasa berat, tertekan, atau tertindih di dada
Nyeri menjalar ke lengan kiri, leher, rahang, atau punggung
Bahkan nyeri ringan yang muncul berulang saat olahraga tidak boleh dianggap sebagai nyeri otot biasa.
“Ada rasa tidak nyaman di dada. Ini adalah tanda dan gejala yang paling sering terjadi pada awal serangan jantung,” ujarnya (Kompas.com, 10/12/2025).
2. Sesak napas berlebihan
Sesak napas saat olahraga berat memang wajar. Namun, jika muncul saat aktivitas ringan atau bahkan saat istirahat, hal ini bisa menandakan jantung tidak memompa darah secara optimal.
Kondisi ini dapat berkaitan dengan:
Gagal jantung
Penumpukan cairan di paru-paru
Gangguan kardiovaskular lainnya
3. Pusing, kepala terasa ringan, atau pingsan
Gejala ini bisa menandakan penurunan tekanan darah atau irama jantung yang tidak normal. Akibatnya, aliran darah ke otak berkurang dan dapat menyebabkan:
Pingsan mendadak
Gangguan fungsi organ
Risiko komplikasi serius
4. Jantung berdebar atau detak tidak teratur
Detak jantung yang terasa sangat cepat, tidak beraturan, atau berdebar-debar bisa menjadi tanda aritmia.
Gangguan irama jantung ini memerlukan pemeriksaan medis segera, terutama jika muncul saat atau setelah berolahraga.
5. Kelelahan atau kelemahan ekstrem
Merasa sangat lelah setelah aktivitas ringan, terutama jika tidak sesuai dengan tingkat kebugaran, dapat menandakan fungsi pompa jantung melemah.
Akibatnya:
Suplai oksigen ke tubuh berkurang
Otot dan organ vital kekurangan energi
Tubuh cepat lemas dan tidak bertenaga
Jika kelelahan ekstrem disertai keringat dingin, mual, sesak napas, atau nyeri dada, kondisi ini tidak boleh dianggap sepele.
🫀 Pentingnya Mendengarkan Sinyal Tubuh
Mengenali tanda serangan jantung sejak dini dapat membantu mencegah komplikasi fatal. Jika mengalami gejala mencurigakan saat berolahraga:
Segera hentikan aktivitas
Istirahat
Periksakan diri ke tenaga medis
Meski masih ragu, lebih baik waspada daripada terlambat.
