Puasa Ramadan identik dengan kurma sebagai menu pembuka. Selain dianjurkan dalam ajaran Islam dan disebut dalam Al-Qur’an, buah manis ini juga kaya nutrisi yang baik untuk tubuh.
Melansir berbagai kajian kesehatan seperti yang dirangkum Healthline, kurma mengandung serat, antioksidan, vitamin, dan mineral penting. Berikut lima manfaat kurma bagi kesehatan yang didukung penelitian ilmiah.
1. Menjaga Kesehatan Pencernaan
Kurma dikenal tinggi serat, yang berperan penting dalam menjaga sistem pencernaan tetap sehat. Konsumsi serat yang cukup membantu mencegah sembelit dan memperlancar buang air besar.
Dalam sebuah penelitian kecil, partisipan yang mengonsumsi tujuh kurma per hari selama 21 hari mengalami peningkatan frekuensi dan kualitas buang air besar dibandingkan kelompok yang tidak mengonsumsi kurma.
Serat dalam kurma juga membantu memperlambat penyerapan gula, sehingga berkontribusi menjaga kadar gula darah tetap stabil. Karena itu, kurma memiliki indeks glikemik (IG) relatif rendah dibandingkan camilan manis lainnya.
2. Mengurangi Risiko Penyakit Kronis Termasuk Kanker
Kurma mengandung antioksidan tinggi yang berfungsi melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas. Radikal bebas dapat memicu peradangan dan berbagai penyakit kronis.
Beberapa jenis antioksidan utama dalam kurma antara lain:
- Flavonoid, yang berpotensi menurunkan risiko diabetes, Alzheimer, dan beberapa jenis kanker.
- Karotenoid, yang mendukung kesehatan jantung dan mata.
- Asam fenolik, yang memiliki sifat anti-inflamasi dan dikaitkan dengan penurunan risiko penyakit jantung serta kanker.
Dibandingkan buah kering lain seperti ara atau plum kering, kurma termasuk yang memiliki kandungan antioksidan paling tinggi.
3. Meningkatkan Kesehatan dan Fungsi Otak
Penelitian menunjukkan bahwa kurma dapat membantu menurunkan penanda inflamasi di otak, seperti interleukin-6 (IL-6), yang berhubungan dengan risiko penyakit neurodegeneratif seperti Alzheimer.
Studi pada hewan juga menemukan bahwa kurma dapat membantu mengurangi aktivitas protein beta-amiloid, yaitu zat yang dapat membentuk plak di otak dan mengganggu komunikasi antar sel saraf.
Meski hasilnya menjanjikan, penelitian pada manusia masih diperlukan untuk memastikan manfaat kurma terhadap kesehatan otak secara menyeluruh.
4. Membantu Proses Persalinan Alami
Kurma juga diteliti terkait manfaatnya bagi ibu hamil, khususnya menjelang persalinan.
Beberapa studi menunjukkan bahwa konsumsi kurma pada trimester akhir dapat membantu mempercepat pembukaan serviks dan mengurangi kebutuhan induksi persalinan. Hal ini diduga karena kandungan senyawa dalam kurma yang bekerja mirip hormon oksitosin, pemicu kontraksi saat melahirkan.
Selain itu, kandungan gula alami dan kalori pada kurma membantu menjaga energi ibu selama proses persalinan. Meski begitu, para ahli tetap menyarankan konsultasi dengan tenaga medis sebelum menjadikannya bagian rutin dari pola makan menjelang persalinan.
5. Menjaga Kesehatan Tulang dan Bantu Kontrol Gula Darah
Kurma mengandung sejumlah mineral penting seperti fosfor, magnesium, dan kalsium yang berperan dalam menjaga kepadatan tulang. Kandungan ini berpotensi membantu mencegah gangguan seperti osteoporosis.
Selain itu, kombinasi serat dan antioksidan dalam kurma juga membantu mengontrol kadar gula darah. Dengan indeks glikemik yang rendah, kurma bisa menjadi alternatif camilan manis yang lebih sehat, termasuk bagi penderita diabetes—tentu dengan porsi yang terkontrol.
Kurma, Superfood Alami Saat Ramadan
Selain menjadi sunnah saat berbuka puasa, manfaat kurma bagi kesehatan memang telah banyak diteliti secara ilmiah. Dari menjaga pencernaan, mendukung fungsi otak, hingga membantu ibu hamil, buah kecil ini menyimpan banyak kebaikan.
Meski begitu, konsumsi tetap perlu dibatasi secara wajar karena kurma tetap mengandung gula alami dan kalori yang cukup tinggi. Kombinasikan dengan pola makan seimbang dan gaya hidup sehat agar manfaatnya lebih optimal.
