KOTA BEKASI – Keluhan warga terkait kualitas penanganan jalan berlubang di wilayah Jatiasih kembali mencuat. Penambalan yang dilakukan oleh Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Bekasi melalui Unit Reaksi Cepat (URC) dinilai belum maksimal dan terkesan hanya bersifat sementara.
Pantauan warga di lapangan menunjukkan masih banyak lubang jalan yang belum tertangani dengan baik, khususnya di sepanjang ruas Jalan Komsen hingga kawasan Pos Polisi Jatiasih. Salah satu titik yang dikeluhkan berada di wilayah Jatiasih, yang sebelumnya disebut akan segera diperbaiki, namun hingga kini kondisinya masih membahayakan pengguna jalan.
Andre (30), warga Jatiasih Menteng, menilai proses penambalan dilakukan setengah-setengah dan tidak sesuai dengan target percepatan perbaikan yang kerap disampaikan ke publik. Menurutnya, kondisi tersebut berpotensi menimbulkan kecelakaan, terutama saat hujan atau pada malam hari.
“Kalau dibilang sementara, sementara itu maksudnya apa? Nunggu ada korban jatuh dulu? Faktanya masih banyak lubang yang dalam dan berbahaya,” ujar Andre, Jumat (6/2/2026).
Ia berharap DBMSDA Kota Bekasi tidak hanya mengejar respons cepat, tetapi juga memastikan kualitas perbaikan jalan benar-benar aman dan tahan lama. Warga menilai perbaikan jalan seharusnya dilakukan secara menyeluruh agar tidak menimbulkan masalah berulang di kemudian hari.
Keluhan ini menambah daftar sorotan publik terhadap kinerja penanganan infrastruktur jalan di Kota Bekasi. Warga pun mendesak adanya evaluasi serius terhadap metode kerja URC agar perbaikan jalan tidak lagi bersifat tambal sulam, melainkan menjadi solusi jangka panjang.
