Tren fesyen Lebaran 2026 mengalami pergeseran signifikan. Jika sebelumnya busana berkilau, shimmer, hingga katun bolong (katbol) mendominasi, kini gaya tersebut mulai ditinggalkan. Tahun ini, konsep quiet luxury justru menjadi primadona—tampilan simpel, elegan, dan timeless tanpa detail berlebihan.
Desainer asal Malang, Andy Sugix, menilai perubahan tren ini tidak terlepas dari kondisi sosial dan ekonomi global. Menurutnya, masyarakat kini ingin tampil rapi dan berkelas tanpa terlihat mencolok.
“Sekarang orang ingin tampil bagus, tapi tidak terlalu mencolok. Detail dan motif berlebihan mulai ditinggalkan,” ujarnya.
Quiet Luxury Jadi Kunci Fesyen Lebaran 2026
Konsep quiet luxury menekankan pada potongan rapi, warna minimal, serta desain yang tidak ramai. Jika beberapa tahun lalu gamis dengan outer mencolok sempat populer, kini perempuan—baik anak muda maupun ibu-ibu—lebih memilih siluet longgar yang nyaman dan sopan.
Model dengan potongan tidak membentuk tubuh dinilai lebih fleksibel untuk silaturahmi seharian. Pilihan warna pun cenderung lebih kalem, maksimal dua hingga tiga warna dalam satu busana.
Palet warna yang kembali naik daun antara lain:
- Nude
- Pastel
- Putih
- Hitam
Warna mencolok masih digunakan, tetapi hanya sebagai aksen, bukan warna utama.
“Baju Bini Orang” Jadi Incaran
Salah satu model yang paling banyak diperbincangkan adalah “Baju Bini Orang”. Awalnya dikenal dengan nama “Inara”, koleksi ini viral dan langsung mendongkrak minat pasar, terutama di pusat grosir seperti Tanah Abang.
Desainnya dinilai adaptif untuk berbagai bentuk tubuh perempuan Indonesia. Potongan oval di bagian depan membuat tubuh terlihat lebih proporsional. Detail belt yang bisa disesuaikan serta lengan puff memberikan sentuhan elegan tanpa kesan berlebihan.
Model ini juga fleksibel dipakai hingga hari kedua atau ketiga Lebaran, berbeda dengan tren “Malaysian look” tahun sebelumnya yang tidak selalu cocok untuk semua postur.
Abaya Tetap Tak Tergantikan
Di tengah munculnya berbagai model baru, abaya tetap menjadi busana muslim yang tak tergeser. Potongan longgar dan nyaman membuatnya relevan untuk perempuan berhijab yang mengutamakan kesopanan sekaligus kenyamanan.
“Abaya itu basic dan masih on top,” kata Andy.
Bahan Nyaman Jadi Prioritas
Tak hanya desain, pemilihan bahan juga menjadi perhatian utama di Lebaran 2026. Linen menjadi favorit karena ringan dan sejuk. Satin tetap diminati, tetapi bukan yang berkilau, melainkan satin tipis dengan tekstur dingin.
Selain itu, jersey generasi terbaru yang lebih jatuh dan adem juga banyak dicari. Masyarakat kini lebih selektif memilih bahan yang tidak panas dan minim serat sintetis.
Menurut Andy, produsen fesyen pun semakin memahami selera pasar. Mereka mulai menghindari bahan yang tidak nyaman dan fokus pada kualitas cutting serta kenyamanan pemakai.
Dengan tren yang mengarah pada kesederhanaan elegan, Lebaran 2026 tampaknya akan dipenuhi tampilan smart look yang rapi, minimalis, namun tetap berkelas.
